I Found You My Girl

I Found You My Girl
Part 12



Ucok pun langsung mengalihkan pandangannya dari Gendis.Seolah ia menghindar dari pertanyaan Gendis.Dan tak berapa lama seorang dosen pun memasuki kelas mereka.


"Pagi anak-anak." sapa sang dosen.


"Pagi pak." jawab para siswa dikelasnya.


"Hari ini kita kehadiran murid baru di kelas ,silakan masuk." ujar sang dosen memberitahu semua murid di kelasnya.


Seorang murid baru itu pun langsung memasuki kelas dengan santainya.Beberapa siswi yang melihat kehadiran seorang murid baru itu pun merasa tercengang dan bahkan takjub melihat ketampanannya.Yang ternyata seorang lelaki tampan dan berkarisma.


Setelah memperkenalkan diri,si murid baru itu pun langsung mencari kursi yang kosong.Dan kebetulan ia mendapatkan kursi yang kosong tepat dibelakang Gendis.


Sebelum ia menduduki kursi tersebut,sesaat lelaki itu pun tersenyum ke arah Gendis.Yang menyadari hanya menatap aneh,karena si lelaki murid baru itu memandangnya dengan seolah mengenal dirinya.


Selesai jam pelajaran,Gendis bergegas keluar kelas.Tapi,sebelum ia beranjak bangkit tiba-tiba laki murid baru itu langsung duduk tepat dihadapan Gendis.


"Hai." sapa lelaki itu.


"Hai juga." jawab Gendis dengan senyuman yang kaku.


"Apa kamu ingat aku?" tanya lelaki itu bernama Justin.


Gendis pun hanya memandang Justin dengan bingung.


"Ingat??Sepertinya aku baru melihat mu tadi,saat kau memperkenalkan diri mu sebagai siswa baru." jawab Gendis yang tidak ingat pada Justin.


Justin pun langsung tersenyum.


"Aku lelaki yang tadi sempat kau tabrak.Mungkin kau lupa dengan wajah ku." jawab Justin menjelaskan.


Gendis pun memperhatikan wajah Justin dan mencoba mengingatnya.


"Maaf,sepertinya aku lupa.Karena aku tadi buru-buru." jawab Gendis


"It's ok..Aku mengerti.Boleh aku tahu siapa nama mu?" tanya Justin mengalihkan pembicaraannya.


"Aku Gendis." jawab Gendis mengenalkan dirinya.


"Oh,nama mu cukup unik.Aku Justin." ujar Justin.


"Yah,tadi kau sudah memperkenalkan nama mu." kata Gendis beranjak bangkit.


"Haha..Kau benar,kau mau kemana?" tanya Justin.


"Aku mau ke kantin.Permisi." jawab Gendis langsung meninggalkan Justin.


"Tunggu,aku ikut." ujar Justin dengan cepat mengikuti Gendis.


Gendis hanya tersenyum dan membiarkan Justin mengikutinya.


...****************...


Yoon Gi tampak sedang merenungkan setiap perkataan dari ibu Gendis.Yang sebel nya menolak tegas dengan niat Yoon Gi yang ingin menikahi Gendis.


Flashback :


"Apa?Kamu mau menikahi anak saya??" tanya ibu Gendis yang langsung kaget dengan perkataan Yoon Gi.


"Apa alasan anda ingin menikahi anak saya??" tanya ibu Gendis yang masih penasaran.


"Karena saya menyukai Gendis dan saya menganggap Gendis adalah pilihan yang tepat untuk saya." jelas Yoon Gi.


"Tunggu,bagaimana bisa anda datang jauh-jauh dari korea dan ingin melamar anak saya?Sedangkan Gendis tidak pernah cerita tentang anda."tanya ibu Gendis yang langsung tidak mempercayai semua ucapan Yoon Gi.


"Yah,kami memang belum begitu lama mengenal.Dan sebenarnya saya sudah kenal dengan Gendis tahun lalu.Hanya saja saya hilang kontak dengan Gendis.Selama setahun itu saya berusaha mencari kabar tentang Gendis.Tapi karena saya merasa tidak ada hasil,jadi saya nekat datang kesini hanya ingin menemui Gendis dan ingin menikahinya."jelas Yoon Gi panjang lebar.


Sang ibu pun langsung menarik nafasnya dengan berat.


"Tapi saya pikir ini tidak masuk akal.Terlebih anda adalah orang asing yang jelas berbeda budaya dengan kami.Jadi maaf,saya rasa saya tidak bisa mengijinkan anda untuk menikahi Gendis." jawab ibu Gendis menolak tegas.


Membuat Yoon Gi langsung menatap ibu Gendis dengan wajah kecewa.


"Tapi nyonya,bisakah memberi saya kesempatan untuk membuktikan jika saya sangat serius pada Gendis?" ujar Yoon Gi mulai memohon pada ibu Gendis.


"Tapi tetap saja,saya tidak bisa mengijinkan Gendis terlalu cepat menikah.Terlebih dia masih sangat muda dan masih menimbah ilmu di kampusnya.Gendis memiliki impian,maka dari itu saya terus memberi dia arahan untuk fokus pada pendidikannya." jelas ibu Gendis panjang lebar.


"Kalau masalah itu,saya juga tidak akan menghalangi Gendis untuk tetap fokus pada pendidikannya.Saya pasti juga akan mendukungnya.Selama setahun lebih ini saya berusaha belajar berbicara bahasa indonesia agar saya mudah berkomunikasi dengan orang-orang disini,termasuk saya juga belajar tradisi dan budaya disini.Jadi,tolong berikan saya kesempatan untuk membuktikan keseriusan pada Gendis dan nyonya." ucap Yoon Gi terus berusaha memohon dan meyakinkan ibu Gendis.


Ibu Gendis pun masih memandang Yoon Gi dengan keraguan.Karena baginya tidak mungkin secepat dan semudah itu pria asing seperti Yoon Gi tiba-tiba datang dan ingin menikahi Gendis.


"Maaf,saya tetap tidak bisa menerima keseriusan anda.Lagi pula,jika dilihat Gendis juga tidak akan pantas untuk anda.Cari lah wanita yang lebih pantas untuk anda.Silakan pergi." jawab ibu Gendis tetap menolak.


Yoon Gi pun langsung terdiam dan tak bisa berbuat apa pun dengan penolakkan ibu Gendis.


...****************...


"Tuan ." sahut pak Kim yang memanggil Yoon Gi yang tengah melamun.


Seketika membuat Yoon Gi pun tersadar.


"Bagaimana??Apakah bapak sudah mendapatkan informasinya?"tanya Yoon Gi.


"Yah tuan..Ini informasi yang tuan ingin kan.Disini ibu nona Gendis menginginkan calon menantu yang mapan.Dalam arti yang bisa bertanggung jawab dalam finansial untuk nona Gendis.Melihat kehidupan nona Gendis dari kalangan keluarga yang sebab kecukupan.Sebab,ibu nona Gendis yang selama ini menghidupi dan membiayai pendidikan nona Gendis seorang diri."jelas pak Kim panjang lebar.


"Hanya itu?" tanya Yoon Gi.


"Dan yang paling di utamakan adalah seiman tuan dalam keyakinan." jawab pak Kim.


"Maksudnya?" tanya Yoon Gi yang tidak mengerti.


"Ibu nona Gendis ingin pasangan nona Gendis yang setidaknya mengerti agama.Agar tetap bisa menuntun nona Gendis setelah menikah.Dalam arti taat dalam menjalankan ibadah."jelas pak Kim.


"Melihat nona Gendis menganut agama muslim,yang masih taat dalam agama tuan." jelas pak Kim panjang lebar.


"Begitu..Tapi sepertinya aku tidak tahu tentang keyakinan Gendis.Apakah menurutmu aku harus berpindah keyakinan pak Kim?" tanya Yoon Gi meminta saran pada pak Kim.


"Semua keputusan ada di tangan tuan.Tuan harus pikirkan lagi dan setahu saya hal ini harus tidak ada paksaan." jawab pak Kim menjelaskan.


"Baik lah,aku akan coba pikirkan lagi.Terima kasih untuk informasinya pak Kim." ujar Yoon Gi menyudahi obrolannya dengan pak Kim.


Pak Kim pun langsung mengangguk dan pergi meninggalkan Yoon Gi sendirian.


Berpindah keyakinan??Apakah aku harus melakukannya??'batin Yoon Gi sesaat merenungkan perkataan pak Kim sebelumnya.