I Found You My Girl

I Found You My Girl
Bab 30



Setelah hari itu hubungan Ucok dan Ratih semakin mesra. Ucok mendengarkan semua nasihat Yoon Gi dan menerapkannya. Perempuan suka di puji dan hal-hal kecil yang dulu sering membuat mereka bertengkar sudah jarang lagi terjadi.


"Gendis kamu mau nikah sama Yoon Gi kapan? Apakah setelah lulus kuliah langsung nikah? Terus ntar kalian tinggal di Korea atau di Indonesia?" tanya Ratih sambil memilih beberapa jepit rambut.


"Pertanyaan kamu kurang banyak itu. Sekalian tanya mau punya anak langsung atau tidak?" Bukannya menjawab, Gendis malah balik bertanya ke Ratih dengan candaan.


Mereka sedang menghabiskan waktu bersama. Pergi ke sebuah toko aksesoris dan setelah ini akan makan bersama hanya berdua tanpa Yoon Gi dan Ucok.


"InsyaAllah setelah lulus mau langsung nikah aja. Kalau tinggal, mungkin aku akan di Indonesia saja. Karena kan kamu tahu ibu ku sendiri." Jawab Gendis.


"Kerajaan Yoon Gi bagaimana?" tanya Ratih lagi.


"Sepertinya oppa akan kerja di sini. Oppa sudah pertimbangkan baik-baik apa keputusannya. Dia juga ngga keberatan kalau aku ngga kerja. Tapi nanti mungkin bisa jualan online aku. Dan kedua orang tua oppa juga tidak keberatan akan hal itu." Jelas Gendis panjang lebar.


"Alhamdulillah kalau gitu. Beruntung kamu dapat Yoon Gi. Udah baik ganteng lagi," puji Ratih yang ikut bahagia melihat sahabatnya menemukan calon suami yang baik.


"Ganteng nya itu hanya bonus, yang penting sifat dan sikapnya. Dan dia bisa bimbing aku ke jalan yang baik. Ibu saja awalnya ngga setuju akan sama dia. Tapi, setelah melihat keseriusan Yoon Gi akhirnya luluh dan merestui hubungan kami."


"Iya, pengorbanan Yoon Gi luar biasa demi cinta nya padamu, Gendis." Ratih turut memuji Yoon Gi.


Gendis tersenyum mengingat kembali pertemuan nya dengan Yoon Gi dari berkenalan lewat dunia maya sampai lost kontak dan akhirnya Yoon Gi mencari dirinya ke Indonesia. Sungguh Ia sangat bersyukur bisa di cintai Yoon Gi seorang pria yang rela berkorban demi dirinya.


"Kamu itu gadis yang baik dan cantik, sudah sewajarnya mendapatkan hal baik juga. Aku udah dapat jepitnya ini, yuk kita makan!" Ajak Ratih.


"Ayo, aku juga sudah dapat."


"Kamu mau pesan apa?" tanya Gendis yang sambil membuka menu di depan nya.


"Aku kwetiaw goreng pedas minumnya jeruk hangat." Jawab Ratih.


Kring... Kring...


Bunyi ponsel dari dalam tas milik Gendis membuat gadis itu menghentikan aktivitas nya. Ia ambil ponsel tersebut lalu menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan telepon dari Yoon Gi.


"Assalamualaikum oppa. Iya, aku di luar mau makan sama Ratih. Tunggu sebentar ya, oppa!" Gendis mengakhiri panggilannya dengan Yoon Gi dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.


"Oppa sudah perjalanan ke rumah. Sebentar lagi sampai. Kita bungkus saja makanan nya ya?" tanya Gendis pada Ratih.


Ia sebenarnya tidak enak hati dengan sahabat nya tapi karena Yoon Gi sudah mau sampai rumah jadi tidak ingin Yoon Gi menunggu dirinya terlalu lama.


"Oke kita bungkus saja." Tanpa pikir panjang Ratih langsung menyetujui usulan Gendis.


"Eh, makan di rumah kamu saja bareng-bareng yuk! Biar rame, aku telepon bebeb ku dulu," Ratih memberi usul kepada Gendis.


"Boleh juga ide kamu, oke deh kita pesan lagi makanannya."


Setelah selesai pesanan mereka di buat Gendis dan Ratih segera pulang. Dengan jarak tempuh sekitar dua puluh lima menit akhirnya mereka sampai di rumah Gendis yang ternyata Yoon Gi, Ucok dan pak Kim sudah sampai lebih dulu. Mereka sedang ngobrol bersama ibu Gendis.