
"Kamu ngapain disini?" tanya Gendis yang kaget melihat kemunculan Yoon Gi yang ternyata datang tanpa sepengetahuannya.
"Karena aku ingin bertemu dengan mu Gendis." jawab Yoon Gi dengan nada tenang.
"Kenapa kamu masih belum menyerah juga?ibuku masih menentang kamu.?" tanya Gendis dan memberitahu Yoon Gi.
"Aku tahu,tapi aku juga tidak akan menyerah begitu saja.Aku akan terus berusaha meyakinkan ibu mu." kata Yoon Gi meyakinkan Gendis.Dan tanpa sadar Yoon Gi langsung meraih tangan Gendis dengan menggenggamnya.
Hal itu pun dilihat langsung oleh Justin yang tanpa sengaja melihatnya.Justin pun sesaat memperhatikan sosok Yoon Gi yang asing untuknya.Karena ia belum pernah bertemu atau pun melihat Yoon Gi.Justin terus memperhatikan Yoon Gi dari jarak beberapa meter tanpa diketahui Yoon Gi.
Sementara Gendis melihat sikap Yoon Gi,langsung menarik tangannya.
"Terserah padamu,tapi ku sarankan lebih kamu menyerah saja.Karena sudah jelas kita banyak memiliki perbedaan.Akan sulit kalau kamu begitu yakin bisa meluluhkan ibu ku." ucap Gendis mengingatkan Yoon Gi.
"Aku justru akan terus menunjukkan keseriusan ku.Aku sudah datang jauh-jauh dari negara ku,tidak mungkin aku menyerah begitu saja." ucap Yoon Gi dengan yakinnya.Gendis pun hanya mendengar ucapan Yoon Gi tanpa menanggapi.
"Seminggu lagi aku pindah keyakinan.Aku akan menjadi mualaf sesuai keinginan ibu mu.Yang ingin memiliki menantu yang seiman.Tunggu saja,pelan-pelan ibu mu pasti akan menerima ku." ucap Yoon Gi memberitahu Gendis.
"Kamu yakin?" tanya Gendis yang kaget dengan ucapan Yoon Gi.
"Yah,aku melakukan ini juga bukan karena terpaksa.Tapi aku ikhlas demi hubungan kita." jawab Yoon Gi.
Gendis pun hanya bisa terdiam dan tak dapat berkata apa pun dengan ucapan Yoon Gi.
Setelah Yoon Gi pergi,Justin langsung menghampiri Gendis.
"Siapa pria yang baru saja bicara dengan mu?" tanya Justin yang penasaran.
Gendis pun langsung menoleh ke arah Justin." Bukan siapa-siapa." jawab Gendis yang enggan memberitahu Justin.
"Hei,kenapa begitu?Apakah dia pacar mu?Sampai dia menggenggam tangan mu tadi?" tanya Justin lagi yang tidak puas dengan jawaban Gendis.
Gendis pun menatap datar ke arah Justin ."Kenapa kau selalu ingin tahu??Siapa dia kurasa juga bukan urusan mu.Lagian,tolong berhenti mengikuti ku.Apa kau tidak ada kerjaan lain selain terus mengikuti ku." protes Gendis yang sedikit kesal dengan Justin.
"Aku akan terus mengikuti mu sampai kau mau jadi pacar ku Gendis." ungkap Justin.
"Siapa sih yang mau jadi pacar mu.! Kau itu seperti orang aneh,seperti penguntit yang selalu tiba-tiba muncul dan mengikuti ku." protes Gendis lagi dengan wajah ketusnya.
"Aku tidak peduli,sejak pertama melihat mu aku suka padamu.Jadi aku akan terus mengejar mu sampai kau menerima ku." jawab Justin dengan percaya dirinya.
Gendis pun seketika mendengus sambil menggelengkan kepalanya.
"Lupakan saja,kau bukan tipe ku.Dan lagu pula aku tidak punya waktu untuk pacaran.Waktu ku cuma untuk kuliah.Jadi kau cari saja perempuan lain.Oke." jawab Gendis yang langsung menolak Justin secara tegas dan langsung pergi.