
"Saya sih terserah Gendis saja.Jika Gendis tidak merasa keberatan.Silakan saja kalau memang mereka ingin bertunangan dulu." jawab ibu Gendis.
"Bagaimana Gendis?Apa kamu bersedia jika kita bertunangan lebih dulu?" tanya Yoon Gi pada Gendis.
"Iya oppa,aku bersedia dan tidak merasa keberatan." jawab Gendis langsung mengangguk menerima keinginan ibu Yoon Gi.
"Alhamdulillah syukur lah..terima kasih ibu,Gendis karena menerima keinginan ibuku." ucap syukur Yoon Gi karena Gendis langsung menerima.
"Terima kasih ya Gendis,kamu memang gadis yang baik hati." sahut ibu Yoon Gi sambil tersenyum.
"Iya." jawab Gendis membalas dengan tersenyum juga.
Setelah obrolan panjang,keluarga Yoon Gi pun berpamitan pulang lebih dulu.Sementara Yoon Gi memilih untuk berada di kediaman Gendis dulu.
"Yoon Gi,ada sesuatu hal yang ibu tanyakan pada mu." sahut ibu Gendis.
"Tentang apa bu?" tanya Yoon Gi penasaran.
"Apakah kamu sudah melakukan sunat?" tanya ibu Gendis.
Yang seketika membuat Gendis terkejut dan membulatkan kedua matanya saat melihat sang ibu.Saat ibunya bertanya tentang sunat pada Yoon Gi.
"Ibu.-" tegur Gendis.
"Kenapa??" tanya ibu Gendis.
"Apa harus ibu bertanya begitu?" tanya Gendis.
Sementara Yoon Gi hanya memandang bingung.
"Maaf,sunat itu apa?" tanya Yoon Gi yang tidak mengerti.
"Kamu punya alat vital di potong sedikit." jawab ibu Gendis dengan blak-blakannya.
"Alat vital?kenapa harus di potong?" tanya Yoon Gi yang bingung.Sambil sesaat ia melirik ke bawah yang terfokus bagian vitalnya.
"Dalam keyakinan islam khitan atau sunat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh mualaf laki-laki seperti kamu.Ini bertujuan untuk menjalani fitrah atau kesucian manusia.Terlebih sebelum kalian menikah,alangkah baiknya kalau kamu melakukan sunat." jelas ibu Gendis.
"Begitu ya?Tapi bagaimana rasanya?Apakah akan sakit?" tanya Yoon Gi semakin penasaran.
"Kalau memakai metode manual pasti sakit.Tapi kalau laser di rumah sakit,ibu rasa tidak begitu sakit." jawab ibu Gendis menjelaskan lagi.
"Baik lah,aku akan lakukan yang sesuai permintaan ibu.Aku minta waktunya dalam seminggu ini." jawab Yoon Gi langsung menyanggupi perkataan ibu Gendis.
"Tidak usah terburu-buru.Ibu hanya menyarankan.Selebihnya kamu atur saja." ujar ibu Gendis langsung tersenyum.
Karena waktu sudah semakin malam,Yoon Gi akhirnya berpamitan akan pulang.Gendis pun mengantarkan Yoon Gi menuju mobilnya.
Sebelum Yoon Gi masuk kedalam mobil,Yoon Gi menatap Gendis.
"Aku sangat senang hari ini.Tidak mengira kalau kamu akan menerima keinginan ibu ku langsung untuk bertunangan." ujar Yoon Gi.
"Aku juga,karena ini juga untuk kebahagiaan kita kedepannya oppa." jawab Gendis.
"Yah,kamu benar.Kuharap semua berjalan sesuai harapan kita." ujar Yoon Gi.
"Tapi apa oppa yakin mau melakukan sunat itu?" tanya Gendis memastikan.
"Kenapa tidak,demi menyempurnakan ibadah dalam pernikahan kita."jawab Yoon Gi tanpa rasa ragu.
"Terima kasih Oppa,karena mau melakukan ini semua.Aku tidak tahu harus berkata apa lagi.Kalau ternyata oppa memang serius pada ku." kata Gendis merasa terharu dengan semua pengorbanan Yoon Gi.
"Demi mu,apa pun pasti akan aku lakukan.Aku sangat tulus mencintai mu.Jadi aku akan mengorbankan semuanya untuk mu." ungkap Yoon Gi.
Gendis pun langsung tersenyum haru.