I Found You My Girl

I Found You My Girl
Bab 34



"Makasih, aku deg-degan ini." Ucap Ratih dengan gugup.


"Udah ngga apa-apa kan ada aku. Bentar doang kok gugupnya habis itu biasa." Gendis berusaha menenangkan sahabat nya.


Proses lamaran pun berjalan lancar. Setelah kedua pasangan bertukar cincin. Acara di akhiri dengan makan malam bersama. Acara pernikahan juga sudah di tentukan yang akan di laksanakan awal tahun depan. Karena Ucok juga sudah bekerja dan Ratih juga sudah ada usaha bersama dengan Gendis dengan bisnis online mereka.


"Dari kita sudah sold out semua nih, kurang kamu aja Justin. Mau sampai kapan kamu jadi jomblo tampan tapi ngenes karena tidak punya pasangan," celetuk Ucok.


Ia sengaja memancing sahabatnya agar segera mencari pasangan. Mereka bertiga sudah lebih akrab di kampus tidak lagi bertiga tapi berempat bersama Justin.


"Enak aja bilang aku jomblo ngenes. Kalau bukan gara-gara aku, kamu aja paling masih di tahap friend zone sama Ratih. Biar aja lah jadi jomblo ngenes pun kalian juga tetap sayang sama aku." Ucap Justin yang mengingat jasanya kepada Ucok.


"Jelek jomblo wajar lah, la kamu ganteng jomblo kan aneh." Kini Ratih ikut bersuara.


"Dih mulai calon istri kamu ikut-ikutan ngomong jadinya pajang ke mana-mana nih." Gerutu Justin.


"Nah iya, udah bro jangan lawan lagi. Aku aja ngga bisa berkutik bro. Kalau nikah ntar ya, aku aja kayaknya ikut dalam kelompok SSTI deh," Ucok berucap sambil membayangkan kelak kalau dirinya sudah menjalani kehidupan pernikahan dengan Ratih.


"SSTI apa?" tanya Yoon Gi yang belum paham istilah yang Ucok sebut tadi.


"Suami suami takut istri." Jawab Ucok.


Yoon Gi dan Justin seketika tertawa dengan kencang. Bagaimana mungkin Ucok terpikirkan hal seperti itu. Bahkan Yoon Gi saja tidak berpikir sampai sana.


"Nah benar juga tuh apa yang di katakan Ucok. Gendis kan kalem ngga mungkin ntar kamu jadi anggota suami - suami takut istri." Kini Justin ikut bersuara.


"Iya dia tidak akan seperti itu. Dia idaman banget pokoknya, makanya aku jauh-jauh dari Korea cari dia dan rela melakukan apapun untuknya selama itu dalam konteks yang baik. Dan tentu saja aku ngga mau kehilangan dia." Ucap Yoon Gi.


Pandangan Yoon Gi tidak lepas dari Gendis. Ia melihat senyum manis gadis yang ia cintai sungguh meneduhkan. Kebetulan Gendis dan Ratih tadi mengambil makanan dan meninggalkan ketiga laki-laki tersebut.


" Ya Allah berilah hamba satu pasangan seperti Gendis," ucap Justin dengan menengadahkan tangannya ke atas seperti seperti sedang berdoa.


Gendis dan Ratih yang berjalan ke arah mereka di buat heran. Karena dari tadi sudah di perhatikan mereka bertiga asyik tertawa bersama setelah di tinggal mengambil makanan.


"Kira-kira mereka lagi ngomongin apa ya? Kok asyik banget sih. Perasaan tadi pas ada kita ngga ketawa kayak gitu deh." Tanya Gendis kepada Ratih karena ia merasa heran dengan ketiga laki-laki tersebut.


"Mana aku tempe. Kalau aku tahu sudah pasti tidak tempe kan." Bukannya menjawab dengan serius Ratih justru malah menjawab nya dengan candaan.


"Aku tanya serius, Ratih. Mereka sedang bahas apa sih kok kayaknya asyik banget." Gendis semakin penasaran dengan ketiga laki-laki tersebut.


Saat Ratih dan Gendis sudah dekat dengan tempat mereka bertiga. Akhirnya ia langsung bertanya.


"Kalian bahas apa sih? Kok asyik banget kelihatannya." Gendis langsung bertanya kepada mereka bertiga.


"Nah kan, kamu mau tahu aja apa, mau tahu banget?" Bukan menjawab, Ucok malah bertanya balik ke Gendis