
"Saya akan berusaha mengikuti budaya disini,saya juga sudah berniat akan belajar ilmu agama.Saya harap nyonya masih memberi saya kesempatan untuk membuktikan keseriusan saya."
"Untuk kedua orang tua saya,saya pasti akan mempertemukan mereka dengan anda.Jadi saya tidak hanya mengumbar janji sana tanpa bukti.Saya meminta waktu untuk membuktikan nya." ucap Yoon Gi panjang lebar.
Ibu Gendis pun seketika terdiam
...****************...
Beberapa minggu kemudian..
"Gendis,apa kamu masih sering bertemu dengan pemuda korea itu?" tanya ibu Gendis ingin tahu.
"Tidak bu,sudah beberapa minggu ini kami tidak saling bertemu atau memberi kabar." jawab Gendis.
"Sudah ibu duga,dia pasti tidak serius dengan mu.Untung saja waktu itu ibu tidak langsung percaya dengan semua ucapannya." ujar ibu Gendis sedikit kesal.
"Maksud ibu??Apa dia menemui ibu lagi?" tanya Gendis penasaran.
"Iya,dia begitu yakin akan membuktikan keseriusannya,sampai dia membuktikan juga kalau dia sudah menjadi mualaf." jawab sang ibu memberi tahu.
"Mualaf??Maksud ibu dia beneran serius sudah mualaf?" tanya Gendis memastikan lagi.
"Yah,memangnya kamu belum tahu?" jawab ibu Gendis dan bertanya.
"Dia memang sempat bilang akan segera mualaf.Tapi aku masih meragukan kata-katanya bu." ujar Gendis.
"Dan apa kamu tahu,kalau status dia ternyata adalah seorang pria duda.?" ungkap ibu Gendis.
"Hah?Duda??" tanya Gendis yang kaget.
Sang ibu hanya mengangguk.
"Waktu itu dia memberitahu ibu,saat ibu ingin tahu latar belakang kehidupannya.Dan dia mengaku bahwa dia seorang pengusaha properti.Sepertinya itu cuma akal-akalan dia saja,supaya ibu mempercayainya.Semua pemuda sekarang sama saja.Kamu jangan mudah percaya lagi dengan kata-katanya Gendis." kata sang ibu panjang lebar.
"Entah lah bu,aku juga tidak sepenuhnya mempercayai keseriusannya.Sampai dia benar-benar membuktikannya.Tapi jika ternyata dia seorang pembohong,aku tidak akan menemuinya apa lagi mempercayainya." ucap Gendis yang bertekad.
Dan disela obrolan mereka,tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Tolong buka pintu nya nak.Ibu masih sibuk." sahut sang ibu menyuruh Gendis untuk membuka pintu.Karena ia sedang sibuk mencuci wajan.
"Iya bu." jawab Gendis langsung bergegas menuju pintu depan untuk membukakannya.
Gendis pun berjalan ke arah pintu,dan saat dibuka Gendis begitu terkejut melihat beberapa orang berdiri tepat didepan pintu rumahnya.
"Assalamualaikum Gendis." sapa seseorang memberi salam pada Gendis.
Gendis langsung terpaku dengan tatapan tercengang.Kala melihat seseorang yang menyapanya dan beberapa orang yang berada dibelakangnya sambil menunjukkan senyuman.
"Siapa yang datang Gendis?" sahut sang ibu bertanya sembari menghampiri nya.
Dan sang ibu pun ikut terkejut saat melihat orang-orang yang datang bertamu ke rumahnya.
"Kamu.-" seru sang ibu sambil menunjuk ke seseorang yang ternyata adalah Yoon Gi dan beberapa anggota keluarganya.Termasuk ayah dan ibu Yoon Gi.
"Assalamualaikum nyonya."sapa Yoon Gi memberi salam pada ibu Gendis sembari mencium tangan.
Sontak membuat ibu dan Gendis langsung terkaget.Melihat kesopanan Yoon Gi yang begitu santun memberi salam kepada mereka.
"Maaf,kami datang menganggu waktu kalian.Kedatangan ku kesini untuk menepati janji ku.Membawa seluruh anggota keluarga berserta ayah dan ibu ku." ucap Yoon Gi memberitahu Gendis dan ibunya.
Gendis dan ibunya pun saling bertatapan bingung.