
Satu minggu kemudian.
Yoon Gi dan Gendis bersiap untuk berangkat ke Korea. Dua koper besar sudah di bawa pak Kim. Itu menandakan mereka akan sedikit lama di Korea. Tentu saja Gendis merasa senang akan hal ini karena ia akan ke Korea berbulan madu bersama suami.
"Oppa nanti di sana dingin banget ngga ya?" tanya Gendis yang akan naik mobil menuju bandara.
"Dingin ntar aku peluk jangan khawatir kamu honey." Jawab Yoon Gi.
"Begini kalau lagi bucin aku kayak patung ya, tuan? Nyonya juga gitu pintar banget mancing tuan. Kan dia udah ngga tahan lo nyonya. Siap-siap vitamin nyonya!" Pak Kim berbicara sedikit menakuti Gendis. Ia sengaja maupun menggoda nyonya muda nya tersebut.
Yoon Gi yang mendengar hal itu spontan memukul kepala pak Kim dengan pelan.
" Jangan bicara yang tidak-tidak ya, pak tua! Awas saja nanti mengganggu acara bulan madu kami. Aku pensiun kan kamu awal y pak Kim!" Ancam Yoon Gi.
Pak Kim sudah lama mengabdi pada keluarga Yoon Gi mereka sudah seperti keluarga . Candaan seperti ini sudah biasa di lakukan keduanya. Gendis yang melihat hal itu pun hanya tersenyum dengan menggelengkan kepala.
" Lumayan lah tuan, di pecat kan dapat pesangon nanti. Dari pada saya keluar tidak dapat apa-apa." Balas pak Kim menimpali ucapan Yoon Gi.
"Dasar pak tua licik. Ini kalau sudah lama kumpul sama mama dan papa jadinya ya, kayak gini. Perhitungan semua kalian." Ujar Yoon Gi .
"Segala sesuatu itu harus di hitung tuan. Kalau ngga di hitung kalau kelebihan enak, kalau kurang? Lah, rugi dong. Aku ngga mau lah tuan." Balas Pak Kim.
Akhirnya mereka bertiga tertawa. Perjalanan masih jauh untuk sampai ke Korea. Dan tentu saja Yoon Gi selalu siap siaga untuk mendampingi Gendis. Kerena ini adalah kali pertama Gendis naik pesawat terbang. Bahkan Gendis takut kalau dirinya nanti akan mabuk udara. Tapi, Yoon Gi meyakinkan kalau semua akan baik-baik saja. Semua karena belum terbiasa.
Di korea.
Udara dingin menusuk tubuh ramping Gendis. Ia memakai jaket tebal berbulu berwarna coklat muda serta memakai topi untuk menutup kepala dan telinganya.
"Dingin ya?" tanya Yoon Gi yang terus memeluk Gendis sepanjang perjalanan.
"Iya, dingin. Kita berapa menit untuk menuju rumah mama dan papa?" tanya Gendis.
"Sekitar tiga puluh menit. Nanti di jemput young. Dia sudah datang sekitar sepuluh menit yang lalu." Ujar Yoon Gi.
"Oke oppa. Aku kedinginan sekali. Baru pertama kali datang ke Korea. Sepertinya aku ngga cocok dengan cuaca dingin." Ucap Gendis.
"Karena kamu belum terbiasa honey. Kalau sudah terbiasa pasti akan baik-baik saja. Banyak tempat bagus di sini dan pasti kamu akan betah di sini."
"Iya, ada oppa pasti aku betah . Tapi kita kan hanya sekitar dua minggu di Korea. Jadi apa bisa keliling ke Korea sampai puas?" tanya Gendis.
Ia tahu nya kalau pulang ke Korea hanya dua minggu. Tapi, Yoon Gi sudah sepakat dengan ibu Gendis untuk tinggal di Korea lebih lama sekitar satu bulan. Dan ibu Gendis tidak keberatan sama sekali. Bukankah juga tidak masalah karena anaknya sudah menikah dengan orang Korea tersebut. Satu bula' tidak ada apa-apa nya di bandingkan pengorbanan Yoon Gi yang mau tinggal dan menetap di Indonesia.