
"Sebaiknya tidak usah,aku bisa pergi sendiri." jawab Gendis menolak dengan halus.
"Kenapa?" tanya Yoon Gi.
"Karena aku bisa pergi sendiri.Terima kasih untuk traktiran kamu.Selamat tinggal." jawab Gendis langsung pergi meninggalkan Yoon Gi begitu saja.
Yoon Gi pun hanya bisa menghela nafas karena kecewa.Melihat sikap Gendis yang masih saja mengabaikan dirinya.
Beberapa hari kemudian..
Gendis bersiap-siap akan ke kampus.Setelah berpamitan dengan sang ibu,Gendis langsung bergegas berangkat pergi.
Tak berapa lama Gendis berangkat,tiba-tiba seseorang datang bertamu ke rumah Gendis.Sang ibu yang tadinya akan ke belakang langsung menuju pintu untum dibukakan.
Saat pintu dibuka,sesaat ibu Gendis pun menatap bingung.
"Selamat pagi nyonya." sapa seseorang yang ternyata adalah Yoon Gi dengan nada bahasanya yang kaku.
"Anda siapa?" tanya ibu Gendis yang tidak mengenali sosok Yoon Gi.Walaupun sempat setahun yang lalu melihat Yoon Gi dalam video live streaming Gendis,tapi ternyata ibu Gendis tidak mengingatnya.
Yoon Gi pun langsung menunjukkan senyuman pada ibu Gendis.
Beberapa saat ibu Gendis mempersilahkan 'kan Yoon Gi untuk masuk ke rumahnya dan menjamunya dengan segelas teh.
"Jadi,siapa anda sebenarnya?Setahu saya,Gendis tidak memiliki teman pria asing seperti anda." tanya ibu Gendis kembali mengulang pertanyaan sebelumnya.
"Sebelumnya maaf jika pagi-pagi saya menganggu waktu nyonya.Perkenalkan nama saya adalah Kim Yoon Gi.Saya datang jauh dari negara Korea.Dan tujuan saya datang ke Indonesia memang ingin bertemu dengan Gendis nyonya." jawab Yoon Gi menjelaskan.
"Lalu,apakah Gendis sudah tahu dengan kedatangan mu?" tanya ibu Gendis penasaran.
"Yah,saya sudah bertemu dengan Gendis beberapa hari ini."jawab Yoon Gi.
"Oh begitu,tapi sepertinya Gendis tidak menceritakan hal ini pada saya." ujar ibu Gendis.
"Saya tahu,itu sebabnya saya memberanikan diri datang kesini dengan menemui nyonya langsung." kata Yoon Gi.
Ibu Gendis pun langsung menatap bingung dan juga penasaran.
"Ijinkan saya untuk menikahi Gendis nyonya." ungkap Yoon Gi.
Membuat ibu Gendis pun langsung tercengang.
...****************...
Malamnya..
Saat Gendis baru saja pulang,langsung disambut oleh sang ibu dengan raut wajah yang tidak ramah.Membuat Gendis sesaat memandang sang ibu dengan bingung.
"Gendis,ibu perlu bicara dengan mu." ujar sang ibu dengan nada tegas.
Gendis pun langsung menuruti sang ibu dengan duduk di kursi.
"Tentang apa bu?" tanya Gendis penasaran.
"Apa yang sebenarnya sudah kamu tutupi dari ibu?" tanya sang ibu dengan nada serius.
"Maksud ibu?" tanya Gendis yang tidak mengerti dengan pertanyaan sang ibu.
"Dijawab saja dengan jujur Gendis.Karena selama ini kecurigaan ibu ternyata benar,kau sedang menutupi sesuatu dari ibu." kata sang ibu yang seakan sedang mengintrogasi Gendis.
"Maaf bu,aku tidak mengerti dengan maksud ibu.Sesuatu apa yang ku tutupi dari ibu?" tanya Gendis balik.Karena masih merasa tidak mengerti dengan maksud sang ibu.
"Siapa pria asing yang selama ini sering menemui mu?Benarkah kalau pria itu saat ini sedang mengejar mu?" ungkap sang ibu yang menyinggung Yoon Gi.
Sontak membuat Gendis pun kaget.
"Yah..Pria yang datang jauh dari Korea,yang langsung menemui ibu dan meminta ijin untuk menikahi mu."ungkap sang ibu lagi.
Membuat Gendis seketika kembali terkejut dan syok dengan pernyataan sang ibu.
"Me..menikah bu?" tanya Gendis.
"Iya,apa maksudnya dengan keinginan pria itu yang ingin menikahi mu?Kenapa hal ini kau tutupi dari ibu?" ujar sang ibu dan bertanya tegas pada Gendis.
"Tapi bu,aku tidak tahu dengan yang ibu katakan itu.Memang dia terus menemui ku tapi dia tidak pernah membahas soal menikah."jawab Gendis mencoba menjelaskan.
"Jadi benar,kamu sering bertemu dengan pria itu secara diam-diam,tanpa sepengetahuan ibu?"
"Maaf,bu untuk hal ini aku memang salah.Karena tidak terbuka tentang pria itu.Tapi aku sudah berusaha untuk menghindari dia.Hanya saja dia terus memaksa untuk bertemu dengan ku." jawab Gendis kembali menjelaskannya pada sang ibu.
"Gendis..Dengar,ibu tidak akan melarang mu berteman dengan siapa pun,walau pun itu seorang lelaki.Tapi ibu sangat keberatan jika kau bergaul dengan pria asing dari luar.Karena mereka berbeda budaya dengan kita.Adat dan tradisi mereka juga berbeda dengan kita."
"Bukankah kamu bilang kamu ingin serius kuliah demi mengejar impian mu.Dan ibu sangat mendukung dengan tekad mu itu.Tapi alangkah baiknya jika kamu lebih fokus dulu untuk pendidikan mu.Jangan biarkan pria mana pun memasuki pikiran mu.Yang nantinya hanya akan membuat mu sulit untuk berkonsentrasi." ucap ibu Gendis menasehatinya panjang lebar.
"Iya bu.Aku mengerti."jawab Gendis dengan kepala tertunduk.
"Hindari pria itu,jangan biarkan dia terus mendekati mu.Jujur ibu tidak mendukung mu jika kamu bersama pria itu." kata sang ibu mengingatkan Gendis.
Gendis hanya mengangguk tanpa menjawab ucapan sang ibu.
...****************...
Keesokan harinya..
Gendis seperti biasa ke kampus,dan ia terlihat sangat terburu-buru.Karena ia kesiangan dan lupa jika dia akan menghadapi seorang dosen yang menyebalkan.
Disaat ia terburu-buru,tanpa sadar ia menabrak seseorang yang membuatnya hampir terjatuh.
Buk..
"Ah,maaf aku tidak sengaja.Aku sedang terburu-buru." ujar Gendis langsung menganggukkan kepalanya sembari meminta maaf.
Belum sempat seseorang itu berkata,Gendis justru langsung pergi meninggalkan seseorang tersebut.
Seseorang yang ternyata adalah seorang lelaki.Dengan penampilan yang sangat casual dan simple.Hanya memandang kepergian Gendis sambil tersenyum.
Tiba dikelas,Gendis langsung menghampiri tempat duduknya.Ia merasa beruntung,karena ternyata ia tepat waktu sebelum sang dosen datang.
Ucok yang sejak tadi sudah tiba lebih awal,langsung menoleh ke arah Gendis.
"Tumben kau telat." ujar Ucok pada Gendis.
"Iya,aku kesiangan Cok." jawab Gendis sambil mengatur nafas nya yang sempat tersengal karena berlarian terburu-buru.
"Oh,kirain kebanyakan live streaming."ujar Ucok.
"Ratih kemana??kok kau hanya sendirian?" tanya Gendis yang sesaat mencari keberadaan Ratih.
"Dia tidak masuk,katanya penyakit alamnya kambuh lagi." jawab Ucok memberitahu.
"Penyakit alam?Maksudnya?" tanya Gendis yang tidak paham maksud Ucok.
"PMS maemunah.!" jawab Ucok.
"Oh,kok dia malah cuma kasih tahu dirimu?kan kau lanang Cok."tanya Gendis yang sesaat menyadari perkataan Ucok.
"Lah,memang kenapa??Ada yang salah kah?" tanya balik Ucok.
"Tidak ada yang salah,tapi menurut ku sedikit aneh.Kenapa hal beginian Ratih cuma kasih tahu diri mu.Jangan-jangan kalian punya hubungan ya." ujar Gendis yang langsung mencurigai Ucok.