I Found You My Girl

I Found You My Girl
Bab 31



"Assalamualaikum," ucap Gendis dan Ratih bersamaan.


"Wa alaikum salam," jawab ibu Gendis, Yoon Gi, Ucok serta pak Kim.


"Oppa sudah lama kah, menunggu?" tanya Gendis yang takut kalau Yoon Gi menunggu terlalu lama.


"Baru saja sampai, lagian kan ada ibu dan Ucok juga dari tadi kita ngobrol kok." Jawab Yoon Gi.


Gendis mengangguk, lalu ia berjalan ke dapur untuk mengambil piring untuk menyajikan makanan.


"Wah, nasi goreng kesukaan tuan ini. Nona Gendis memang sangat pengertian sekali tuan." Ucap pak Kim yang sangat kagum dengan Gendis.


"Iyo dong tentu saya tahu makanan kesukaan tunangan saya pak. Ayo semua di makan!" Ajak Gendis kepada yang lain yang berada di ruangan tersebut.


Tiba-tiba ibu Gendis meneteskan air mata. Ia bahagia menyaksikan kebersamaan seperti ini. Banyak yang sayang kepada putri semata wayang nya. Dan sebentar lagi ia akan menikah dengan laki-laki pilihannya. Rasa bahagia dan haru bercampur jadi satu.


"Ibu kenapa?" tanya Yoon Gi yang menyadari diamnya ibu Gendis.


Panggilan Yoon Gi kepada ibu Gendis sudah ia ubah. Yang awalnya nyonya sekarang berganti ibu. Karena ia sudah bertunangan dengan Gendis. Dan ibunya juga lebih suka di panggil ibu.


"Ibu ngga apa-apa nak, ibu senang melihat kebersamaan kalian yang seperti ini." Ujar Ibu Gendis mengungkapkan perasaan nya.


Semua tersenyum senang mendengar ucapan ibu Gendis.


"Pesan ibu kalian harus tetap menjaga hubungan baik walaupun kalian sudah berumah tangga dan tidak lagi tinggal di satu kota yang sama. Jangan sampai putus tali silaturahmi." Ibu Gendis memberi nasihat kepada Gendis, Ucok dan juga Ratih.


"Iya kita akan selalu bersama." Timpal Ucok.


Pak Kim senang melihat kedekatan mereka. Ternyata tuan nya tidak salah pilih calon pendamping. Didikan ibu yang sangat luar biasalah yang membuat Gendis tumbuh menjadi gadis baik. Pak Kim turut bahagia akan hal itu.


" Saya bersyukur bisa mengenal kalian semua. Budaya Indonesia orang yang ramah dan semua makanan yang ada di sini saya suka." Ungkap Pak Kim perihal perasaan yang ia rasakan saat di Indonesia.


Mereka melanjutkan makan malam yang penuh dengan rasa bahagia dan syukur. Sesekali mereka tertawa melihat tingkah lucu Ucok.


"Hati-hati pulangnya, ay!" Ucok berpesan kepada Ratih yang sudah naik sepeda motor dan bersiap untuk pulang.


"Iya beb, kamu juga ya!" Jawab Ratih yang juga perpesan kepada Ucok.


"Hem beb, ay... ayam dan bebek ya? Udah kalian segera tunangan aja." celetuk Gendis.


"Enak aja kamu bilang bebek sama ayam. Itu panggilan sayang kali tahu." Jawab Ratih pura-pura marah dan tidak terima, yang seolah mengatakan mereka pasangan unggas walaupun memang dia tahu sahabat nya Gendis hanya bercanda.


"Kamu mau juga di panggil honey gitu?" Yoon Gi tiba-tiba bertanya kepada Gendis. Ia berpikir bahwa tunangan nya mungkin ingin di panggil dengan panggilan sayang juga.


"Ngga usah oppa , aku hanya candain mereka saja kok. Panggilan oppa bagus juga kok. Aku suka." Ungkap Gendis.


"Baiklah kalau kamu mau seperti itu, honey." Yoon Gi tetap memanggil Gendis dengan panggilan honey.


Gendis pun hanya bisa tersenyum malu.Mendengar Yoon Gi memanggilnya dengan sebutan Honey