
"Mereka sangat berantakan, setelah gagal dengan yang pertama, yang sekarang ini pun juga hampir hancur, kedua kunci itu berada di Tungku Asap Hitammu.."
*****
Di Markas Rahasianya Leon dkk.
Elizabeth, Marcus dan Tempest berhasil kembali dengan selamat sambil membawa Dua Bayi Nouman.
Leon yang sudah sampai lebih dulu melihat ketiga temannya itu, lalu terkejut dengan keberadaan bayi yang di gendong oleh Marcus dan Tempest.
"Wait- tunggu ini apa?", Tanya Leon yang hampir terkena serangan jantung.
Marcus menyerahkan Si Elang hitam ke Elizabeth lalu menjawab kekhawatirannya Leon.
"Dua bayi ini adalah Anak dari Magistus, itu loh dari si anak yang bernama Weisten semalam", Jelas Marcus sambil menunjukan Jepitan Rambut kepada Leon.
"?! Udah melahirkan? Lalu Ibu mereka?", Tanya Leon.
Kesunyian Marcus pun langsung memberikan jawaban kepadanya.
"Begitu ya, Sebaiknya aku menghubungi–", Leon berencana untuk menghubungi Victoria, baru juga memikirkannya Bayangan Victoria sudah datang ke hadapan mereka.
"Itu tidak Perlu", Jawab Victoria dengan senyuman kangen.
"Victorr!!", Elizabeth sangat senang melihat sahabatnya itu lagi, tanpa basa basi dia berlari memeluknya.
Victoria pun membalas pelukan lembutnya Elizbaeth, lalu suara kecil dari Bayi yang di peluk Elizabeth terdengar olehnya.
"Ini... Kalian membawa balik Nouman ini ya? Pantas saja di sana sedang kacau, Jadi itu kalian toh ahaha" , Tawa Victor.
***
Beralih kembali ke penjara
Di dalam Selnya Victoria..
Dia merasa ada yang memantaunya dari cctv, hingga makannya pun tak nyaman.
Tak lama dia merasakan getaran dan alarm penjara berbunyi.
*NGWIIIIIIIINH!!! ALERT!! ALERT!!
*BRAMM!!
Terdengar ledakan dan getaran kuat seperti gempa.
Saat Victoria tak fokus, seketika lehernya di cekik oleh penjaga tadi.
"B-bagaimana, AKKHH!!"
Victoria melihat Pintu selnya yang sudah rusak, lalu dia pun di seret dan di bawa kabur olehnya.
***
Kembali ke Markasnya Elizabeth.
Tiba-tiba Kalung miliknya meretak.
"Eh? Kenapa", Dia tiba-tiba berkeringat dingin.
Leon menatap Eli dengan tercengan, dan tempest pun mulai merasa ada yang aneh.
"Vi—"
"HUWAAAA!! WAAAAKKK!!", Bayi Elang yang berwarna hitam tiba-tiba menangis sambil menahan kalungnya Elizabeth yang rusak.
"LEON!!"
Serenrak Leon mencoba menghubungi mata-matanya yang berada penjara.
Namun orang itu tidak membalasnya.
"Tch! Kita harus ke sana", Cakapnya dengan tegas.
Tempest merinding dan mencoba menenangkan dirinya sambil dudung di sofa, secara tak sengaja, dia menindih remot tv dan di layar di runjukan keadaan Penjara tersebut yang hancur.
"Berita mengejutikan kepada kita, 10 menit yang lalu Markas CIA di serang, setidaknya 15 orang mengalami luka-luka dan 2 lainnya Tewas, para tahanan mengambil kesempatan ini dan kabur... Pemerintah memerintahkan kepada seluruh masyarakay terumata yang berada di wilayah Timur akan tetap berada di Rum—"
Siaran tv pun di matikan oleh Marcus.
"SIAL!! BAGAIMANA MEREKA MENGETAHUI LOKASINYA VICTOR!!", Marah Marcus sambil melemparkan remot tv.
"Mereka membalas kira dengan menculiknya, tapi bagaimana?", Elizabeth seketika bergemetaran.
Dia lalu duduk di samping Tempest dan menyerah kan bayi yang di gendongnya ke Tempest, dia lalu berdiri dan pergi ke luar.
"Elii!! JANGAN CEROBOH!!", Bentak Leon.
Namun Elizabeth sudah terlanjur keluar.
"Aku akan mengikutinya", Ujar sambil menyerahkan Bayi yang di gendongnya Ke Leon.
Lalu bergegas menghentikan temannya yang bego itu.
Leon lalu melihat bayi itu dan wajahnya dari bayi itu sangat tenang.
Bayi itu tersenyum ke arah Leon lalu menyentuh dagunya.
"..."
"Kamu mencoba menenangkanku ya?"
Sesaat bayi melepaskan genggamannya, Leon seketika melihat pandangan akan Victoria yang tersenyum jahat ke arahnya.
"Hey tempest, apa Bayi Nouman bisa memiliki kemampuan mistis?"
Tempest pun membalas Leon dengan keheranan.
"Maksudmu?"
Bayi yang di gendong leon lalu mulai tertawa dan di ikuti oleh saudara kembarnya..