Hopes In The Deadly Winter

Hopes In The Deadly Winter
Mulai Bergerak—



Setelah berada di luar ruang inkubasi, Kevin mulai berjalan ke tempat lift.


Namun saat ingin berjalan ke depan lift, dia merasakan kehadiran seseorang di ruang pembuangan.


 


“Siapa itu? Yang lain sedang menjalankan tugas mereka bukan?”, Tanya Kevin dalam batin.


Dia lalu mengeluarkan ponselnya dan melihat notifikasi pesan dari Melina.


“Benar juga, tadi aku masih berbicara dengan Melin”, Ucapnya dengan nada pelan.


Dia lalu melihat pesan Melina yang di kirim 20 menit yang lalu.


“Memangnya kenapa bertanya hal itu?”


“Apa kamu bertemu dengan orang aneh?”


“Hey Kevin?! Haaahhh dasar pria tua balas pesanku!!”


“Dasar kakek lampir bikin khawatir saja, jika kau ke ruang inkubasi setidaknya informasikan yang lain, Aku hampir saja membuat kekacauan dan berpikir kalau kamu di serang!!”


Melihat pesan Melina membuat Kevin tersenyum tipis.


Dia lalu membalas pesannya itu.


“Maafkan aku, tapi setidaknya kamu sudah tahu di mana aku bukan, Ngomong-ngomong apa yang lain sedang mengerjakan pekerjaan mereka?”, Tanya Kevin.


Tanpa berlama-lama Melina pun langsung membalas pesan tersebut.


 


“Baiklah aku maafkan”


“Iya, Julian tadi berada di ruang keamanan, Yela berada di Kliniknya, Aku sempat melihat Andri di kantin...”, Balasnya di pesan itu.


“Dion baru saja selesai menggunakan kekuatannya kepada anak-anak. Lalu Cecil, Aku dan Swis sudah memantau pekerjaannya tadi”, Tambah Melina di pesannya itu.


“Di mana dia melakukannya?”, Tanya Kevin.


“Di taman”, Balas Melina dengan Emot penasaran.


Kevin lalu menoleh ke ruang pembuangan dan kembali membalas pesan Melina.


“Baiklah Aku mengerti”, Balas Kevin.


 


Dia lalu menaruh ponselnya kembali ke saku, dan berjalan perlahan ke ruang pembuangan.


Saat berada di depan ruang pembuangan, dia terkejut saat melihat alat pemindai dan pintu ke ruangan itu ternyata sudah rusak.


“Gawat!” Kagetnya.


Dengan cepat Kevin mengaktifkan kekuatannya.


“Siapa disana?!”


Dengan waspada dia menggunakan kekuatannya, Sebuah pistol berlumur asap hitam dengan tiba-tiba jatuh tepat di atas tangannya.


Kevin lalu berjalan masuk ke dalam, karena ruangan itu adalah ruang pembuangan, desainnya berbeda dengan dua ruangan lainnya.


Di sana hanya di tempati oleh beberapa lubang besar di setiap sudut, tempat pembakaran di tengah-tengahnya dan gorong-gorong di setiap sudut.


 


 


Wajah orang itu tertutup kegelapan membuat dia tidak bisa melihat dengan jelas siapa itu, namun pandangannya tertuju pada sesuatu yang dicoba untuk di keluarkannya dari lubang tersebut


 


“Itu kan! HEY—"


 


DOOORRR!!


Kevin pun mengeluarkan tembakan ke arah orang misterius itu, namun dia langsung tersadar kalau itu bukanlah perbuatannya, karena kekuatannya tidak bisa mengeluarkan suara.


“Aku tidak tahu apa yang coba kamu lakukan di tempat ini, tapi sampai bisa menggunakan Ilusi padaku, untuk seorang penyusup Hebat juga kamu ya?”, Puji Kevin dengan nada lantan dan takjub.


Orang itu pun terkejut karena ternyata Kevin telah menyadari Ilusinya.


 


Dia lalu berhenti menggunakan kekuatannya dan menodongkan Sebuah Pisau ke leher Kevin.


“!!?”, Dengan hati-hati Kevin mengangkat kedua tangannya ke atas.


“Turunkan senjatamu”, Ucap orang misterius itu.


Kevin pun menuruti perkataan pria misterius itu dan menjatuhkan senjata.


Klak!


Orang itu lalu menendang kaki Kevin membuat dia kehilangan keseimbangan dan berlutut di tanah, dia dengan kasarnya mulai meremas kedua tangan Kevin dan mengekangnya.


Kevin dengan waspada membiarkan orang itu menahannya, dan kemudian dia melihat ke depan dan menyadari kalau ternyada ada 4 orang yang telah berhasil menyusup ke Sky Tower ini.


“Waaaaw untuk seorang penyusup kamu memiliki kekuatan fisik yang lumayan juga”, Puji Kevin dengan kesal.


Ketiga temannya yang di depan lalu menoleh ke arah Kevin, Kevin balik melihat mereka dan terkejut dengan apa yang mereka telah mereka keluarkan dari lubang besar itu.


Kevin yang tadinya serius dan berwaspada mulai menurunkan kewaspadaannya, dan membiarkan mereka membawa pergi Tubuh yang mereka ambil dari sana.


Menyadari Hal ini, Orang misterius itu mengekang tangan Kevin dengan kekuatannya.


“Aw aw aw itu sakit loh”, Ujar Kevin.


Setelah tangan Kevin terlilit Besi, Pria itu mulai melepaskan genggamannya dan berbisik ke telinga Kevin.


“Kami memang masih mendendami kalian, tapi saya hargai sifat Anda masih belum berubah, Prof”, Ujar Orang misterius dengan nada lembut.


Ternyata Nada yang tadinya terdengar seperti seorang pria, mulai berubah menjadi suara anak remaja.


Orang misterius itu lalu menghampiri ketiga temannya, dan mereka kabur dari tempat tersebut melalui gorong-gorong.


Setelah para penyusup itu pergi, sebuah kebenaran pun terungkap kalau ternyata sejak Kevin memasuki ruangan pembuangan itu, Kevin sudah terkena Ilusi dari Orang Misterius itu.


Karena setelah mereka pergi kondisi ruang pembuangan kembali ke keadaan semulanya, tidak ada lampu yang tidak berfungsi ataupun Alat pemindai yang rusak.


“Hahahahah... Sekarang aku mengerti siapa yang bergerak di bawah hidung kami”, Ujarnya dengan tawa sambil berjalan ke luar dari ruangan tersebut.