
Ajax mulai menyentuh tangan Nolla, sedangkan Amber berdiri di belakang mereka seperti sedang menjaga sesuatu.
Mereka berdua melakukannya dengan tenang dan datar makanya Yella yang sedang bekerja di meja tidak merasakan apa-apa.
Bahkan nolla juga tidak menyadari saat ajax menyentuh tangannya, ajax secara diam-diam membaca emosi Nolla.
Ini adalah salah satu kemampuan ajax selain membuat ledakan sepeeti kembang api, dia juga bisa membaca emosi orang bahkan membuat orang itu menjadi teman dekat, itulah sebabnya ada beberapa monster yang berada bersamanya.
Dia lalu melihat memori hati Nolla yang pernuh dengan warna dan kenangan, ada beberapa kenangan mereka saat masih berada di sky tower, ada juga perkelahiannya dengan Leo yang membuat Leo berpisah dengan White Knight.
Dan masih banyak lagi, dia lalu menyadari ada ruang kosong di dalam ingatan Nolla, di katakan kosong juga tidak karena ada bekasnya, ingatan ini di hapus.
"Hey Ajax, kenapa sih kek orang kaget gitu?", khawatir nolla sambil menyentuh dahinya ajax.
"Tidak ada, aku hanya kangen denganmu, Nolla.. Bicara soal kangen, di mana leo? Dia dulu keluar sama kamu bukan?", Tanya Ajax sambil mengalihkan pembicaraan.
Nolla lalu melihat kearah Yela.
"Soal itu, aku memang ingin mengatakannya pada kalian" ,Jelas Nolla, raut wajahnya lalu berubah.
"Setelah bertemu dengan Nyonya Yela dan anak-anak yang lain dan di bawa ke tempat ini, Leo merasa ada yang aneh dan memaksa kami kembali ke reruntuhan sky tower, itu membutuhkan waktu seminggu untuk bisa pergi kesana lagi, lalu kami menemukan..."
Nolla seketika terdiam, tangannya berkeringat.
"Apa jangan katakan padaku mayad Vi-" Mulut ajax langsung di bungkam oleh Amber.
"Eh eek aku kan udah bilang dia masih hidup" Geram amber.
"Kalian menemukan apa?" ,Sambung amber.
Yela lalu berdiri dari bangku kerjanya dan menyela...
"Keberadaan Sky Tower yang lain". Ucapnya.
Sontak Amber dan Ajax terkejut.
"APA?!!"
"Ada yang lain?! Di mana?!!" Jawab ajax dan amber dengan kompak.
Yela mengambil tabnya, lalu dia pun menunjukan sebuah map yang menunjukan letak sky tower lain yang berada di tengah-tengah samudra, namun tempat itu sudah di tandai olehnya.
"Di samudra pasifik, tepatnya di langit nya. Tapi tenang kami sudah menyelamatkan menyelamatkan anak-anak yang lain, salah satunya Vermilion", Jelas Yela.
"Lalu apa ada yang lainny?", Tanya Ajax.
Yela dan Nolla mengangguk dengan kompak.
"Tapi lokasi yang lain sudah di bawa oleh Leo, Saat menemukan lokasi lain di Sky Tower itu, leo berkelahi dengan pacarnya nyonya yela, dan memerintahkan kami untuk tetap di White Knight, dia bilang itu tanggup jawabnya jadi biar dia saja", Jawab Nolla yang terlihat kangen dan bersedih atas perpisahan itu.
Amber lalu menatap Ajax, dan Ajax memahami kodenya.
Amber lalu menarik tangan ajax dan tanpa basa basi berpamitan.
"Kalau begitu, Kami kembali saja ya, ada pekerjaan dadakan, kalau ada waktu kami balik lagi, Bye bye~". Pamitnya.
Nolla langsung terkejut dan mencoba meraih mereka, namun Amber menghindarinya dengan lincah.
Setelah mereka keluar, Yela melihat wajah murung Nolla.
"Tenanglah, kalau tentang mereka, aku yakin mereka akan baik-baik saja... Berhentilah murung Nolla, kamu juga harus berjalan kedepan", Ujar Yola dengan niatan menyemangati Nolla.
Namun Nolla menghiraukannya.
"Kenapa hanya aku yang di biarkan berjalan ke depan dengan mudah? Sedangkan yang lain harus di rantai oleh masa lalu?", Gumamnya.
Yela mendengar gumaman Nolla dan langsung memeluknya.
"Tenanglah Nolla, jangan bersedih"
Nolla pun menangis di dalam pelukan Yella.
****
Di sisi lain.
Tempest telah sampai di bandara internasional Los Angeles.
Dengan berbekal tas ransel, kacamata hitam dan pakaian santai, dia pun memulai perjalanannya mencari teman-temannya itu.
Tapi baru juga samoai di bandara, dia langsung di hadang oleh beberapa orang asing berseragam hitam.
"что это?" Tanya tempest sambil beebahsa rusia.
Mereka seketika terkejut dan mulai berbisik-bisik, lalu tak lama salah satu dari mereka maju dan menunjukan tanda pengenal.
"Im sorry sire, can you speak english? we think you are a wanted person, because of how your dressed, but we wrong about it, soo if you can may we check your conditions?", Balas orang itu.
Tempest langsung tertegun, iti karena dia terkejut mereka merespon, padahal kata temannya di Celestial kalau ingin menghidnari orang pakai bahasa rusia aja ntar pada kabur.
Mau tak mau Tempest berbicara dalam bahasa rusia lagi.
"Owhh Ты знаешь русский?"
*Kalian paham bahasa rusia?*
"Ahh lupakanlah, orangnya masih remaja dan beda sama apa yang di ilustrasikan dalam list hitam juga, kita lewatkan saja", Jelas orang itu kepada temannya.
Merasa bisa lolos, tempest dengan lugunya oun mengangguk dan senyum canggung ke arah mereka.