Hopes In The Deadly Winter

Hopes In The Deadly Winter
Semuanya Mulai Berubah



Malam Harinya...


 


Prof. Yela terlihat sedang bergegas naik ke ruangan Kevin, begitu pun dengan Melina.


 


Nolla, Amber, Ajax dan Leo yang saat itu sedang mengambil jajannya, juga melihat gerak-gerik Petugas kantin yang aneh dan merasakan kalau sesuatu sedang terjadi di Lobby Utama.


 


“Ada yang Aneh”, Ujar Ajax kepada teman-temannya itu.


 


“Hooh suasananya kayak gimana gitu, btw kamu berani pergi ke Lobi gak?”, Tantang Leo.


 


Seketika Ajax menggelengkan kepalanya.


 


“GIIIH malam begini? siapa yang berani”, Jawab Nolla dan Ajax dengan Kompak.


 


tanpa mereka sadari sudah berjalan ke lorong dan dia melihat Lobi dari jauh.


 


“Waaaw Amber berani sekali”, Puji Nolla.


 


Mereka lalu mengikuti Amber dari  belakang, namun saat mencapai pintu penghubung, Prof. Andrius melihat ke empat anak itu mencoba berjalan mendekati lobby dan tanpa basa basi dia pun menakuti mereka.


 


“DOOOR!!” Kejutnya.


 


“SHAHAHHAHAHAKSKSKWL”, Mereka berempat pun berteriak dalam batin dan menjatuhkan jajan mereka.


 


“GHYYYAAAA!!” Teriak Nolla dan Amber sambil berpelukan.


 


Namun setelah mengetahui kalau itu adalah Prof. Andrius mereka semua langsung lega.


"Bapak! Kok malah ngagetin sih?!", Bentar Nolla yang merasa kesal dengan sifat prof ini.


 


 


Andrius pun menampakkan ekspresi tanya, dan langsung di cuekin oleh mereka, mereka lalu melanjutkan perjalanan ke lobby.


Karena Andrius sudah mendapatkan notif dari Kevin, dia langsung menahan bocil2 kadal itu agar tidak mendekati area lobby.


"Eittsss Eits eits!", Larangnya sambil menahan lengan Nolla karena dia yang berada di paling belakang.


Lalu membuat Ajax, Amber dan Leo ikut berhenti dan bertanya kepada prof.andrius tentang apa yang sebenarnya tedjadi.


"Prof jarang-jarang sekali melarang kita", Ujar Ajax yang mulai mencurigai sifat profesor ini.


"Hooh nih, biasanya si gorila yang ngelarang" Tambah Leo yang dengan kurang ajarnya mengejek Prof. Melina.


"Memang ada apa sih pak? Kok yang lain pada bergegas gitu tadi?", Tanya Amber.


Dan Nolla juga ikut menggangguk.


Prof. Andrius pun melihat sekeliling sambil mencari bahasa yang bagus untuk di jelaskan ke anak-anak ini.


"Hmmmmmmm.... Begini Anak-anak, dengarkan aku, ada sekelompok serangga liar yang sedang masuk ke tower, dan ini sangaaat berbahaya, mereka bisa membawa infeksi jadi mendingan kalian kembali saja ke kamar kalian masih sampai menunggu informasi lanjut ya? oke?", Sarannya kepada Nolla dan lainnya.


"Ehhhh! serangga?! Nggak mauu dih takuuut", Mendengar pernyataan prof.andri, Nolla langsung merasa jijik dan ketakutan.


Melihat Nolla yang sudah ketakutan membuat Ajax dan Leo akhirnya mengikuti perkataan Prof.Andrius, karena mereka berdua tau kalau Nolla memiliki alergi dan trauma pada serangga.


"Yaudah kita balik saja, Yuk!", Ajak Leo sambil mengulurkan tangannya ke Nolla.


Nolla dengan keringat dingin pun menggenggam tangan Leo dengan erat lalj berjalan menuju Lift Asrama, dan meninggalkan Ajax dan Amber bersama dengan Prof. Andrius.


Andrius pun kesal karena Ajax dan Amber masih belum juga kembali.


"Kalian berdua kenapa malah belum jalan?", Tanya Andri dengan nada khawatir.


Amber pun menahan lengan baju Prof.Andrius dan mengelus-elus dadanya.


"Shuu~"


Sekstika Andrius kebingungan dengan perilaku Amber yang tiba-tiba meniup tangannya.


"Kamu kesurupan apa nih?"


"Hanya tiup saja, profesor tadi kayak tercegang gitu", Balas Amber dengan jawaban yang tak masuk akal.


"Apa yang kamu—"


"Alert! Intruders Warning!"


"ALERT!! TRUDERS WARNING!!"


Tiba-tiba alarm darurat berbunyi, lampu-lampu di sekitar langsung berganti warna ke merah dan berkelap-kelip. menandakan kalau "Para Serangga" yang di sebutkan Andrius tadi sudah masuk ke gerbang utama.


Sontak Andrius meneriaki Ajax dan Amber agar kembali ke asrama mereka segera.


"Kalian Berdua Kembali Ke Asrama Kalian, SEKARANG!!".


Melihat kalau dugaannya benar, Ajax langsung menarik tangan Amber dan membawanya menuju Lift Asrama.


"Wahhh!! Tariknya yang pelan2 saja", Marahnya kepada Ajax karena bersikap kasar dengan seorang gadis.


"Lembut2 nya nanti saja, kita harus bergegas, para penyusup itu sudah mendekati wilayah kuning", Jelasnya kepada amber.


Namun amber tidak memahami apa yang baru saja di ucapkan oleh Ajax.


"Maksudmu? Penyusup?! Siapa?—", Amber seketika terdiam melihat Ajax yang terkejut dan ikut menoleh keatas dan melihat informasi lantai akan di mana keberadaan lift mereka berada.


"Tunggu dulu, B3 itu Wilayah kuning kan?", Tanya Amber yang langsung merinding mengetahui fakta itu.


"Aghh! gimana ini, Ajaaaks!!"


"S-seebentar, Tenang D-dulu", Ujar Ajax dengan nada gugup.


Ajax juga ketakutan, namun dia tetap di sana bersama Amber dan meremas kuat tangannya Amber sambil melihat sekelilingnya dan mencari jalan keluar agar tidak berhadapan dengan para penyusup ini.


Namun semakij dia mencari-car jalan keluar, semakin dekat pula Lift itu mendekati mereka.


"A–ajax! Mereka sudah di B1" Jelas Amber yang ketakutan.


Mau tak mau Ajax membawa Amber kembali ke arah Lobby utama.


"Ayo!", Sahutnya.


Dengan sigap Amber ikut berlari bersama Ajax dan kembali lah mereka ke Lorong Penghubung, namun di sana sudah tak ada lagi Profesor. Andrius.


"Pro—", Amber mencoba memanggil Pror. Andrius namun Ajax langsung membungkam mulut amber.


Karena ternyata sudah ada seseorang di lobby utama dan sedang menuju ke arah mereka, Beruntungnya ada sebuah tanaman pot besar di sudut lorong penghubung dan Mereka berdua pun mengambil kesempatan untuk bersembunyi di belakang Pot Bunga itu.


Langkah per langkah dari orang itu pun semakin mendekat, membuat Ajax maupun Amber semakin ketakutan dan tak sanggup untuk melihat siapa orang tersebut.


Dan dari belakang pot itu, terlihat sebuah bayangan dari seseorang yang tingginya sama seperti Prof. Melina, namun mereka berdua tau kalau itu bukanlah Prof. Melina karena bentuk bayangan itu terlalu kekar untuk tubuh seorang perempuan feminim.


Sambil menutup mulut mereka, mereka berdua mendengar gerak-gerik dari orang itu dan mereka berdua langsung mengetahui kalau orang itu menunggu "Teman-temannya" di bawah.


*Tiiiiit


Pintu Lift pun terbuka dengan Akses dari orang tersebut, yang tak tau mereka dapat darimana.


Dan Tak lama kemudian suara yang familiar pun terdengar.


"Bagaimana dengan yang lain?", Tanya seseorang dari kelompok itu.


"Mereka berada di atas, CIA ntah bagaimana juga memasuki tempat ini, jadi kita harus bergerak selangkah lebih cepat", Balas orang tersebut.


Dan ternyata itu adalah–


"Kakak Million? Itu suara kak Milli bukan?", Kaget Amber sambil berbisik di dekat telinga Ajax.


Ajax hanya bisa membalas dengan anggukan, karena saking terkejut membuat dia takut akan bersuara lebih kuat dari Amber.


Namun dia beneran tidak menyangka kalau kak Million, odang yang selama ini bekerja dan dekat dengan Prod.Swis adalah orang dalam dari para penyusup itu.


Mereka berdua pun mulai lebih serius mendengar percakapan dari orang-orang itu.


"Apa menurutmu (Dia) orang itu yang membawa mereka?", Tanya balik orang tersebut.


"Itu tidak akan terjadi, karena orang itu juga tau seperti apa antek-anteknya CIA", Bales Million kepada temannya itu.


*Khatook!


"!!"


Seketika Million dan temannya mendapatkan pesan dari teman mereka yang lain.


"Hmmm? Lantai 3 sudah di kuasai oleh CIA, sebaikanya kita kesana" Ucap Million kepada temannya itu dan mereka langsung bergegas mengunjunginya.


Ajax dan Amber sampai keringat dingin, otak mereka serasa mau meledak.


Mereka berdua lalu mencoba kemana saja asalkan tempat tersebut aman, namun Amber tidak sanggup berdiri karena rasa takutnya itu sudah membekukan kakinya.


"Ajaax...", Saut amber, matanya sudah penuh genangan air dan ingin menangis, namun dia tau kalau dia menangis akan ada yang mendengar tangisannya nanti.


Dengan cepat Ajax mengelap air matanya Amber dengan ujung lengan bajunya.


"Shhh tenang Amber, kita akan baik-baik saja, Sebaiknya kita ke asrama saja lewat tangga daru—", Baru juga mau memutuskan destinasi, Seekor kupu-kupu berwarna merah menghampiri mereka.


"Huh?" Amber yang tadinya bergenang air mata menjadi tenang karena dia tau Kupu-kupu merah itu adalah Kekuatannya Vi–


"Victoria... Victor! di mana kamu, kamu bisa dengar kami? Lobby utama sudah di kepung orang aneh... Aku dan Amber kejebak di sini", Jelasnya kepada kupu-kupu itu.


"Darimana kamu tau ini kekuatannya Victor?", Tanya Amber dengan heran.


"Lah kamu juga bagaimana tau?", Tanya balik Ajax ke Amber.