
"Lah beneran kah Jax?", Kaget Amber dan dia tak sengaja menyebutkan nama Ajax.
Yela lalu terdiam dan menatap Ajax.
"Hahh? Lihatlah ini jika kalian mengatakan nama kalian sedari awal aku tidak harus bercanda kan Ahaha", Tawa Yela dengan Canggung.
Sontak mereka bertiga menatap Yela dengan kesal.
"Aku hanya bercanda... Anak itu belum bertemu dengan ku loh"—
"Belum! Berarti memang ada kan orangnya?!", Kaget Amber yang langsung menyela Yela.
Keributan kecil pun terjadi.
Nolla meminta amber untuk tenang, sedangkan Ajax terus melemparkan pertanyaan ke Yela.
"Kenapa Kami tidak mengingat nama anak itu?"
"Apa Profesor yakin dia pernah berada dalam iMObius?"
"Kalau beneran ada, mengapa kami tidak mengingatnya? Prof. Dion sudah mati kan, semua ingatan kami juga sudah kembali"
"Tapi kenapa kami tidak mengingat nama itu ataupun wajah dari anak itu"
Kepala Yela perlahan terasa penuh, segala macam pikiran dia rasakan.
Namun seketika dia teringat dengan percakapan Elizabeth yang pernah menemuinya bulan lalu.
"Semua selamat dan menjalani kehidupan mereka masing-masing, namun Kami belum menemukan keberadaan Vino dan April, bahkan Vicoria juga masih menghilang— Kami tidak tau dia berada di mana Profesor..."
***
— "Kami? Yang kamu sebutkan itu siapa saja sampai jadi kami?"
"Ahh maksudku Aku, dan Marcus"
—"Marcus? Maksudmu bocah psikopat itu? Kupikir dia sudah mati karena aku tidak menemukannya dulu saat membawa yang lain kabur dari Sky Tower"
—"Yah begitulah, Dia memang pandai menghapus jejaknya dari ingatan orang, bahkan aku juga melupakan keberadaannya sebelum Victoria membebaskanku"
"Lalu di mana anak itu sekarang?"
—"Eh!? Soal itu... Saya belum bisa mengatakannya kepada anda–"
***
"Benar juga, dia bisa menghapus keberadaannya", Gumam Yela.
Ajax dengan serentak mendekati Yela dan seketika langsung berada di depan meja Yela.
"Apa yang di hapus?", Tanya Ajax sambil menatap Yela dengan tatapan serius.
Yela lalu menahan wajah ajax dan ajax darinya.
"Hahhhhh lupakan saja, kalian akan tau saat bertemu Elizabeth nanti", Jelasnya yang terlihat sudah capek dengan mereka.
"Ayolah Nyonya Yellllaaaaay~ Masa sih gitu aja udah mager, adeh nenek tua nenek tua", Ejek Amber.
Sontak Yela merasa geram dan langsung mengambil sebuah buku di mejanya dan melemparkan buku itu kearah Amber.
*Blaaak!!
Dengan cepat kepala Amber langsung ter gebuk.
"Aaawwwch!"
Nolla hanya bisa menggelengkan kepalanya karena memang dia tau itu karma Amber sendiri karena sudah lancang kepada orang dewasa.
Ajax lalu menyela–
"Ngomong-ngomong, Soal Elizabeth... Memangnya kapan dia datang menemui anda? Kok saya gak tau ya?", Tanya Nolla sambil menggantikan suasanya di dalam ruangan itu.
Ajax juga ikut penasaran, karena selama 2 tahun berkeliaran ke seluruh dunia, dia belum pernah bertemu dengan Elizabeth ataupun mendengar kabarnya.
Seketika Yela merasa tertekan.
"Ahahaha bagaimana menjelaskannya ya... Kamu ingat waktu di mana Vermilion dan "Sword" lainnya terluka parah, dan kita secara dadakan harus menjaga 2 Kota karena kelemahan Area Aman?..."
"Di waktu itu lah, Amber menemuiku", Jelas Yela.
"Tapi bukannya waktu itu anda berada di tengah-tengah laut?" Balas Nolla sambik melemparkan pernyataan.
"Nah itu dia, dia dateng ntah dari mana barengan sama serangga merah gitu, muncul di kamar pribadiku secara tiba-tiba loh"
Mendengar itu, Ajax dan Amber langsung terkejut dan membuat Amber menampar meja.
"Itu- Itu kekuatannya Victor!!" Jelas Mereka berdua dengan Kompak.
Yela dan Nolla seketika terkejut.
"Victor? Maksudmu Victoria?..." Tanya Nolla yang terlihat ragu-ragu.
Yela lalu mendekati Ajax dan mengenggam lembut tangannya.
"Ajax dengarkan aku, bukannya aku meragukan kewarasan kalian. Tapi kenapa kalian tiba-tiba menyebutkan nama Victoria?", Tanya Yela dengan canggung.
"Kupu-kupu merah itu, itu adalah kekuatannya Victoria", Jelas Amber.
Nolla lalu kebingungan, begitu juga Yella, Mereka dengan ekspresi aneh bergiliran menatap Amber dan Ajax.
"Kupu-kupu merah apa?", Tanya mereka dengan kompak.
"Tadi anda bilang, Elizabeth datang dengan kupu-kupu merah yang beradal ntah dari mana kan?", Koreksi nya.
Nolla lalu menertawai mereka
"Ahahaha kalian ini, udah gak waras telinganya budek juga"
Yela pun mengela nafasnya.
"Astaga aku ada apa gitu... Kalian tidak dengar ya? Tadi aku bilang Elizabeth datang dengan tiba-tiba seperti Asap hitam gitu, aduh telinga kalian itu" Keluh Yela.
Amber dan ajax pun saling bertatapan satu sama lain.
"Ahahaha begitu ya, keknya emang telibga kita kesumbat bulu anjing kali ya", Canda Amber.
Dari pandangannya ke Ajax, mereka terlihat seperti memberikan kode.
"Ahahah sepertinya memang begitu... Ngomong-ngomong Kami ingat, kami datang menemui Nolla karena ingin menanyakan sesuatu" Jelas Ajax, dan Amber ikut mengangguk.
"Iya kah? Aku pikir kalian datang ke sini karena kangen sama aku", Canda Nolla.
"Itu juga, tapi ada hal pentingnya", Balas Amber.
Ajax mulai berjalan kembali ke sofa dan mendekati Nolla.
Setelah Ajax duduk di sampingnya, suasana di ruangan itu mulai serius.