
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?", Tanya Tempest yang melihat ketiga temannya itu terlalu santai dalam menghadapi bahaya.
"Tenanglah Tempest, kita santuy saja, toh belum saatnya juga", Balas Marcus dengan senyum kejam.
Dengan serentak tempest menoleh ke arah Leon, dan leon pun memahami tatapannya itu.
"Lakukan apa yang mau kamu lakukan saja dulu, Victoria juga pasti sedang duduk sambil ngeteh di sana", Jawabnya.
*Dan memang itu adalah kegiatan Victoria di sana.
"Tapi- aku memang mencari kalian, saat ku temukan kok kalian malah santai begini?!!", Kecewanya dengan kesal.
Elizabeth lalu berjalan mendekatinya.
"Kalau begitu, mau jalan-jalan bareng aku gak?", Ajak Eli.
***
Mereka berdua lalu berjalan di keramaian malam kota, tempat yang di tujui oleh mereka adalah sebuah Bar bernama "Netto" yang berada di distrik "Lampu Merah".
Bar itu ramai pada setiap jamnya, dan ada banyak jenis orang-orang di sana, namun Elizabeth menghiraukan mereka semua dan langsung menghadap ke Bartender yang ada di sana.
Tempest terdiam melihat orang itu.
"Nouman?", Kaget tempest.
"Hallo~ Elizabeth, Kau bawa siapa lagi kali ini?", Tanya orang itu dengan senyuman bisnis ke arah Elizabeth.
"Teman ku Tempest, tempest ini Reze kang tipu-tipu", Eli memperkenalkan mereka berdua sambil mengejek sang bartender.
"Hoy nenek sihir, kenalan sih kenalan tapi jangan menghancur bisnis orang juga", Bentak Reze dengan ejekan balik.
Si Bartender yang ada di hadapan mereka ini adalah salah satu dari Ras Nouman berjenis setengah kelinci-Manusia.
Sebutan untuk "Nouman" sendiri adalah anak-anak yang terpampang Radiasi "Red Zone" saat mereka masih berada di dalam kandungan ibu mereka.
Dan mereka ini berbeda dengan anak-anak dari "Sky Tower" karena mereka murni terlahir seperti itu.
"Berapa banyak sih teman yang kamu punya?", Tanya Reze sambil membersihkan gelas2 nya.
Elizabeth membalas sambil mengangkat bahunya.
Si bartender itu lalu memberikan Tempest segelas minuman.
"Cocktail?- ahaha aku hanya bercanda, ini Lemon Tea loh", Balasnya dengan tawa setelah melihat Tatapannya Eli.
Tempest menatap telinga bartender itu cukup lama.
"Kenapa ada Nouman berkeliaran disini? Bukannya kalian berada di dalam militer?", Tanya Tempest sambil memyerup Lemon Tea sajiannya.
"Memang, tapi aku kasus special, kamu lihat ini? Ini adalah alat mereka", Jelasnya sambil menunjuk ke alat krcil berwarna hijau yang berada di bawah mata Kanannya.
"Pokoknya tenang saja Reze, Militer sama si C beda kasta, musuhan malah jadi kalau soal bocor, militer ibaratnya Cat No drop buat dinding kita", Jelas Elizabeth dengan random.
Namun tempest memahami bahasa Eli, karena dia tau di dalam Bar ini ada banyak jenis orang, dan beberapa juga memantau mereka, jadi Eli memakai bahasa yang dulu di pakainya di dalam SK.
"Lalu kembali ke tujuan awal kita kesini, Reze seperti biasa, Trading", Ujar Eli sambil mengulurkan tangannya.
Reze lalu membuka laci di dekatnya dan mengambil Hardisk dan memberikannya ke tangan Eli.
"Yang ini paling baru ya, lalu jangan ada yang menetes", Ucap Reze dengan tatapan serius.
Tempest enggak paham dengan apa yang mereka berdua lakukan dan ingin menanyakannya, namun suaranya terhenti karena Eli berdiri dan berbisik ke telinga Reze.
"..."
Tidak lama kemudian, seseorang datang menghampiri mereka, Eli pun berhenti dan duduk kembali ke bangkunya.
"Selamat malam tuan, apa yang ingin anda pesan", Sapa Reze ke pelanggangnya.
Reze pun melakukan kesibukannya.
"Apa yang kamu bisikan padanya?", Tanya Tempest yang penasaran.
"Ahahaha Biasa lah hari-hari begitu", Jawab Eli dengan random yang membuat Tempest tidak bisa mengartikannya kali ini.
Eli lalu berdiri dari bangkunya.
"Sudahlah ntar kamu tau, Yuk kita berangkat", Ajaknya.
Tempest benar-benar heran, teman2nya ini otaknya kemana sih, namun sedikit yang dia tau kalau sebenarnya otaknya juga begitu.
Dia lalu menghabiskan Lemon Tea yadi dan bergegas mengikuti Eli yang sudah berjalan ke luar bar.
"Eeel! Tunggu akuu~", Sapanya.
***
Di Markar Rahasia Kerdil2 (Gorong2 Sempit di Kota).
Terlihat Leon yang sedang sibuk membuka satu persatu berkas2 di mejanya dan ada sebuah berita yang terpampang di layar komputernya.
Sedangkan Marcus sibuk memainkan game Openworld di NSnya.
"..."
"Ey Sapi sok sibuk amat dah", Sebel Marcus yang melihat Leon ruang tv.
"Diam dulu jangan bicara", Balasnya.
"Ngapain sih malam-malam bukannya tidur, dan bukannya kamu sering yang bilang (Susah santai saja kita tunggu perintah victoria baru kita bergerak)", Balas Marcus dengan ejekan sambil meniru nada bicara Leon.
Mendengar itu, Leon langsung menyampingkan Layar Komputernya.
"Pelihara katak kek gini ya, taunya cari ribut aja", Ejeknya balik.
"Asal kamu tau ya, Eli baru saja mengirimkan Hardisk yang dia dapatkan dari Tradingnya dengan Si Reze", Jelas Leon sambil mengerahkan Layar Komputernya ke arah Marcus.
Dari jauh Marcus melihat beberapa foto hewan.
"Hewan?", Gumamnya.
Dia lalu menaruh NSnya dan berjalan mendekati meja Leon.
"Ini... Maksudmu si badut itu memberikannya ke Eli? Kok bisa ke kamu?", Marcus pun melemparkan pertanyaan ke Leon.
"...", Namun leon tidak menjawab dan hanya menatap Marcus dengan datar dan kecewa.
"Oiya aku lupa kekuatannya Eli apa, ehehe maaf lah beban otakku banyak ini", Jawabnya dengan tawa canggung.
"Tapi kok Para Nouman bisa di budak-budakin begitu? Bukannya mereka di lindungi oleh Militer ya? Dan Zona Merah kan juga di segel oleh pemerintah", Sambungnya.
Leon lalu membalikkan layar komputernya ke semula.
"Itu dia, dari laporan yang Eli berikan, ada info yang mengatakan kalau beberapa wanita hamil di culik dan sengaja di biarkan di Zona Merah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, anak-anak mereka pun bernasib seperti ini", Jelasnya.
"Itulah mengapa mereka memburu Oknum2 seperti ini, dan mencari anak-anak yang di bawah oleh mereka", Sambung Leon.
"Lalu kenapa kamu malah sibuk mencari berkas2 fisik? Bukannya semua ada di komputermu kan?", Tanya Marcus lagi sambil mengalihkan pandangan Leon.
Tangan Marcus lalu mencoba mengendap-endap dan mencurry Packing Oreo yang ada di dekat gelas coklatnya Leon.
"Kalau aku tidak salah ingat, 3 hari yang lalu Onix membawa surat dari anak kecil yang mengatakan kalau Ibunya menghilang–".
"Chihuahua liar itu Bawa Comission?!", Kaget Marcus sambil mengisi oreo ke dalam mulutnya dengan pelan.
"Iya, hari itu kan kita sibuk jadi aku hanya membaca 2 baris kalimat awal saja, dan skarang lupa di mana ku taruh surat itu, Ahhh", Jelas Leon yang mulai panik.
"Hadeh~, makanya ku katakan taruh aja semua berkas2 di komputermu, mau itu penting atau tidak, efek sampingnya gini amad, yang satu lupa naruh barang, satunya lupa hari, satunya lupa rasa makanan pula, beruntung aku kabur dari sana lebih awal", Pasrah Marcus.