
Pasukan militer sudah sampai ke lantai bawah, mereka dengan cepat langsung menangkap Penghianat itu, dan sisanya membawa para korban ke luar dari penjara.
Saat melihat nasib mereka, ada beberapa yang langsung muntah bahkan pingsan, perasaan mereka bercampur aduk.
Sepertinya Si Penghianat itu akan mendapatkan hukuman mati, tapi sebelum di hukum, dia pasti akan di interogasi terlebih dahulu.
***
Elizabeth, Marcus dan Tempest lalu menemukan sebuah ruangan yang mana itu adalah ruangan kaca, tapi kaca tersebut memiliki unsur "NEPTO" yang saat di sentuh itu bisa menghilangkan kekuatan Nouman ataupun Awakener.
Di dalam ruangan itu terdapat anak-anak bayi, Para Nouman yang baru lahir.
Pasukan dari Militer juga bertemu dengan mereka bertiga dan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut untuk menyelamatkan bayi-bayi itu.
Namun ada Bayi Kembar yang menarik perhatian Marcus, dia merasakan energi yang sama seperti Jepitan dari Ibunya Weisten di tangannya ini.
"Tunggu..", Sahut Marcus ke Tentara yang membawa bayi kembar tersebut.
Sontak Elizabeth dan Tempest terkejut melihat Marcus.
"Apa yang kamu...", Marcus memotong suara Elizabeth dan langsung mendekati tentara itu dan mencoba menggendong bayi kembar tersebut.
Namun Tentara itu menolak, karena walaupun Dia di perintahkan untuk tidak khawatir terhadap Kelompok ini tapi dia masih mencurigai mereka berempat, terutama Leon yang berada di atas.
"Mereka adalah Bayi dari tante saya, tolong kembalikan mereka", Ujar Marcus dengan berakting sedih.
Tempest mengerti dengan apa yang terjadi dan langsung mengikuti dramanya Marcus.
"Itu benar pak, kedua bayi kembar ini menghilang bersama ibu mereka, mereka baru berumur 2 hari, tolong jangan menjauhkannya dari keluarga kami", Tambah Tempest dengan mata berkaca-kaca.
Karena merasa kasihan, dan daripada bikin nayi-bayi ini mati, Tentara itu langsung mengembalikan Kedua bayi itu ke Mereka.
Elizabeth hanya bisa tertawa dalam batin sambil menutup wajahnya, dia sedang berakting nangis loh ini.
Kedua bayi kembar itu, termasuk dalam Nouman Karnivora, salah satu dari mereka adalah Elang Putih sedangkan yang lain adalah Elang Hitam.
Hal ini bisa di lihat dari Sayap kecil dan mata mereka yang berbeda.
Setelah kedua bayi itu berada di tangan Tempest dan Marcus, mereka bertiga pun kembali ke markas mereka melalui Portalnya Eli.
Sedamgkan Leon kembali dengan membawa pulang Monster sebuah Snow Lion.
***
Di sisi lain, Markas Besar CIA atau lebih Tepatnya penjara bawah tanah di mana Victoria berada.
Penjara itu agak berbeda dari yang lain, di sana semua sel tahanan di lapisi oleh kaca tebal secara keseluruhan, agar gerak-gerik para tahanan bisa terlihat jelas.
Dan kebersihan semua sel juga terjaga, mereka memberikan layanan yang nyaman di setiap sel, ada Sofa, kasur tidur, wastafel, toilet dan karpet yang mewah.
Namanya juga penjara kelas atas ya, jadi semua tahanan di layani seperti di hotal Bintang 5, agar mereka bisa merasakan kesenangan sebelum di eksekusi.
*Baik sekali...
Sesampai nya di sel Victoria yang bernomor #223, dia melihat Victoria yang sedang tiduran di lantai sambil menatap langit, dan menyandarkan kakinya ke Sofa.
Keadaan Victoria terlihat buruk, rambutnya berantakan, wajahnya kusam dan matanya terlihat tak memiliki cahaya.
Tanpa basa basi, sang penjaga langsung menarih makanan siangnya Victoria melalu lubang perantara.
"Makan Siang mu nih, dasar pesikopat"
Sesaat makanan siang itu masuk ke ruang selnya Victoria, dia langsung menoleh ke arah penjaga dengan tersenyum sadis.
Sontak si penjaga itu langsung ketakutan dan menarik tangannya dari lubang itu lalh berjalan cepat menjauhi selnya Victoria.
Sesaat Penjaga itu pergi datang, penjaga lain yang membawa koran padanya.
Tanpa berlama-lama Victoria langsung berdiri dan berjalan dengan agak pincang untuk mendekati pintu selnya, Dia lalu mendekatkan wajahnya ke kaca.
"..."
Si penjaga ini memakai helm, membuat wajahnya tidak bisa di lihat oleh Victoria.
"...", Victoria hanya terdiam melihatnya sambil kebingungan.
Dia dan penjaga itu saling bertatapan.
Karena tidak ada respon, Victoria lalu menghiraukan penjaga gila itu dan kembali sambil membawa koran dan makan siangnya.
Dia lalu duduk di lantai sambil melipat kakinya, dan mulai makan, namun santapannya tidak enak karena si penjaga itu tetap melihatnya.
Karena sudah muak, Victoria melemparkan garpu ke arah penjaga itu, kaca yang tebal membuat garpu tersebut hanya bisa tertancap saja.
Si penjaga itu terkejut dengan kekuatannya Victoria.
Lalu Di ruangan pengawas yang memantau seluruh cctv di penjara, muncul seorang anggota CIA, dan orang itu menatap Victoria sambil tersenyum.