
Semua anak-anak itu mengalami rasa sakit yang dasyat.
Bukan hanya kepala mereka yang sakit, tapi tubuh mereka jg kesakitan, terasa seperti di tusuk oleh puluhan jarum.
Namun ada 3 anak yang tidak merasakannya sama sekali.
Mereka adalah anak-anak yang berada di dalam Fase Hibernasi.
Lalu Swis yang sudah sampai di Basement, menyadari kalau Andrius telah sampai ke sini lebih dulu dan sudah menyadarkan paksa ke tiga anak yang sedang berada dalam masa hibernasi.
Itu karena sekarang, Dia berhadapan dengan salah satu anak itu.
Dan anak ini yang paling kejam sifatnya.
Amaron–
"Apa yang kamu lakukan di sini, Amaron", Tanya Swis yang sebenarnya dia hanya basa-basi saja dengan Monster itu.
Amaron menatapnya dengan dingin, dan perlahan keluar darah dari tubuhnya.
Darah2 itu lalu berkumpul di tangan Amaron dan berbentuk menjadi Kapak besar.
Benar, Amaron bisa mengendalikan darahnya, itulah mengapa dia adalah anak terkuat ke 3 setelah Victoria dan anak lainnya yang juga ikut dalam fase hibernasi.
"Pengjhanat... Harus Di Basmi"
Jawab Amaron dengan tatapan dingin dan nadanya serak ke Swis.
Swis pun terkejut dan bersiap melindungi dirinya karena dia berpikir kalau amaron menargetkan dirinya.
Namun ternyata tidak.
"Andrius... Penghianat, Kevin–Atas" Tambahnya sambil mengarahkan kapaknya ke atas.
Mendengar itu membuat swis tidak percaya, kalau Kevin adalah penghianatnya.
Baru juga dia mengedipkan matanya, Amaron langsung menghilang dari hadapannya.
"Sepertinya banyak yang akan mati"
Sebutnya sambil berjalan ke ruangan inkubasi.
Sesaat sampai di dalam sana, dia melihat Andrius yang sedang sibuk membangunkan Kedua Anak yang lain.
"Kamu mengharapkan apa dari mereka, April berada dalam keadaan kritis, dan Vino baru saja tertidur kemarin, hentikan usahamu itu Andrius, buang-buang waktu saja", Ujarnya.
Andrius pun menghentikan aktifitasnya, dan merespon akan kata-katanya swis.
"Apa kamu tau, Mereka menghianati IMObius?" Tanya Andrius dengan nada dingin.
Sontak itu membuat swis terkejut saat mendengarnya.
"Hah?! Maksudmu Kevin?! Anjing sialan itu beraninya dia"
Hinanya sambil berjalan menghampiri Andrius.
"Aku juga tidak mengerti kenapa, padahal dia yang di pilih olehnya untuk memimpin proyek ini", Tambah Andrius.
"Hooh, Aku juga tidak paham—"
*Traaak!!
"Apa yang kamu lakukan, Swiis!!"
Bentak Andrius yang memarahi Swis karena menodongkan pistol ke kepalanya.
"Apa?... Kamu tidak tau ya, kalau aku di perintahkan untuk membasmi kalian jika mereka sampai ke sini?", Ucap Swis dengan nyengir jahat.
"Kau... Bekerja sama dengan para pemberontak itu?– UGHH!!"
Swis dengan kuat menumbuk kepala Andrius dengan pistolnya, membuat Andrius tertekan pada Kaca Inkubasi di depannya.
"Ahh ya aku lupa, Kamu tidak tau kalau CIA juga ikut membasmi tempat ini kan?"
Andrius pun merasakan niat membunuh Swis yang tidaklah main-main.
"Kau Anjing Sialan, beraninya menggunakan kekuatanmu kepada kawan—"
BANG!!
Andrius pun mati seketika.
Kematiannya sangat gampang, walaupun dalam fisik Andrius merupakan yang terkuat, tapi Kekuatan Petirnya tidak mempan melawan Swis yang bisa mengendalikan Waktu di sekitarnya.
Dan Sejak memasuki ruang inkubasi, Swis sudah menggunakannya.
Itulah mengapa, Andriud tidak bisa bergerak karena Swis telah mengehentikan Waktu bergeraknya tubuh Andrius.
Dan Seperti katanya tadi, Impostor sebenarnya di dalam IMObius adalah Swis sendiri.
Beruntungnya, Victoria sudah menaruh kupu-kupu miliknya di sana sejak April pertama kali masuk ke sana.
Jadi dia bisa memberitahukan hal ini kepada yang lain dan memperingati mereka.
***
"Swis membunuh Andrius?!", Kaget Melina dan Kevin dengan kompak.
"Hooh itu yang di katakannya", Jawab Million yang mentransletkan apa yang di sampaikan oleh kupu-kupunya Victoria.
Melina pun menangis dan tidak menyangka temannya di bunuh.
Walaupun dia juga tau semua yang selama ini mereka lakukannya hanyalah drama di balik kertas (Kontrak).
Di sisi lain.
BFive berhasil mengalahkan Julian dan membuatnya sekarat, Cecil juga begitu namun dia masih berdiri teguh melindungi Julian.
"Profesor berhentilah membuang-buang tenagamu... Apa kamu tau kalau Andrius sudah mati? Aku tidak sabar membawamu mengikutinya"
Cecil pun terkejut dan goyah, membuat perlindungannya terbuka dan dia langsung di serang oleh Bfive.
Bagian perut kirinya pun tersobek, membuat dia melemah karena dari tadi telah kehilangan banyak darah.
Namun dia tetap tidak menyerah, dengan tenaga nya yang masih tersisa dia menggunakan kekuatannya lagi, dan menyerang BFive dengan Angin2 yang setajam pisau.
Namun Bfive bisa menangkis serangan Cecil dengan mudah.
"SIALAN KAUU BFIVE, Jika aku tau kalimat (berakhir) di dalam kontrak itu adalah ini, maka aku akan menolaknya!"
Teriak Crcil dengan kesal bercampur sesal.
"AAAAAGHHHHHHKKKK!!"
Bfive tanpa belas kasih menusuk perut Cecil dengan pedang besarnya.
Membuat Cecil terjebak dan tidak bisa bergerak, dengan sekuat tenaga, dia mencakar Bfive membuat angin tajam ikut menyerang Bfive.
Sekali lagi BFive bisa menangkis serangan lemahnya Cecil itu.
"Hanya ini saja kekuatanmu, Cecil? Di mana Prof. Cecil orang terkuat kedua di IMObius?"
"Halloooo Ceciliaa dimanaaa kamuuu?"
Hina Bfive dengan jahatnya, dia juga menendang2 tubuh Cecil membuat cecil hanya bisa menahan rasa sakit itu, walaupun air matanya mengalir dia tidak berteriak karena dia tidak ada tenaga lagi.
"AAAKKKKHH!!"
"Kh-Kappteeenn!!"
Dari belakang, Seseorang mulai menyerang bawahan BFive dengan mudah.
Dan itu adalah Amaron.
Dia dengan gampangnya meledakan tubuh orang-orang itu, karena kekuatan Amaron adalah pengendalian darah, dia bisa dengan gampang dan sesuka hati mengendalikan darah dirinya maupun darah orang lain.
"Hah? Lihatlah Siapa iniii, Gadis keciiil ternyata?"
Bfive yang tidak tau apa-apa, meremehkan Amaron dan beralih menyerangnya namun tubuhnya tiba-tiba berhenti sendiri.
Sontak, Dia terkejut saat menyadari Amaron hang sekejap sudah berada di depannya.
Amaron pun menyentuh tangan BFive dan saat kulit mereka tersentuh, Tangan Bfive langsung meledak.
*BAAAAM!!"
Sontak Bfive berteriak kesakitan dan berguling di lantai menahan rasa sakit itu.
Amaron lalu melihat Cecil dan bergumam.
"Darah banyak... Pikir Kevin, Julian sekarat... Ceci-lia terluka..."
Tanpa berlama-lama, Amaron langsung membuka tangan ke arah Bfive dan Bawahannya.
Kemudian Darah-darah yang bergenang di lantai, maupun yamg masih berada di tubuh orang-orang itu di rebut Amaron dan di gunakan olehnya untuk menyembuhkan Cecil dan Julian.
"Hahaha Kamu mengalahkaj mereka dengan mudah sekali... Tali jangan berharap aku akan berhenti disini"
Melihat it kalau Bawahannya di kalahkan dengan mudah oleh Amaron, membuat Bfive menyuntikan Serum "Musim Salju" yang sebelumnya sudah dia curi ke dirinya sendiri.
Seketika itu juga, kekuatan Bfive bertambah kuat.
Namun itu tidak menggertakan perhatian Amaron sedikit pun, karena Amaron masih sibuk menyembuhkan profesor kesangannya itu.
Setelah Luka-luka yang miliki Cecil tadi mulai sembuh secara perlahan, dia lalu beralih ke Julian dan mulai membiarkan Julian meminum darahnya.
Selain menjadi racun, atau senjata, darah Amaron juga bisa menjadi obat, tergantung pada dosis yang dia berikan.