Hopes In The Deadly Winter

Hopes In The Deadly Winter
S2 - Pemburuan



"Kita kembali lagi mengingat tragedi terburuk kita, Setelah ledakan yang merubah dunia kita terjadi di tahun 2019, setelah selang 8 tahun, ledakan yang sama juga terjadi 2 tahun yang lalu.


Namun kali itu berbeda, beruntungnya ledakan yang terjadi di Pegunungan Rester tidak lah berdampak apa-apa, pemerintah menjelaskan kalau ledakan itu terjadi karena kesalahan Uji Coba Senjata terbarunya Militer Pasukan Amerika.


Walaupun di kalangan masyarakat sendiri terdapat rumor-rumor yang beredar kalau sebenarnya itu adalah sebuah Fakultas Uji Coba milik Perusahaan IMObius yang ga—"


*Ksssstttt~


"Berita Selanjutnya... Peramalan Musim Dingin Tahun ini di kabarkan akan lebih dingin dan penuh dengan badai. Bagian Keamanan Nasional mengabarkan kepada seluruh masyarakat agar tetap berwaspada dan berada di dalam rumah.


Musim dingin yang sebulan lagi datang ini, di prediksi akan membawa banyak kematian, dan pemerintah menjelaskan kalau mereka akan mencari solusi dan mendapatkan jawaban untuk mengatasi bahaya tersebut—"


Seorang Wanita mematikan siaran berita itu, dengan wajah cueknya dia meremehkan apa yang di beritakan.


"Lihatlah mereka, bukankah secara tidak langsung mereka mengancam kita?" Ujar wanita itu.


Ternyata dia bukan sedang berbicara sendiri, melainkan berbicara dengan seorang remaja yang berada di belakang sofa.


Remaja itu memiliki rambut berwarna putih dan berumur sekitar 17 tahun, tunggu- ini Tempest?!!


"Eum, kalau saya sih tidak masalah, toh bukan hanya kita bahayanya juga, tapi monster-monster itu akan memanfaatkan Fenomena ini untuk mengadakan pesta makan-makan", Jelas Tempest.


Wanita itu pun melihatnya dengan wajah kecewa.


"Kamu ini, setelah kami membawamu keluar dari Sky Tower, lalu kamu sadar dari hibernasimu yang kek mayat itu, sifatmu jadi berubah 90 derajat loh"


Jelas Wanita itu, Dia lalu berdiri dari sofanya dan mendekati Tempest.


"Ngomong-ngomong, kenapa kamu masih di sini? Bukannya seharusnya kamu pergi melakukan ekspedisi bersama Nona Killian Ya?", sambung wanita Itu.


Tempest pun menggelengkan kepalanya.


"Kakak Lian memberikan kebebasan padaku... Katanya lebih baik mencari sesuatu yang berharga dulu... Dia bilang, hawa jiwaku seperrti peti kosong tanpa harta" Jelas Tempest dengan wajah kaku.


Seketika wanita itu langsung membalas.


"Sesuatu yang berharga? Apa itu? Emas, uang, kenangan atau...", Tanya dia yang menyebut segala macam hal-hal yang di pikirkannya.


Tempest lalu mengambil sebuah Kalung yang berharga baginya, dan kalung itu ternyata pemberian Elizabeth dulu kepadanya.


"Teman-temanku...", Jawabnya sambil melamun.


Wanita itu lalu konek dan menyebutkan apa yang terjadi waktu pertama kali Tempest ke sini.


"Ohhh maksudmu anak-anak yang pernah di rawat oleh Pak Kevin dulu ya? Yang katanya dia gagal menemukan anak-anak lain, dan melainkan hanya dirimu saja—"


"Ughh Yeji, sudahlah aku pergi keluar saja", Ujar Tempest yang terlihat muak dengan percakapan wanita bernama Yeji itu.


Wanita itu pun tertawa tipis dan menepuk-nepuk bahu Tempest sambil minta maaf.


"Ya ya, maafkan aku ya tempest, ehehe"


Tempest lalu mengambil tasnya yang terlihat kalau dia akan pergi menjelajah.


*Di Sisi Lain....


Disana terlihat kalau mereka sedang memantau proses introgasi dari seorang remaja SMA yang berada di ruangan lain..


Suasana di sana seperti mengancam dia, namun anak sma yang di introgasi itu terlihat santai dengan hinaan / ancaman dari para anggota CIA.


Bahkan di saat kepalanya di gebuk ke meja juga dia masih tertawa senyum dan menganggapi pertanyaan mereka sebagai candaan.


"Katakan Padaku, Di Mana Keberadaan Teman-Temanmu Yang Lain!!", Bentak salah satu anggota yang mengintrogasinya di dalam ruangan itu.


Remaja itu pun membalas dengan tawa tipis.


"Ehhhh? Mereka kan berada di sekolah, ya ampun kalian ini polisi apaan sih? Memaksaku untuk mengikuti kalian, dan malah menanyakan keberadaan teman2ku yang justru masih berada di sekolah, buang-buang waktu belajarku saja", Jelasnya dengan tawa tipis.


Orang-orang itu lalu menunjukan sebuah foto kepada remaja itu, di mana di dalam foto itu terdapat beberapa anak-anak kecil yang duduk berbarengan, di sana juga terdapat beberapa anak berambut putih dan foto itu seperti sebuah foto perkumpulan kelas.


Namun mereka semua tau arti sebenarnya dari foto itu.


Mereka lalu melihat perubahan ekspresi anak itu, dengan cepat orang itu meremas kerah bajunya.


"Ha! Sudah kuduga, kamu pernah berada di tempat itu", Balasnya.


Remaja Itu lalu tersenyum lagi..



Wajah seriusnya itu pun membuat mereka terhentak, dan menyadari kalau sesuatu akan terjadi...


*BAAAM!!


Dan benar saja, dugaan mereka benar...


Sebuah ledakan langsung terjadi tepat di dalam wilayah mereka.


Orang yang berada bersama remaja itu pun ingin menghabisi remaja tersebut. Namun, Dinding di belakangnya mulai meretak, dan BAMM!!


Monster serigala api ungu besar telah menerobos dinding itu dan langsung mencakar orang CIA terdekat.


*GWAAAAR!!


Markas CIA di wilayah timur pun berantakan karena di serang oleh monster-monster yang berasal ntah dari mana.


Mereka seperti berasal dari dalam wilayah CIA Sendiri.


Dan di balik ke kacauan itu, Ruangan Introgasi yang tadinya di tempati anak remaja tadi telah kosong.


Tidak ada lagi manusia yang selamat di tempat itu, mereka di gigit, di cabik dan di cakar habis-habis oleh monster2 yang menerobos ke markas mereka.


Lalu untuk anak remaja itu, dirinya terpantau akrab dengan monster-monster tersebut dan malah seperti memahami bahasa mereka.


***


Berita Penyerangan di Markas CIA pun menjadi berita utama di seluruh dunia.