
"Hmmm Aku tidak mau komentar banyak sih, tapi bukankah yang kamu lakukan ini terlalu berlebihan", Jelas seorang gadis berumur berambut putih yang sedang melihat berita tersebut.
Ternyata dia sedang bercakap dengan Anak SMA itu, pelaku yang menyerang markas CIA di wilayah timur tadi.
"Hahaha Aaaammmbeeerrr~ Berhentilah Berbelas Kasih!", Bentak Remaja itu kepada Gadis yang mengomentarinya.
"Bukan begitu, aku hanya mengomentari apa yang kamu lakukan itu melukai orang biasa juga, dan ayolah Ajax sudah ku katakan jangan memanggilku dengan nama itu lagi", Jelasnya kembali.
"Hmph! lihatlah kamu sendiri juga sama, masih memanggilku juga dengan nama itu", Balas Ajax sambil melemparkan Fakta.
Dan ternyata, Mereka berdua adalah Ajax dan Amber yang sudah tumbuh lebih dewasa, lebih tampan dan manis.
Tapi nama yang sekarang mereka pakai bukanlah "Ajax" dan "Amber" lagi.
Melainkan Nama Lain yang mereka pakai, yaitu "Yundai Shimura" dan "Skyria Abbaretta" nama ini juga sama dengan apa yang tertulis di kartu identitas mereka sebagai rakyat biasa.
Berkat kekuatan Ajax, Mereka berdua bisa memanfaatkan orang yang tepat untuk membuat identitas baru ini.
Hal ini mereka berdua lakukan juga untuk tidak terdeteksi oleh CIA maupun Orang-orang dari IMObius.
Walaupun akhirnya ketahuan juga.
Tapi bukan hanya mereka saja yang mengubah identitas mereka, tapi anak-anak yang lain juga.
Itulah sebabnya mereka tidak bisa di temukan sampai sekarang.
"Okok, Nyunnyun Babyy~ Tolong jangan panggil aku dengan nama itu ya–" Ejeknya.
Ajax pun menatapnya dengan tatap kesal.
"Hahhh lupakanlah, kalau hanya kita berdua pakai nama itu juga tidak apa".
Amber seketika bahagia saat mendengar balasan ajax.
Namun raut wajahnya tak lama berubah menjadi sedih.
"Sebenarnya aku juga tidak mau karena bisa saja ada yang mengetahui keberadaan kita, tapi nama itu adalah nama yang dia berikan kepada kita...", Ujar Amber sambil melihat ke layar hpnya.
Yang mana, Walpaper yang terpajang di hpnya itu adalah foto lama dari Victoria yang dia simpan sejak dia masih berada di bawah perawatan Prof. Julius.
Ajax lalu berjalan masuk kembali ke ruangannya.
Serigala merah yang tadi bersama ajax lalu berjalan mendekati Amber sambil memberikan sebuah berkas yang sempat dia ambil di markas CIA.
Tak lama dari itu dia lalu berjalan mengikuti Ajax, dan merubah ukuran tubuhnya menjadi lebih kecil, seperti anak anjing.
Amber lalu melihat berkas itu, tak lama dia langsung menoleh ke arah Ajax.
"Tunggu- Ini!!"
"KENAPA BARU MEMBERIKANNYA PADAKU!!"
Bentak Amber sambil melemparkan berkas itu.
Ajax yang sudah berada di lantai atas lalu menghentikan langkahnya.
"Aku juga baru mengetahuinya, tidak— Mereka juga baru mengetahuinya... Saat pertama kali melihat berkas itu aku juga terkejut loh, ahaha"
Tawa Ajax sambil menoleh ke arah berlawanan.
Tanpa berlama-lama, Amber langsung bersiap-siap dan mulai bergegas mencari jejak orang yang menjadi topik utama di dalam berkas itu.
*Braaak!!
Terjadi kekacauan kecil saat dia mempersiapkan barang-barangnya itu.
Melihat kesibukan Amber di bawah, Serigala merah kecil milik Ajax pun menatapnya.
"Itu tidak perlu, biarkan saja dia menemukan jawaban yang sebenarnya"
Ajax lalu berjalan masuk ke ruangannya, meninggalkan serigala kecilnya berjaga di depan pintu kamarnya.
Pandangan si serigala lalu tertuju ke meja di bawahnya, dari jauh dia pun membaca berkas itu dan di dalam itu bertuliskan...
"Musim Salju... di ...... oleh Sabrina Ka.... adalah sebuah senjata... sangat berhaya... ...... semua sampai ke akarnya, ambil .... hasil .... dan tangkap anak Donovic karena dia adalah .... "
Serigala itu seketika terkejut saat membaca nama "Donovic" yang muncul di dalam berkas itu.
Dari ingatannya, dia pernah melihat Tuannya mengamuk saat musuh yang di hadapinya menyebutkan nama tersebut.
Dan Itu adalah pertama kalinya dia melihat Tuannya menjadi ganas karena nama dari seseorang yang bahkan belum pernah dia lihat Tuannya menemui orang itu.
"Teman lama Tuan? mungkin..."
Serigala itu lalu membuang jauh-jauh pemikirannya dan mulai mengambil posisi untuk tidur di depan pintu kamar tuannya.
Baru juga mau tidur, Ajax langsung membuka pintu kamarnya dan terlihat terburu-buru pergi ke suatu tempat.
"Tuan?"
"Ayo Hugo! Kita selamatkan teman kita!"
Perintah Ajax yang menunjukan ekspresi khawatir nan senang.
Sebelum mengikuti Tuannya, Hugo sempat melihat layar tv di dalam ruangan Tuannya, dan disana terputar berita akan Sebuah Guild bernama White Knight yang sedang menyerang Monster di wilayah luar bagian utara.
Namun berita itu ter-pause dan menyeroti Gadis Remaja berambut Ungu dan di sampingnya ada Laki-laki berambut merah yang memakai pedang claymore.
*****
Di sisi lain...
Amber yang tadi pergi dari markas mereka yang berada di pelabuhan terbangkai, sekarang sudah sampai di Ibu Kota...
Mulai mencari jejak Victoria.
Dia memulai pencariannya dari sebuah kafe, lalu ke bar, perpustakaan dan kolam ikan.
Dari siang sampai malam, dia selalu berulang-ulang mencari jejak victoria namun tidak menemukan satu pun jejak dari Victoria.
Padahal dia sudah yakin, jika memang Victoria masih selamat, dia pasti akan berkunjung ke salah satu tempat itu, karena tempat yang dia kelilingi tadi sering di hinggapi oleh kucing-kucing liar.
Dan Amber tau, Victoria akan mencari kucing-kucing liar dan memberi mereka makan.
Karena Victoria pernah mengatakan kepadanya kalau dia dan ayahnya dulu sering mengunjungi tempat-tempat tersebut untuk menyuapi kucing-kucing liar.
Lalu karena hari sudah larut malam.
Amber pun mengurungkan niatnya kembali dan berencana pulang ke markas mereka.
"Nona Amber!!"
Tiba-tiba, Burung Phoenix milik Ajax datang menghampirinya.
Seketika Amber terkejut melihat burung tersebut, karena dia tau saat Burung ini di keluarkan oleh Ajax, pasti terjadi sesuatu yang tidak bisa Ajax kendalikan.
Dan Dugaan Amber benar.
Setelah berlari mengikuti Sang Phoenix, Amber akhirnya sampai di Gerbang Bagian Utara.
Di sana dia melihat Ajax yang sedang mengobati luka seorang gadis, di sisi lain ada seorang laki-laki yang di tekan oleh Anggota CIA...