
Mereka berdua pun menatap satu sama lain dan mulai mencurigai satu sama lain.
"Selama ini berarti kamu tau?" Tanya Ajax ke amber.
"Hah? Tau darimana Aku aja baru dateng ke sini kok", Balas Amber.
"Benar juga, Amber baru masuk ke Sky Tower tiga hari yang lalu, itu mustahil dia bisa melihat kekuatannya Victoria, Selama 3 hari ini Victor sibuk terus dengan para profesor, jadi hanya ada satu kemungkinan Amber mengetahui kekuatan Victor...", Ajax mulai tenggelam dalam teorinya, di saat teorinya mendapatkan titik cerah dia pun mulai mencurigai Amber sebagai orang luar.
"Kamu ini, Apa jangan-jangan–", Baru juga mau menanyakan sesuatu Amber langsung menarik tangan ajax dan membawanya pergi.
"Hey jangan semabarangan menarik ku", Marahnya.
Amber pun menunjuk ke depan dan di sana terdapat kupu-kupu merah tadi, dan kupu-kupu itu sedang menunjukan jalan yang aman pada mereka.
"Kamu dari tadi diam terus, lihat di sana Victor sedang memandu kita ke tempat yang aman", Jelas Amber dengan tegas.
Ajax laly menoleh ke depan dan memang Kupu-kupunya Victor sedang membawa mereka ke tempat yang aman, karena jalan yang sedang mereka lewati ini belum pernah dia temui.
"Baiklah, Setidaknya sambil jelaskan padaku bagaimana kamu bisa mengenal Victoria", Balas Ajax.
Amber pun mengangguk dan mereka berdua dengan sekuat tenaga berlari mengikuti arah dari kupu-kupunya Victoria.
"Iya- Iya aku tau"
****
Di sisi lain.
15 menit yang lalu...
Setelah Nolla dan Leo sampai ke asrama, mereka langsung di hadapkan dengan Alarm darurat yang berbunyi.
Nolla yang ketakutan jadi tambah takut sampai tubuhnya bergetaran.
"Mamaaa!! Apalagi iniii!" Teriak Nolla yang mulai membenci dengan keberadaan penyusup yang menggangu waktu ngemilnya tadi.
"Kemungkinan serangga yang Prof.Andrius bicarakan tadi sudah masuk ke dalam Tower", Jelas Leo dengan nada cemas.
Nolla pun langsung memeluk tangan kanannya Leo.
"Sudah di dalaaaammmm?!! Aghhh Aku benci mereka!" Teriaknya.
Leo lalu membungkam mulut Nolla, agar dia tidak berteriak lebih keras.
"Sudahlah Nolla, Kita kembali saja ke kamar sesuai perintah profesor", Ucap Leo.
Nolla pun menggelengkan kepalanya dan melepaskan genggamannya.
"Kembali? Ke Kamar?!! Bukankah itu akan lebih mudah untuk para penyusup itu menemukan kita nantinya?!", Marah Nolla sambil menunjuk-nunjuk ke arah asrama.
Dan ternyata di sana ada Elizabeth yang baru saja keluar dari kamarnya, dan Eli juga menyadari keberadaan mereka dan memanggil kedua temannya itu.
Leo yang melihat panggilan Eli pun menarik lengan Nolla dengan paksa, membuat Nolla yang tadinya sedang marah-marah jadi terkejut dan hampir saja terjatuh.
"Jika ini sudah damai aku akan membu— Eliii~", Sapa Nolla yang sifatnya langsung berubah 90 derajat.
"Eli ku pikir kamu berada di taman" Ujarnya mereka dengan kompak.
"Iya tadi, tapi setelah Victor menyadari ada yang aneh kami langsung buru2 naik ke atas", Jelas Eli kepada mereka.
Nolla pun tidak memahami apa yang Elizabeth katakan dan mempertanyakan hal tersebut.
"Apa maksudmu? Naiknya lewat mana? Kami yang masuk ke dalam duluan loh", Tanya Nolla.
Elizabeth lalu menatap Nolla dengan datar, dan menghiraukan pertanyaannya.
"Menjelaskannya Kepada kalian hanya akan membuang waktu, dan jika kalian ingin selamat, sebaiknya cepat pergi dari sini", Ajak Elizabeth kepada mereka berdua.
Sesaat Eli melangkahkan kakinya, Leo lalu menahan tangan Eli dan menanyakan peringatannya.
"Tunggu maksudmu kita akan di bunuh oleh orang-orang ituu?!!", Tanya nya dengan histeris.
Mendengar itu tentu Nolla juga ikut ketakutan.
Elizabeth lalu menarik kedua temannya itu melewati sebuah jalan— sebuah dinding yang bisa di tembus.
Hal itu pun mengagetkan mereka berdua.
"Hahhhhhh?!!", Teriak Mereka dengan kompak.
Dan ternyata fisik dari dinding itu sudah kembali keras seperti semula.
Nolla dan Leo pun menatap Eli dengan dingin.
"A~ maksud kalian bagaimana? Kita mendapatkan bantuan dari mereka"
Jelas Eli sambil menunjuk ke Para " Penyusup" tadi.
Ternyata Eli sudah mengetahui siapa itu san hal ini tambah membuat Nolla Maupun Leo bingung.
"Eliiiiizaaabbeeeethhhhheee! jelaskan pada kami secara rinciiii... Bagaimana Ka-mu bisaaa?????", Bentak Leo dengan kesal sambil menggoyang-goyangkan pahu Elizabeth.
Tak suka dirinya di ganggu seperti itu, Elizabeth pun menampar tangan Leo dengan kuat.
Plaaak!!
Nolla pun menjadi kesal dengan perubahan sifatnya Elizabeth dan memarahinya.
"Kenapa Kamu Jadi Seperti Ini, Setidaknya Jelaskan Pada Kami!—", Mulut Nolla pun di bungkam olehnya.
"Jika kamu bersuara lebih kuat dari ini, orang yang akan melewati dinding ini akan mendengarkan kalian", Peringat Eli.
Mendengar itu mereka berdua pun diam.
Eli lalu membiarkan kedua temannya itu duduk beristirahat, dan sambil menunggu panggilan selanjutnya dari Victoe, dia pun menjelaskan kepada mereka apa yang sebenarnya terjadi.
"Sejujurnya aku tidak ingat apa yang sebenarnya terjadi selama aku berada di sini, tapi dari bukti-bukti yang Victor tunjukan padaku tadi, itu menjadi sebuah jawaban kalau sebenarnya, Kita semua di sini bukan di rawat untuk bisa di adopsi, melainkan di rawat untuk menjadi Senjata", Jelasnya.
Nolla dan Leo pun seketika tercengang.
"Maksudmu?", Tanya Leo dengan pelan.
"Tidak Leo jangan percaya dia, Ayolah Eli berhentilah bercanda di saat-saat seperti ini", Balas Nolla dengan risih.
Dia lalu mencoba berdiri dari sana dan ingin kembali namun Leo langsung menarik Nolla, membuat Nolla pun kembali duduk.
"Tidak Nolla, sejujurnya aku juga merasa ada yang ngejanggal, ada beberapa kali aku lupa dengan sesuatu bahkan saat mencoba mengingatnya pun susah", Jelas Leo dengan serius, bahkan bisa di liat kalau wajah leo sudah memucat karena ketakutan.
Elizabeth lalu menggulungkan lengan bajunya dan menunjukan kepada mereka berdua apa yang terjadi dengan Tangannya itu.
"!!"
Mereka pun terkejut setelah melihat tangan teman mereka itu penuh dengan luka lebam dan bekas seperti di ikat maupun bekas suntikan jarum.
"Eliiii...", Mata Nolla pun berkaca-kaca.
Elizabeth lalu menjelaskan kepada mereka asal dari luka tersebut.
"Ini, Luka yang aku miliki terlihat sudah lama bukan?" Tanya Eli.
Leo dan Nolla pun menggangguk pelan.
"Tapi aku tidak ingat kapan mendapatkannya dan saat ku tekan seperti ini... Tidak ada rasa sakit yang muncul", Sambung Eli sambil mempraktekannya.
"Aku juga baru menyadari hal ini, setelah Victor memberikan sesuatu kepadaku, tapi semuanya sangat ganjil, ada banyak sekali pertanyaan yang muncul di benakku... Tapi satu hal yang pasti adalah tempat ini yang penuh dengan kebohongan" Lanjutnya.
Elizabeth lalu menunjuk ke arah dinding, yang tak langsung menunjuk kepada mereka para penyusup itu.
"Dan Kakak Million adalah orang yang mencoba menolong kita dari sini, namun orang-orang dari CIA atau dari sayap apalah itu mereka mencoba membunuh kita... Jadi jika kalian bertemu dengannya tadi sebenarnya tidak apa loh, Mereka berada di pihak kita", Jelas Elizabeth dengan serius.
Mendengar penjelasan Elizabeth pun membuat mereka berdua sadar, kalau memang tempat ini sedari awal sudahlah aneh, namun ntah kenapa mereka tidak memikirkan hal tersebut dan malah bersikap biasa saja...
"Jadi kakak Million tidak berkhianat?", Tanya Nolla.
Elizabeth pun membalas dengan gelengan lembut.
"Lalu Bagaimana dengan yang lain? Jika Kamu, Aku dan Nolla di sini? Lalu bagaimana dengan yang lain?", Tanya Leo yang khawatir akan keadaan teman-temannya itu.
Elizabeth tiba-tiba berdiri membuat Leo maupun Nolla juga ikut berdiri, ternyata Kupu-kupu merah milik Victor telah menghampiri mereka.
Menandakan kalau jalan amannya sudah di siapkan.
Untuk Nolla dan Leo, mereka berpikir.. jika memang apa yang di katakan Elizabeth benar.
Maka mereka berdua harus mengikuti perkataan Victor untuk selamat dari tempat ini.