
Di dalam Markas White Knight.
"Jadi... kamu beneran seorang Nona Muda?!"
Tanya Amber yang terkejut melihat pelayan-pelayan yang berjejeran menyambut kedatangan mereka.
"Tidak juga, Aku hanya salah satu Anggota Eksekutif dari White Knight saja", Ujar Nolla sambil melambai2 ke arah orang-irang itu.
Setelah mereka berjalan ke tengah-tengah Lobby.
Mereka langsung bertemu dengan Wanita Tua yang berstatus CEO dari White Knight itu sendiri.
"..."
Wanita itu terdiam melihat ke arah Nolla.
"Kalian kembali dengan selamat?...", Ucapnya dengan nada yang terkejut lega.
Pandangan wanita itu lalu terfokus ke samping Vermilion.
"Siapa mereka?" Tanya Wanita itu.
Nolla langsung tersenyum saat mendengar pertanyaan itu.
"Fhufu... Nyona mungkin tidak tau, tapi lihat aku menemukan A–"
Mulutnya langsung di genggam Ajax, membuat Vermilion naik darah melihat wakilnya di macam2in.
Yela yang berada di depan pun mereka terkejut dengan ke akraban mereka.
"Saya Yundai, dan ini partner saya, Skyria, kami adalah teman lamanya Nona Nolla", Ucapnya sambil memperkenalkan dirinya dan Amber.
Wanita itu langsung melihat mereka dengan tatapan penuh rasa curiga, lalu dia ingat dengan sesuatu dan berjalan mendekati Amber.
"Begitu kah? Hmm... Jika kalian teman lamamya Nolla, maka keberadaan kalian disini di hargai, anggaplah sebagai rumah sendiri karena itu berarti kalian juga mantan muridku", Ujarnya sambil tersenyum tipis ke arah Amber.
Sepertinya Wanita itu mengerti perkataan Nolla yang tadi dan sudah mengetahui identitas asli Mereka berdua yang sebenarnya.
"Ehem! Kita sebaiknya ke ruangan saya terlebih dahulu" Ajaknya.
Nolla, Amber, Ajax dan vermilion beserta anggita penting lainnya pun menuruti kata-kata Wanita itu, Namun dia langsung menyahut–
"Hanya Nolla dan teman lamanya saja, kalian sebaiknya beristirahat saja, perjalanan tadi pasti melelahkan bukan?", Ujarnya kepada Vermilion dkk.
Mendengar hal itu membuat Vermillion merasa iri terhadap kedua orang asing itu, terutama kepada Laki-laki yang sok-sokan akrab dengan Wakil Kaptennya.
Nolla saja tidak pernah tersenyum seperti kepadanya.
***
Setelah sampai di tempat tujuan mereka.
Wanita Ceo itu langsung menggunakan kekuatannya dan seketika seluruh ruangan itu di lapisi oleh kaca yang mengelilingi seluruh ruangan.
Nolla pun tersenyum menahan tawanya karena ekspresi bingung kedua temannya itu.
Setelah selesai menutupi ruangan ini agar tidak terdengar oleh orang lain dari luar.
Wanita Ceo itu lalu berjalan dan duduk di meja kerjanya, lalu mulai mengintrogasi mereka.
"Jadi, siapa kali ini? Aku yakin kalian bukan Marcus ataupun Elizabeth" Ujar Wanita itu.
Mereka tidak bereaksi apa-apa saat mendengar nama Elizabeth di sebutkan namun mereka berdua bahkan Nolla juga ikut terkejut saat nama "Marcus" di sebutkan oleh wanita itu.
"??"
"Nyonya Yela, maafkan saya karena memang ingatan saya pendek tapi siapa itu Marcus?", Tanya Nolla yang ddngan sopan mengangkat tangannya.
Seketika Amber dan ajax pun menoleh ke arah Nolla dan lalu berbalik menatap Wanita Ceo itu.
"Tunggu dulu, Dia Profesor Yella?!!" Kaget mereka sambil menunjuk2 ke arah Prof. Yella, terutama Amber yang terlalu baperan.
Yela pun menyela dan menegur mereka.
"Mantan! Dan juga jangan panggil aku dengan nama itu lagi!.." Bentaknya.
Terlihat dengan jelas kalau Yela sangat membenci "Gelar" itu.
"Ahhh.. Maafkan kami prof- maksud saya Nyonya Yela, kami hanya terkejut karena kami berpikir– kamu tau.. Bernasib seperti Prof.Andrius ataupun yahh (orang itu)", Jelas Ajax sambil menyebut "Orang itu" dengan tanda kutip.
Yela juga terlihat menunjukan ekspresi kesal setelah Ajax menyebutkan orang itu, karena Yela tau siapa yang dia sebutkan.
"Lupakanlah, Aku juga sudah tidak pantas memarahi kalian lagi... Jadi kembali ke topik kita, siapa kalian sebenarnya?", Tanya Yela.
Namun bukannya di balas jawaban, Yela malah di lemparkan pertanyaan oleh Nolla.
"Tunggu dulu nyonya, kalau tidak salah kami mendengar anda mengeluarkan nama asing ke telinga kami.. Siapa itu Marcus?" Tanya Nolla.
Amber juga ikut mengangguk.
Yela langsung kebingungan dan menatap mereka bertiga dengan keheranan.
"Wait a minute, aku yakin semua ingatan kalian sudah kembali bukan? Sejak si mata tiga itu mati... Kenapa kalian melupakaan anak itu? Bukankah anak itu selalu bersama kalian? Bahkan dia selalu berdekatan dengan Elizabeth dan ahli strategi kalian itu", Jelas Yela dengan canggung.
Dia tertawa ringan menyadari kekonyolan mantan anak-anak angkatnya itu, namun setelah melihat ekspresi mereka yang serius tidak mengingat si Marcus itu, membuatnya langsung tertegun.
"Ayolah jangan menunjukan ekspresi seperti itu, masa sih kalian gak ingat dia, Victoria sering ngobrol sama anak itu loh". Jelasnya lagi.
"Tidak Nyonya, Kami tidak ingat pernah ada anak itu bersama kami dulu, Apa Anda yakin dia pernah berada dalam IMObius?", Tanya Nolla yang menghawatirkan ingatan Ketuanya itu.
"Hahaha ayolah Nolla, berhentilah bego, kamu juga dulu sering nongkrong sama dia, Ajax dan vino juga sering berantem sama dia hanya karena sebuah mainan", Jelas Yela dengan ketawa canggung.
Sontak pandangan Nolla tertuju ke arah ajax.
"Masa Sih?", Balas ajax dengan kaget.