Fresh House

Fresh House
Bad Girl



Siang ini Luki dan Rian pulang bersama dan sengaja mampir dulu ke Starbucks. Namun yang dilihat mata mereka saat di Starbucks membuat mereka mendadak mual dan tak nafsu lagi.


Luki dan Rian melihat Karin—ya tak salah lagi—masuk ke dalam Starbucks bergandengan dengan seorang pria yang tentu saja bukan Alex!


"A-aa..." Rian sampai kehilangan kata-kata saking syoknya, "Itu si Karin kan?"


Luki menelan ludah. "Parah... bener-bener bad girl."


Rian memandangi Karin yang duduk di meja lain dengan kecewa berat. Sekarang ia melihat dengan matanya sendiri kalau Karin itu memang bukan cewek setia... yahh, bad girl.


"Gue ga tega sama perasaan Alex kalo dia tau ini..." gumam Rian sedih.


Luki juga mengangguk. "Padahal Alex tipe cowok yang setia banget dan menjaga perasaan orang tapi cewek itu malah...”


“Balik yu, Ki. Gue mual...”


Luki mengangguk setuju, dia juga mual kalau lama-lama terus melihat pemandangan itu. Malam ini juga dia akan berniat melaporkannya pada Alex, tidak akan menahan-nahan lagi.


* status twitter Rian *



******


 


“Lex...” gumam Luki mendekati Alex yang sedang nonton TV malam itu di ruang keluarga. Di dekatnya Rian juga ikut-ikutan nimbrung. Rai sedang memasak, Diraz sedang mengobrol dengan seseorang di telpon.


Alex bergumam pelan namun matanya tak melepas TV sama sekali.


Luki menelan ludah dan duduk di sofa yang lain. Lagi-lagi si Bungsu Rian (julukan dari Diraz) ikut duduk juga di samping Luki.


"Lex... mau ada yang gue omongin tentang Karin..." ucap Luki mengeluarkan keberanian sebesar-besarnya.


"Hem... Apa lagi?" tanya Alex datar dan tenang seolah apapun yang akan dikatakan Luki sudah tak akan mempan lagi.


Luki meringis. "Tadi siang gue ma Rian ke Starbucks... dan kami ngeliat Karin juga masuk dengan seorang cowok. Mereka gandengan mesra."


Alex menoleh terkejut pada Luki namun langsung memalingkan wajahnya lagi dan mengganti channel TV kabel itu.


"Alex..." ucap Rian gemas karna sepertinya Alex tidak mau percaya juga kalau pacarnya itu bad girl. "Gue rasa Karin belum cocok buat lo."


Luki dan Rian saling berpandangan bingung.


"Gue hargai usaha kalian untuk menjaga gue sebagai sepupu..." ucap Alex tiba-tiba, "Tapi biar gue yang urus sendiri masalah ini... Gue lebih mengenal Karin daripada kalian."


Luki memutar bola matanya kesal. Itu sih artinya dia ga percaya sama sekali sama apa yang aku omongin! Akh love is blind!


  ****


Pagi ini pun suasana masih tidak enak. Alex makin jarang berbicara dan bahkan Rian, roommate-nya saja tidak ia ajak mengobrol seperti biasa.


Alex sebenarnya masih belum bisa menerima kalau Karin itu adalah playgirl atau badgirl atau apalah. Alex memang menyukai Karin karna Karin adalah tipe idealnya bukan karna sudah mengenal kepribadian cewek itu. Inilah salah satu fool mistake yang ia buat.


Seharusnya dari awal tak begini. Seharusnya Alex meniti dulu kepribadian Karin baru memutuskan untuk bersama atau tidak.


Di ruang makan mereka sarapan tanpa bicara. Suasana makin canggung dan tak mengenakkan. Luki dan Rian menunduk, merasa paling bersalah sekaligus kebingungan. Rai terlihat tidak peduli dan menganggap semua baik-baik saja, begitu pula dengan Diraz.


Alex bangkit berdiri, menyudahi sarapannya. "Gue berangkat duluan."


Rian menghela nafas pelan. Sudah ia duga hari ini pun Alex berangkat duluan lagi.


"Lex..." ucap Rai tenang menahan langkah Alex. Alex menoleh. "Hari ini sesudah kuliah lo pulang bareng kita-kita."


Alex masih menatap Rai.


"Kita berlima disuruh datang ke rumah nenek. Apapun janji atau acara lo tolong dibatalin untuk acara keluarga hari ini..." Rai menunjukkan senyum boyish-nya.


Alex terdiam saja namun pada akhirnya mengangguk juga lalu pergi meninggalkan mereka.


Luki melotot pada Rai. "Hah, kok gue ga tau kalo Nenek pengen kita berlima ke rumahnya?"


Rai nyengir panjang.


"Taktik ya?" tanya Diraz masih terus makan.


"Hari ini kita tetep akan ke rumah Nenek... gue ngerasain ada feeling bagus dengan kita ke rumah Nenek." sahut Rai.


"Semoga semuanya baik-baik aja," harap Rian menghela nafas, "Gue ga mau Alex terluka karna cewek."