Fate 7 Psychokinesis

Fate 7 Psychokinesis
Ch 3. Penjelasan



“Kenapa kau takut begitu padahal kau adalah arwah atau kau takut karena gagal membunuhku?” tanyaku.


“Benda apa kau ini?” tanya arwah.


“Sayangnya aku bukan benda,” jawabku.


“Jadi kekuatan apa yang kau maksud jika aku berhasil bertahan hidup?” tanyaku.


“Jika kau ingin bertanya kenapa aku bisa begini sebaiknya jangan,” kataku.


“Kenapa memangnya?” tanya arwah.


“karena aku sendiri tidak tahu kenapa mempunyai kekuatan ini. Jadi apa penjelasannya?” tanyaku


“Aku kira perutmu sembuh dengan bantuan diriku tapi ternyata tidak, langsung ke inti saja, takdirmu sebagi psychokinesis ke 7 sudah tiba,” Kata arwah.


“Aku tidak mengerti, apa itu?” tanyaku sambil membersihkan lantai.


Aku mendengarkan arwah itu menjelaskan, dia berkata kalau di dunia ini ada


7 psychokinesis, penggunanya disebut psycho dan jika seorang psycho mati maka arwah psycho harus


mencari orang yang mereka temui di mimpi untuk memberikan kekuatan itu, masing masing psycho memiliki kekuatan yang berbeda beda dan ketika digunakan memiliki kekurangan yang berbeda, aku bertanya kepada dia dari mana asal kekuatan ini dan dia menjawab bahwa dulu dia juga mendapat


kekutan ini dari arwah, dia tidak tahu dari mana kekuatan ini berasal. Di dunia ini tidak ada tahu bahwa ada psychokinesis di dunia, yang mengetahuinya hanyalah psycho itu sendiri.


"Hmmm, Bagaimana jika aku membocorkan kekuatan ini ke publik," tanyaku.


"Itu hakmu, tapi pikirkanlah apa yang akan terjadi jika banyak yang mengetahui kekuatanmu," kata arwah.


“Jadi apa kekuatan milikku dan keenam psycho lain?” tanyaku.


“kekuatanmu yaitu pergi ke masa lalu dan memutar waktu, selama aku mendapat kekuatan ini aku tidak


pernah bertemu psycho lain jadi aku tidak tahu apa kekuatan mereka,”


“Ini yang terpenting, jika kamu mati ditangan psycho lain maka kekuatanmu akan diambil alih 50%, dan


50% lagi akan dibawa oleh arwahmu untuk memberikan kepada orang yang dimimpikan sebelum mati,” kata arwah dengan mata yang sangat meyakinkan.


“Jadi aku bisa pergi ke masa lalu dan melihat kenapa aku mempunyai keabadian?” tanyaku dengan semangat.


“sayangnya tidak, karena kau hanya bisa pergi ke lingkup 3 jam yang lalu dari sekarang,” jawab arwah.


“Bagaimana jika aku memutar waktu?” tanyaku.


“Sama saja kau hanya memutar waktu ke lingkup 3 jam dari sekarang dan ditambah kau akan akan kehilangan


ingatanmu tentang masa depan,” jawab arwah.


“Jadi apa gunanya kekuatan memutar waktu apabila digunakan ingatan tentang masa depan akan hilang, berarti yang layak digunakan hanya pergi ke masa lalu,” kataku.


“Btw kamu adalah generasi keempat dari psycho ketujuh,” kata arwah.


“Apa ada dari kalian yang mati terbunuh?” tanyaku.


“Tidak ada, kalau aku mati karena penyakit sedangkan gen kedua dia bunuh diri karena dikejar oleh psycho lain, dia berkata kalau kekuatan kembali ke masa lalu sampai didapat oleh orang yang salah pasti dunia


akan hancur. Dan gen pertama mati karena umur, aku dengar dari gen kedua kalau gen pertama bisa memutar waktu tanpa kehilangan ingatan."


“Apa kau pernah mencobanya?” tanyaku.


“Kalau pergi ke masa lalu pernah sedangkan memutar waktu aku kurang tau, ya kau tau kan,” jawab arwah.


“Sudah semua penjelasannya?” tanyaku


“Ya, begitulah. Aku akan menghilang saat tengah malam jadi jika ada pertanyaan tanyakanlah sekarang.”


“Sepertinya tidak ada."


“Oh ya aku hampir lupa, jika kamu pergi ke masa lalu kamu mempunyai waktu 10 menit untuk kembali lagi ke masa depan,” kata arwah.


“Sekarang boleh aku minta handphoneku,” kataku.


“Sudah kubilang, kau terlalu banyak berpikir. Kau sendiri yang mengambil handphonemu," kata arwah.


"Maksud?" kataku.


"Itu tak penting, sekarang kekuatannya sudah ada di kamu. Apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya arwah.


"Kapan kau memberikannya?" tanyaku.


"Saat aku menusukmu," jawab arwah.


"Jadi sekarang apa?" tanyaku.


"Astaga, kenapa kau tanya kepadaku," kata arwah sambil menepuk jidatnya.


"Aku akan mengetes sesuatu dengan pergi ke masa lalu," kataku.


"Silahkan, cara nya kau hanya perlu menutup mata dan membayangkan kau di hisap oleh pusaran hitam," kata arwah.


"Ok, dan namamu?" tanyaku.


"Rei, namaku Rei. Apa kau akan pergi sekarang?" tanya Rei.


"Kenapa memangnya?" tanyaku.


"Ku sarankan untuk membawa plastik dan juga jangan lupa bayangkan waktu yang ingin kau kunjungi," kata Rei.


"Cepatlah pergi!" kata arwah sambil mendorongku.


"Iya iya."


Aku menutup mataku dan membayangkan aku dihisap oleh pusaran hitam, semakin lama pusaran yang aku bayangkan itu semakin terasa nyata dan membuat kepalaku seperti di blender. Setelah kurasa pusaran itu telah berkurang aku membuka mata.


Ueeghhhh...!!!


Saking pusingnya aku sampai memuntahkan makanan yang kumakan.


Astaga perjalanan waktu memang tidak mudah, pantas saja Rei menyuruhku membawa plastik, untung saja aku mendarat di halaman belakang. Yosh, ingat kir bahwa kau pergi ke masa ini untuk mengetes sesuatu!! Jangan sampai lupa!!


Aku bergegas pergi ke pintu depan kebetulan aku membawa kunci rumahku ke masa ini. Aku langsung masuk dan pergi ke lantai 2 di mana kamarku berada, di kamarku aku melihat Rei yang sedang melihat keluar jendela dari kamarku. Setelah melihatnya seperti itu tidak terbayang bagiku dia bisa membuatku malu untuk menyapanya.


"Hei Rei," kataku dengan malu.


"Ka-kamu! Bagaimana kau tau namaku?" tanya Rei dengan hati-hati.


"Tak perlu kau pikirkan, aku hanya menyapamu saja," kataku sambil mencari handphone milikku.


"Apa kau berasal dari masa depan?" tanya Rei.


"Entahlah, mungkin itu benar," jawabku.


"Bagaimana kau bertahan hidup tanpa ada luka di perutmu?"


Aku tidak mendengarkan yang Rei katakan karena aku pergi ke sini hanya utuk mengetes sesuatu.


"Yosh, akhirnya ketemu juga," kataku sambil memegang handphone.


"Hey, kau mendengarku?" kata Rei.


"Hmm, tinggal 4 menit lagi sampai aku kembali ke masa depan," kataku sambil melihat jam.


"Ternyata benar kau berasal dari masa depan," kata Rei.


"Wow, kau mendengarkanku padahal aku bicara sendiri," kataku.


"Cepat katakan, bagaimana kau bertahan hidup."


"Ternyata benar bahwa kau memang berniat menusukku dari awal," kataku.


Tiba tiba aku merasa ingin buang air kecil dan langsung berlari meninggalkan Rei dan semua pertanyaannya kemudian pergi ke kamar mandi.


"Tenang Rei, tidak perlu dipikirkan aku hanya harus fokus pada tugasku," kata Rei.


Saat aku di kamar mandi aku baru sadar kalau aku pulang cepat dan tidak ekskul hari ini.


"Aku pulang."


"Selamat datang," kata Rei dari lantai 2.


Itu suaraku!! Bisa gawat kalau aku bertemu dengan diriku di masa lalu, jangan panik tenang.


Aku melihat jamku masih ada waktu 2 menit sebelum aku kembali ke masa depan. Selang beberapa waktu terdengar suaraku berlari dari lantai 2 menuju ke kamar mandi.


"4 detik lagi," kataku sambil menutup mata.


"Hey, buka matamu!"


Saat aku membuka mata aku kaget bahwa sudah ada Rei di depan wajahku.


"Eh, Rei? Apa aku sudah kembali ke masa depan?" tanyaku.


"Ya, begitulah," kata Rei.


"Ternyata benar," kataku.


"Apanya?" tanya Rei.


"Terjadi paradoks, itu terjadi sebelum aku pulang sekolah," kataku.


"Oh," kata Rei.


"Jadi yang mengambil handphoneku di masa sekarang adalah aku yang dari masa depan dan yang mengambil handphoneku di masa lalu adalah aku di masa sekarang," kataku dengan kelelahan karena perjalanan waktu.


"Ternyata maksud darimu yang ingin mengetes sesuatu itu mengetes paradoks?" tanya Rei.


"Begitulah, aku pikir bisa mengubahnya agar pintu kamar mandiku tidak rusak," kataku.


"Hmmm."


"Dari pada itu aku tidak menyangka pergi ke masa lalu akan membuatku seperti diblender," kataku.


"Untung saja aku mendarat di halaman belakang," kataku.


Niiing!!....Nuuung!!.....Niiing!!....Nuuung!!...


Suara bel rumah.


"Bukain tuh ada orang di luar," kata Rei.


"Iya iya."


Semisal aku bertemu dengan diriku tadi apa yang akan terjadi ya, mungkin akan kucoba lain waktu.