Fate 7 Psychokinesis

Fate 7 Psychokinesis
Ch 19. Terungkapnya seorang KN



"Aku adalah Nobu sang pemimpin Assasin, mempunyai banyak alasan kenapa aku menculikmu," kata Nobu.


Nobu? kalau tidak salah itu nama salah satu servant di game fgo, argh kenapa aku memikirkan itu sekarang.


"Jadi kenapa kau menculikku?" tanyaku.


"Sebelumnya aku turut berduka cita atas kematian temanmu," kata Nobu.


"Terima kasih."


"Sebelumnya aku ingin memastikan sesuatu," kata Nobu dan mulai melepaskanku dari kursi.


"Kau yakin melepaskan ini?" tanyaku.


"Ya, karena sebelum kita menjadi rekan sebaiknya aku mempercayaimu," kata Nobu.


Rekan? memangnya apa yang bakal dia lakukan padaku.


"Seperti kataku tadi, aku ingin memastikan sesuatu. Tenang saja aku tidak akan melukaimu sedikitpun," kata Nobu.


"Tapi bisakah aku menutup matamu dengan kain," kata Nobu.


"Mau kemana kau membawaku?" tanyaku.


"Aku hanya membawamu ke sebuah ruangan."


Sepertinya dia tidak sejahat yang aku pikirkan tentang pemimpin Assasin, mungkin aku bisa mempercayainya walaupun hanya sedikit.


"Lakukan itu," kataku.


"Terima kasih."


Nobu meminta kepada seseorang yang berada di sana untuk membawakan kain yang bersih untuk menutup mataku.


"Kenapa kau membawa yang kotor?" tanya Nobu dengan ramah kepada anak buahnya.


"Maaf ketua, kain yang lain sudah kita gunakan untuk membersihkan lantai," kata salah satu anak buah.


"Jadi begitu, bagai-"


"Kau bisa gunakan pakaianku," kataku.


"Maaf jadi kau yang kerepotan," kata Nobu.


Aku kemudian melepas bajuku dan memberikan pada Nobu untuk memakaikannya padaku.


"Kau ingin aku yang memasangnya?" tanya Nobu.


"Memangnya siapa lagi?" tanyaku.


Nobu kemudian memasangkan kain itu untuk menutup mataku dan mengarahkan aku ke suatu tempat.


Seumur hidup aku tidak pernah bertemu dengan orang seramah ini dan sesopan ini selama hidupku. Ya walupun dia sedikit mengerikan karena semudah itu membunuh anak buahnya.


"Postur badanmu boleh juga, kau merawatnya dengan baik," kata Nobu.


"Glek, aku tidak mengerti maksudmu?" tanyaku.


"Hahahahahaha, aku hanya memujimu saja," kata Nobu.


Tak lama kemudian penutup mataku dibuka dan aku sampai di suatu tempat, tempat yang terlihat seperti tempat interogasi.


"Silahkan duduk," kata Nobu.


Di dalam ruangan tersebut hanya ada 3 orang yaitu aku Nobu dan satu orang laki-laki yang tidak aku kenali.


"Jadi kenapa aku disini?" tanyaku.


"Aku hanya ingin kau diinterogasi sedikit, apa kau mau?" tanya Nobu.


"Tentu."


"Kalau begitu aku serahkan dia padamu,",kata Nobu dan langsung keluar dari ruangan.


Di ruangan tersebut hanya ada satu meja dan dua kursi yang saling berhadapan dan kemudian orang yang tidak aku kenal tersebut mengajakku duduk.


"Silahkan duduk."


"Jadi aku diminta oleh ketua Nobu untuk menginterogasimu tentang beberapa hal karena dia ingin memastikan sesuatu."


"Ok, jadi kau yang akan menjadi interogator kan? tanyaku.


"Yap, tepat sekali," kata interogator.


"Jadi kita mulai saja oke."


"Apa kau seorang psycho?" tanya interogator.


Sontak aku terkejut karena mendengar pertanyaan itu tetapi aku tidak menunjukan bahwa aku terkejut kepada interogator.


Apa? interogasi aneh macam apa ini?


Sepertinya tujuan dari interogasi ini adalah untuk menunjukan bahwa aku psycho atau bukan dan jika aku bukan psycho maka aku akan menjadi rekannya. Kalau aku menjadi rekan pemimpin Assasin artinya aku menjadi pemburu psycho dan aku bisa mengetahui kenapa Assasin memburu psycho.


"Tidak, aku bukan seorang Psycho," kataku.


"Jadi begitu," kata interogator.


Sepertinya dia bukan orang sembarangan, kalau aku salah sedikit berbicara mungkin dia bisa tau kalau aku seorang psycho, selama masih dalam interogasi ini sepertinya aku tidak boleh membuat hal mencurigakan karena aku tau cermin di dinding ini adalah cermin dua arah jadi bisa dilihat dari Nobu dari luar.


"Jadi, bagaimana tanggapanmu tentang temanmu yang seorang psycho itu mati oleh anggota Assasin?" tanya interogator.


Sepertinya ini pertarungan psikologis, kalau seperti ini sudah semestinya aku menggunakan psikologisku untuk menyembunyikan bahwa aku seorang psycho dan memenangkan hal ini.


"Sebenarnya aku belum terlalu mengenalnya, aku baru berteman dengannya beberapa hari ini, ya walaupun aku satu sekolah dengannya aku baru mengenalnya baru-baru ini," kataku.


Jika kau menantang psikologisku kau sudah pasti kalah, coba saja kalau kau bisa membuktikan aku seorang psycho.


...****************...


"Masa iya masih pagi banget gini udah jalan, tapi jalan kemana ya?"


"Kira!!! hey kau ada di rumah?" teriak tanya Hato pada rumahku.


"Sepertinya dia memang tidak di rumah."


"Apa sebaiknya aku mengecek ke dalam rumahnya ya?"


Karena berpikir kalau asal masuk rumah orang itu tidak sopan, Hato memtuskan untuk duduk di depan pintu menunggu sampai aku datang.


...****************...


"Kalau kau baru saja mengenalnya kenapa dia sangat percaya padamu sampai memberitahu bahwa dia seorang psycho?" tanya interogator.


"Entahlah, aku juga tidak tau, dia tiba-tiba langsung memberitahuku tentang kekuatan ajaib yang dia miliki, saat itu aku masih belum mengetahui tentang psycho-psychoan itu karena dia belum memberitahuku," kataku.


"Oh, jadi kapan dia memberitahumu kalau kekuatan yang dia miliki itu adalah psychokinesis?" tanya interogator.


"Dia memberitahuku saat aku bertanya bagaimana cara agar aku bisa mempunya kekuatan itu," kataku.


"Bohong, kau berbohong," kata interogator.


Sudah kuduga orang ini tidak mudah untuk dibohongi.


"Itu terserah padamu mau percaya atau tidak, tapi memang itu yang terjadi," kataku.


"Hmmm, baiklah kalau begitu," kata interogator.


...****************...


Cukup lama Kak Hato menunggu di depan rumahku tapi aku juga tak kunjung datang.


Huh, kemana sih Kira? apa dia jalan atau masih ada di rumah ini? dia tidak jelas sekali. Kalau aku lihat alas kaki milik Kira masih ada disini jadi seharusnya dia ada disini, gumam Hato


Tak lama kemudian Aki tiba-tiba datang ke rumahku dan bertemu dengan kak Hato yang sedang menungguku.


"Loh, Aki?" bingung Hato.


"Apa kau berpikir aku sudah mati? puih, aku tidak selemah itu," kata Aki.


"Tidak, aku tidak terkejut. Ternyata benar kata Kira bahwa kau belum mati," kata Hato.


"Ha!?"


"Apa?" tanya Hato.


"Apa Kira tau kalau aku belum mati?" tanya Aki.


"Ya, dia berkata kau belum mati," kata Hato.


"Hebat sekali dia, padahal aku sudah membuat kematianku sangat asli," kata Aki.


"Jadi dimana dia sekarang?" tanya Aki.


"Entahlah," kata Hato.


"Apa kau sudah mengecek rumahnya?" tanya Aki.


"Tidak."


"Kenapa?" tanya Aki.


"Tidak sopan masuk ke rumah orang tanpa izin," kata Hato.


"Hadeh."


Aki kemudian mendobrak pintu rumahku sampai terbuka dan pergi mengelilingi rumahku tapi dia tidak menemukanku.


"Dia tidak ada disini," kata Aki.


"Aneh, padahal alas kakinya ada di depan," kata Hato.


"Oh iya, aku juga menemukan surat tadi di meja belajar Kira," kata Hato.


"Berikan padaku!" kata Aki.


Sesaat setelah dia membaca surat tersebut dia langsung terkaget karena surat tersebut berisi tentang permintaan maaf kerena telah menculik Kira oleh Assasin.


"Sulit dipercaya bagaimana dia bisa di culik semudah itu?" kata Aki.


...****************...


Cukup banyak pertanyaan yang aku dapatkan tapi aku berhasil membuktikan kepadanya bahwa aku bukan seorag psycho.


"Aku sangat yakin kalau dia bukan seorang psycho," kata interogator pada Nobu.


"Begitu ya, sepertinya dia bisa jadi rekanku," kata Nobu.


Nobu kemudian masuk kedalam ruangan interogasi dan berbicara padaku.


"Bagaimana rasanya diinterogerasi?" tanya Nobu.


"Itu tadi untuk membuktikan kalau kau bukan seorang psycho," kata Nobu.


"Oh begitu," kataku.


"Langsung ke inti saja, kau pasti tau tentang KN yang membunuh sahabatmu Tomo kan?" tanya Nobu.


"Ya, tentu saja," jawabku.


"Aku memberi tahumu tentang ini karena aku percaya padamu," kata Nobu.


"Iya."


"KN sebenarnya adalah seorang psycho."