Fate 7 Psychokinesis

Fate 7 Psychokinesis
Ch 16. Sosok seorang Rei



"Assasin adalah anggota grup yang terbentuk sekitar 12 tahun yang lalu, dan mereka memiliki tugas, yaitu memburu semua psycho. Jadi Assasin adalah pemburu psycho." kata Aki.


"Untuk apa mereka memburu psycho? apakah psycho punya salah dengan mereka?" tanyaku.


"Tidak," Jawab Aki.


"Atau mereka ingin mengambil kekuatan psycho? memangnya kekuatan psycho bisa diambil orang biasa?" tanyaku.


"Huh, sepertinya penjelasan ini akan panjang," kata Aki.


"Jujur saja aku sebenarnya tidak ingin terlibat dalam hal ini lagi," kataku.


"Jadi begitu, kalau begitu kau bisa putuskan sekarang apa kau masih ingin terlibat atau kau ingin berhenti," kata Aki.


Masalah terbesar dalam hidupku adalah keabadianku, mungkin keabadianku ada hubungannya dengan psychokinesis ini.


"Aku tau kau tidak tau apa-apa tentang psycho, dunia psycho lebih mengerikan dari yang kau bayangkan, jadi aku menyarankan juga untuk tidak terlibat. Bahkan sekarang aku menyesal melakukan semua ini," kata Aki.


"Bagaimana kalau aku memilih untuk tidak terlibat? apa aku akan dibunuh olehmu?" tanyaku.


"Tentu saja tidak, kau bebas hidup dengan kekuatanmu tapi ingat, psycho yang lain bisa bertemu denganmu dan mencoba membunuhmu kapan saja dan dimana saja," kata Aki.


"Sungguh merepotkan," kataku.


"Pilihan ada di tanganmu Kir," kata Aki.


"Aku tidak akan menjelaskan sampai kau memutuskan hal ini karena lebih baik kau tidak tau semuanya saat kau memilih untuk tidak terlibat,' kata Aki.


"Masih akan kupikirkan, bisa beri aku waktu?" tanyaku.


"Ya gunakan waktu sebanyak yang kau punya selama aku masih ada di sini," kata Aki.


Aku sungguh tidak ingin terlibat dalam hal ini, aku bisa hidup damai dengan bertemu Rei nanti dan aku menjalani hari-hariku seperti biasa. Tapi bagian lain dari diriku juga ingin terlibat karena ingin mengetahui orang yang membunuh Tomo, bukan untuk balas dendam hanya ingin melihat orang tersebut saja.


"Kau ingin balas dendam?" tanya Aki.


"Tidak, itu tak ada gunanya, balas dendam nggak bakal membuat Tomo hidup kembali," kataku.


"Aki suka pemikiranmu, ngomong-ngomong kemana wanita yang selalu bersamamu itu?" tanya Aki.


"Dia pindah lagi," kataku.


"Oh, pantas aku tidak melihatnya pagi ini," kata Aki.


"Kir, apa kau benar-benar tidak mengenalku?" tanya Aki.


"Siapa kau memangnya sampai harus aku kenal?" tanyaku.


"Sakit banget, masa kamu nggak familiar sama wajahku?" tanya Aki.


"Nggak," kataku.


"Asal kau tau saja, kita ini satu sekolah cuma beda kelas saja," kata Aki.


"Ha!? kau serius? aku tidak pernah bertemu denganmu," kataku.


"Itu kau yang tidak pernah, sedangkan aku setiap hari melihatmu," kata Aki.


"Aki tidak menyangka orang sepertimu juga menjadi psycho," kata Aki.


"Ngomong-ngomong boleh aku tau kemana luka yang berada di punggungmu saat aku menusukmu di sekolah," kata Aki.


Aku tidak tau kenapa tapi firasatku mengatakan aku tidak boleh menatap mata orang ini.


"Tentu saja ada di belakang, kau menusuknya di punggung artinya ada di belakang," kataku.


"Tapi kenapa saat kau menyelesaikan kasus waktu itu aku melihat tidak ada?" tanya Aki dengan tujuan mendesakku.


"Hadeh, aku mengganti bajuku waktu itu jadi tidak terlihat sobek, aku juga ingin tau kenapa kau menusukku," kataku.


"Aku hanya ingin mengetes kekuatan pengendali waktu masa lalumu, tapi kau bahkan tidak menggunakannya," kata Aki.


"Bagaimana kau tau aku mempunyai kekuatan tentang pengendali masa lalu?" tanyaku.


"Kau harusnya menatap mata seseorang saat bicara dengannya Kir," kata Aki.


Benar, sepertinya aku memang tidak boleh menatap mata orang ini, aku masih belum mempercayainya. Aku bahkan masih belum tau kekuatan murninya bukan kekuatan yang dia ambil dari membunuh psycho lain.


Beberapa saat kemudian kak Hato keluar dari kamar mandi.


"Bagaimana? sudah kau jelaskan yang dia butuhkan?" tanya Hato pada Aki.


"Tidak ada yang aku jelaskan sama sekali," kata Aki.


"Kenapa begitu?" tanya Hato.


"Dia belum memutuskan apa ingin terus terlibat dalam hal ini apa tidak," kata Aki.


"Aku tidak peduli tentang keputusannya, apapun pilihanmu aku akan tetap memberitahu tentang Rei terutama alasan kenapa Rei ingin aku menjadi bayanganmu dan sedikit tentang psycho yang ada kaitannya dengan Rei," kata Hato.


"Oh ya satu lagi Kir, Psycho bahkan tau siapa yang membunuh Tomo dan juga bisa dibilang Psycho mengetahui siapa itu KN," kata Aki dan langsung mendekati pintu keluar.


"Mau kemana kau?" tanya Hato.


"Tenang saja, aku hanya pergi keluar sebentar. Mana mungkin aku meninggalkanmu bersama Kira hanya berdua saja di rumah ini," kata Aki dan langsung keluar dari rumah.


"Apa kau tau kalau dia menyukaimu kak?" kataku pada Hato.


"Aku tau kau tidak suka basa-basi, jadi sekarang saja," kata Hato.


Aku mendengarkan dengan sangat serius karena ini tentang Rei, Kak Hato mengatakan bahwa Rei pernah tertabrak mobil waktu kelas 4 SD dan dia lumpuh permanen sejak saat itu tapi dia tetap semangat menghadapi hidupnya, sampai pada suatu saat yaitu saat Rei berumur 13 tahun menceritakan pada Hato tentang kekuatan psycho-psycho itu, awalnya Hato tidak percaya tapi setelah dia membuktikannya dengan bertemu dengan Hato di masa lalu dia kemudian percaya.


"Sejak saat itu dia mulai bermimpi bertemu denganmu dan menyuruh agar memberikan kekuatan ini padamu," kata Hato.


"Sejak sat itu juga Rei sering bercerita padaku bahwa dia mempunya teman, walaupun hanya di mimpinya itu membuatnya senang sekali," kata Hato.


"Kalau boleh tau berapa umur Rei sekarang?" tanyaku.


"14 tahun."


Ha!? masih kecil banget dia ternyata, kalau begini aku bisa dikatain pedofil hahahahaha.


"Jadi Rei hanya memegang kekuatan psycho ini kurang lebih satu tahun saja ya," kataku.


"Ya, saat dia umur 13 tahun dia juga sudah mengetahui umurnya tidak akan panjang lagi karena dia mengidap penyakit lain dan Rei memintaku untuk menjagamu saat kekuatannya psycho sudah berpindah ke kamu saat Rei sudah pergi," kata Hato.


"Lalu pada suatu pagi saat ingin menjenguk Rei di kamarnya aku melihat dia sudah pergi tapi pada saat malam hari di rumah sakit dia hidup lagi dan dokter berkata dia hanya mati suri ditambah penyakitnya hilang tetapi dia masih lumpuh," kata Hato.


"Kalau begitu pantas saja, Roh Rei menghilang tiba-tiba padahal dia berkata akan menghilang saat jam 12 malam," kataku.


"Jadi begitu, tapi ada berita yang buruk tentang Rei," kata Hato.


"Apa itu?" tanyaku.


"Saat kau bertemu dengannya dia tidak akan mengenalmu lagi," kata Hato.


"Kenapa begitu?" tanyaku.


"Saat bangun, Rei kehilangan beberapa ingatan dan saat aku bertanya padanya tentang psycho dia tidak tau apa-apa," jawab Hato.


"Apa dia masih mengenalku ya?" kataku.


"Tidak, karena kau bagian dari psycho jadi saat aku bertanya padanya tentang namamu dia tidak tau," jawab Hato.


"Jadi... apa ingatannya bisa kembali?" tanyaku.


"Entahlah, untung saja dia tidak kehilangan ingatan tentang keluarganya," kata Hato.


"Saat mendengar semua itu apa kau masih ingin bertemu dengannya?" tanya Hato.


"Tentu saja aku akan tetap menemuinya, aku bisa jadi sosok baru di hidupnya tanpa ada hubungannya dengan psychokinesis," kataku.


"Aku sendiri kaget waktu mendengar Rei ternyata hanya mati suri," kata Hato.


"Ngomong-ngomong bagaimana kau bisa menyukai adikku?" tanya Hato.


"Ha!? itu tidak perlu di bahas bukan," kataku.


"Aku bersyukur Rei mempunyai penerus psycho sepertimu," kata Hato dengan senyumnya.


Sepertinya yang kau katakan terlalu tinggi, sebaiknya kau tidak melihat diri asliku.


"Apa kau mempercayai Aki?" tanyaku.


"Sepertinya itu sedikit susah, sekalipun dia menyukaiku," kata Hato.


"Kenapa kau bertanya itu?" tanya Hato.


"Tidak ada apa-apa," kataku.


"Apa kau sudah memutuskan untuk terlibat atau tidak?" tanya Hato.


"Masih belum, tapi sepertinya dunia semakin memaksaku untuk terlibat dalam hal ini," kataku.


"Oh ya, aku masih bingung dengan kekuatan ini apa kau tau sesuatu?" tanyaku.


"Tanyakan saja," kata Hato.


"Kenapa di saat-saat penting aku tidak bisa pergi ke masa lalu?" tanyaku.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Hato.


"Kenapa kau balik bertanya?" tanyaku.


"Dari yang aku tau Rei juga pernah mengalami hal seperti ini dulu, dia menyimpulkan kalau kekuatan psycho hanya bisa di lakukan 1 kali sehari, apa dia memberitahumu tentang itu?" tanya Hato.


"Hadeh, dia tidak bilang kalau hanya bisa di lakukan 1 kali sehari," kataku.


"Kau berniat untuk tidak terlibat tapi kau menggunakan kekuatannya, sepertinya kau memang dipaksa terlibat," kata Hato.


"Ngomong-ngomong kemana Aki ya," kataku.


"Aku akan melihat keluar," kata Hato.


Sesaat setelah Hato keluar, dunia begitu hening karena aku khawatir aku juga pergi keluar.


Saat sampai di luar betapa terkejutnya aku melihat Aki yang sudah tak bernyawa terbaring di jalanan depan rumahku dengan 3 pisau yang tertancap di badannya.


"Apa lagi ini," kataku.


Saat aku memeriksa Aki dia sudah benar-benar mati.


"Sepertinya kau memang harus pindah dari sini Kir," kata Hato.