
"Ha!? apa maksudmu?" tanyaku dengan bingung.
"Apa kau tidak dengar?" tanya Nobu.
"Tentu saja aku dengar," kataku.
"Jadi apa yang kau maksud dari maksudmu tadi?" tanya Nobu.
"Argh, pembicaraan ini jadi semakin aneh," kataku.
"Ketua Nobu, sarapan telah siap, sebaiknya sarapan dulu dan juga maaf karena sedikit lama kami menyiapkan sarapannya," kata salah satu anak buah yang menghampiri Nobu.
"Akhirnya, sebaiknya kita makan dulu baru aku akan memberitahumu," kata Nobu.
"Memberitahukan apa?" tanyaku.
"Tentang jati diri KN yaitu psycho, alasan kenapa Assasin memburu psycho, dan kenapa aku menculikmu," kata Nobu.
"Begitu ya," kataku.
"Ayo! kita makan di atas," kata Nobu.
"Kenapa tidak disini?" tanyaku.
"Hadeh, apa kau bisa makan di tempat seperti ini? tidak kan," kata Nobu.
"Ya ...."
"Kalau di atas tempat yang sangat cocok untuk makan dan melakukan hal lain," kata Nobu.
"Memangnya di atas kita ada apa?" tanyaku.
"Liat saja saat kau sudah naik," kata Nobu.
Nobu kemudian mengajakku ke suatu tempat dimana ada sebuah tangga, menuju keatas. Saat sampai di atas betapa terkejutnya aku karena di atas tempat yang bisa dibilang kumuh tadi adalah rumah yang sangat mewah dan besar.
F*ck, ternyata tadi aku ada di bawah tanah. Setauku di wilayah rumahku tidak ada rumah sebesar ini dan seperti yang Nobu katakan kalau dia adalah pemimpin Assasin artinya ini rumahnya. Aku simpulkan artinya markas Assasin jauh dari rumahku jadi mereka pasti butuh waktu lama untuk menculikku karena perjalan pulang pergi sama jauhnya.
"Ada apa?" tanya Nobu.
"Tidak ada apa-apa," kataku.
"Aku tidak tau makanan apa yang kau suka, setidaknya mungkin kau menyukai yang ada dimeja makan," kata Nobu.
"Ya, aku tidak terlalu pilih-pilih makanan, selama itu bisa membuatku kenyang aku tidak masalah," kataku.
"Hahahahahahaha, kalau begitu ayo! ikut aku menuju ruang makan," kata Nobu.
Apa orang seperti dia tinggal sendirian disini? orang yang seumuran denganku mempunyai fasilitas seperti ini? aku penasaran apa pekerjaan orang tuanya.
"Kalau boleh tau kak Nobu, apa semua fasilitas di sini milikmu?" tanyaku.
"Panggil saja Nobu, kita seumuran jadi jangan panggil aku dengan 'kak' atau 'kakak'," kata Nobu.
Ternyata benar, dia seumuran denganku.
"Ya benar, semua yang ada disini milikku," kata Nobu.
Kira-kira bagaimana dengan kak Hato sekarang ya.
Saat nobu membuka salah satu ruangan, terlihat sebuah meja yang sangat besar dan makanan yang sangat banyak di meja tersebut.
"Silahkan makan sepuasnya," kata Nobu.
"Aaaa, ok ok, makasih," kataku.
Buset, banyak banget.
Saat kami berdua makan, aku heran makanan segini banyaknya hanya di makan berdua saja.
"Anu maaf Nobu, yang lain tidak ikut makan?" tanyaku.
"Aku tidak tau," kata Nobu.
"Hah?" bingungku.
"Aku pernah mengajak mereka semua makan bersama, tapi mereka menolak dan akan makan setelah aku selesai, itu kata mereka," kata Nobu.
Jadi begitu, mereka tidak ingin seorang anak buah makan dengan pemimpinnya, padahal Nobu sendiri tidak masalah dengan hal itu.
"Sebenarnya aku ingin memberitahumu sekarang, tapi sepertinya kurang enak karena kita lagi makan," kata Nobu.
"Begitu."
"Ngomong-ngomong sekarang jam berapa?" tanyaku.
"Jam 8 pagi," jawab Nobu.
Singkat cerita, setelah selesai makan Nobu mengajakku ke sebuah tempat dimana dia ingin bicara empat mata denganku.
"Kemana kau membawaku?" tanyaku.
"Ikut saja," kata Nobu.
Karena Nobu mengajakku melewati tangga aku jadi berpikir bahwa dia ingin membawaku ke lantai atas tapi aku salah dan ternyata dia membawaku ke atap rumahnya.
Sepertinya di atap boleh juga, sambil melihat pemandangan.
Saat sampai di atap, ternyata benar bahwa tempat ini jauh dari rumahku.
"Ahhhh, segarnya udara pagi," kataku.
"Jadi, sekarang apa?" tanyaku.
"Aku bingung memulainya dari mana," kata Nobu.
"Darimanapun aku tidak masalah."
"Baiklah kalau begitu," kata Nobu.
...****************...
"Astaga, bagaimana dia bisa diculik semudah itu," kata Aki.
"Sulit dipercaya," kata Hato.
"Sebaiknya kita mencarinya," kata Hato.
"Aku juga ingin seperti itu tapi aku tidak tau di mana mereka," Kata aki.
"Sudah jelas kan mereka ada dimana," kata Hato.
"Dimana?" tanya Aki.
"Ya pastinya di markas mereka tapi aku tidak tau markasnya Assasin," kata Hato.
"Apa kau tau di mana markasnya?" tanya Hato.
"Tidak."
"Sebaiknya kita berpencar mencarinya," kataku.
"Kalau boleh tau, kenapa kau sangat ingin mencarinya? padahal kau pernah berniat membunuhnya?" tanya Hato.
"Itu dulu, bukan sekarang," kata Aki kemudian pergi dari rumahku dan mulai mencari entah kemana.
"Mau mencari kemana memangnya, petunjuk saja tidak ada," kata Hato.
...****************...
"Ha!? sulit dipercaya," kataku.
Itu artinya aku masih bisa menyelamatkan Tomo, tapi apa aku berani melakukannya?
"Ya memang sangat sulit, tapi itu memang kebenarannya tentang psychokinesis di dunia ini," kata Nobu.
Sulit di percaya, kalau seperti ini artinya aku juga bertanggung jawab atas semua kasus KN selama 70 tahun ini. Ditambah sekarang aku mengetahui siapa yang membunuh Tomo. Kebenaran ini sangat sulit kuterima.
"Aku tau kau butuh banyak waktu untuk menerimanya, jadi aku akan meninggalkanmu sendiri disini," kata Nobu.
"Ka-ka-ka-kau yakin meninggalkanku sendiri disini? bagaimana kalau aku kabur," kataku.
"Ya, karena aku percaya padamu," kata Nobu.
Hahahahaha, baru 25% kebenaran dunia yang di beritahu oleh Nobu aku sudah seperti ini, apa aku harus percaya yang dikatakan oleh Nobu ya?
Kalau sampai aku ketahuan seorang psycho aku yakin aku langsung di bunuh tanpa ragu oleh Nobu, kalau aku kabur sekarang mungkin aku bisa hidup aman tanpa harus mati berkali-kali. Bahkan Nobu sudah menyiapkan tali untuk turun kebawah kalau aku ingin kabur.
Tapi di satu sisi aku ingin terlibat dalam hal ini karena aku merasa bertanggung jawab. Aku juga tidak mau kak Hato ikut terlibat dalam masalah ini karena jika aku kabur aku akan bertemu dengan kak Hato dan Rei, dan mau tidak mau akan akan tetap terlibat dan ikut melibatkan mereka.
Aku tidak mau melibatkan mereka, artinya aku harus bersama dengan Assasin walau keadaanku dalam bahaya.
"Aaaaaaaaarrrrrrrrggggggggghhhhhhh," teriakku dengan sangat kencang kepada dunia.
"Sepertinya aku harus terlibat untuk melindungi mereka," kataku dan langsung terduduk jatuh.
Saat mendengar aku berteriak Nobu yang berada di balik pintu tersenyum dan pergi dari sana.
"Selamat datang Akihiro Akira, Assasin serta aku menyambutmu dan kau mulai sekarang akan menjadi pembunuh," kata Nobu dengan suara kecil.
Sebelumnya Nobu memberitahu padaku, alasan kenapa dia menculikku karena dia ingin dibantu olehku untuk memburu psycho saat aku bertanya 'Kenapa aku?' karena dia tertarik saat aku memecahkan kasus pembunuhan di sekolah waktu itu. Baginya akan bagus jika seorang hebat sepertimu membantu dalam memburu psycho. Dia juga berkata telah menyelidiki aku sepenuhnya, tapi tidak termasuk aku yang mempunyai keabadian dan seorang psycho.
Dia juga berkata bahwa psycho adalah dalang dari semua pembunuhan KN karena psycho membunuh orang dengan angka hanya untuk........