
Tuan Brooks menundukkan kepala kepada seluruh keluarga menantunya. “Maaf jika sebagai orang tua, kami termasuk kurang sopan.” Mencoba merendahkan hati dan membuang segenap rasa malu serta gengsi yang selama ini menghantui, ia meminta maaf atas segala perilaku buruk putranya. “Mungkin ini terlambat, tapi saat itu kami belum siap dan sangat kecewa dengan Brandon.”
“Kami sudah melupakan masalah di masa lalu, sekarang kita susun kehidupan yang akan datang. Lagi pula, Brandon menunjukkan rasa penyesalannya dan sampai sekarang tidak memperlihatkan sisi buruk lagi,” tegas Papa Danzel. Meskipun Selena bukan putri kandungnya, tapi dia sudah seperti orang tua bagi wanita itu.
“Karena sekarang Selena juga bagian dari keluaga kalian, tolong perlakukan dia dengan baik, sebagaimana kami menyayanginya sepenuh hati.” Mama Gwen menambahkan dengan mengajukan permintaan.
Langsung dijawab anggukan kepala oleh Tuan dan Nyonya Brooks. Keduanya tersenyum, ternyata keluarga Pattinson tidak seburuk yang mereka bayangkan. Justru terkesan rendah hati, tak menaruh dendam.
Memang Alceena dan Brandon pernah berencana menikah. Tapi, pertemuan dua keluarga antara Brooks dan Pattinson baru berlangsung sekarang. Mereka bukan penganut kalau melamar harus satu keluarga datang semua.
“Pantas saja Brandon senang tinggal di sini, ternyata memang kalian memberikan kenyamanan padanya. Terima kasih karena memperlakukan putraku dengan baik, meskipun dia banyak salah. Sepertinya, aku memang harus banyak belajar dengan keluarga kalian dalam membangun sebuah hubungan keluarga yang damai.” Nyonya Brooks yang berbicara. Keangkuhan yang timbul akibat namanya buruk di mata teman-teman sosialita ternyata tidak membuat hidup lebih tenang. Justru, berbincang dengan keluarga besannya bisa membawa hati lebih tenteram.
Wajah tampan Brandon mengulas senyum menyaksikan dua keluarga yang berakhir dengan saling menerima satu sama lain. Saat menikah memang bukan sekedar menyatukan sepasang pria dan wanita yang saling memiliki perasaan. Tapi, bagi mereka, orang tua serta sanak saudara juga penting untuk menjalin hubungan yang baik supaya kehidupan berumah tangga lebih nikmat dijalani.
Tangan Brandon merangkul istrinya, mengusap lengan Selena. “Indah sekali pemandangan di depanku saat ini, lega rasanya ketika semua bisa berakhir tanpa emosi ataupun adu mulut.” Ia mengecup pelipis wanitanya dengan penuh rasa syukur.
...........
“Kalian tinggal di mansion ini saja, aku berjanji tidak akan menjadi orang tua atau mertua yang menyebalkan,” bujuk Nyonya Brooks saat Brandon berpamitan ingin pergi ke apartemen.
Selena menganggukkan kepala pada Brandon supaya mengiyakan. Suaminya yang ingin hidup terpisah karena mau mandiri dalam membangun rumah tangga mereka. “Supaya mansion keluargamu lebih ramai juga, aku ada yang membantu merawat Hedwig.”
“Jika itu keinganmu, maka aku tak bisa menolak. Tapi, ada syaratnya.” Brandon menyengir seraya menaik turunkan alis seakan sedang menggoda istrinya.
“Apa?”
“Kiss me.” Brandon menunjuk bibir.
“Tidak di sini, malu jika dilihat orang tuamu,” tolak Selena.
Nyonya Brooks yang tengah berada di depan menantu dan putranya pun segera mengambil alih Hedwig yang ada di dekapan Selena. “Biar ku gendong cucuku, sepertinya kalian butuh waktu berdua untuk bulan madu atau menghabiskan seharian di dalam kamar. Siapa tahu ingin membuatkan Hedwig adik.”