Ecstasy

Ecstasy
Part 21



Untung saja Brandon segera ketahuan kalau baru menjadi pecandu. Jadi, dia belum tergolong dalam pemakai yang sudah akut, masih berada dalam tahap awal karena satu bulan mungkin hanya mengkonsumsi sebanyak dua kali. Sampai direhabilitasi, terhitung baru sepuluh kali memakai termasuk saat dijebak oleh temannya.


Setelah dilakukan evaluasi oleh tim medis untuk menggolongkan tingkat kecanduan dan kesehatan pengguna, Brandon diberikan tahap detoksifikasi menggunakan terapi cold turkey. Dia dimasukkan ke dalam suatu ruangan untuk melewati fase sakau pasca putus obat.


Ada tiga macam terapi pada tahap detoksifikasi, yaitu simptomatik dengan memberikan obat medis tertentu sesuai gejala kecanduan yang muncul, subtitusi untuk meminimalisir dampak buruk sakau menggunakan obat pengganti agar pasien stabil, dan cold turkey bentuk terapi diisolasi dalam sebuah ruangan khusus. Brandon belum separah itu sampai harus mendapatkan obat pengganti, sehingga kini ia masih berada di dalam sebuah ruangan tertutup dan tidak berisi benda-benda yang berbahaya.


Sangat beruntung Brandon langsung dimasukkan ke dalam rehabilitasi, sehingga dia belum sampai masuk ke tahap terburuk seorang pengkonsumsi. Ia baru menghabiskan dua ratus ribu euro selama memakai, jadi tidak merasakan perusahaan bangkrut karena menjadi pecandu.


Mungkin kalau dibiarkan bertahun-tahun Brandon bisa jadi gembel. Sebab, obat-obatan terlarang itu bisa mempengaruhi fungsi kerja otak. Pecandu akut akan sulit diajak berkomunikasi, tandanya bekerja pun sudah pasti tidak akan bisa.


Keinginan Brandon untuk sembuh juga sangat besar karena dia tahu kalau Selena sedang mengandung anaknya. Jadi, ada motivasi yang membuatnya ingin segera keluar dari pusat rehabilitasi.


Karena tak tahan ingin melihat kondisi perkembangan Brandon, Selena nekat pergi ke Munich seorang diri. Dia datang ke pusat rehabilitasi di mana Daddy dari anaknya sedang melewati masa terapi.


Selena bertemu dengan tenaga medis yang mengatur segala aktivitas Brandon. Karena Alceena memasukkan pria itu dengan membayar segala rangkaian proses terapi, bukan gratis. Sehingga ada tim khusus yang menangani Brandon.


“Selamat siang,” sapa Selena dengan sangat ramah.


“Siang, ada yang bisa dibantu?” Salah satu tim medis Brandon tahu siapa Selena karena sudah dua kali ini datang. Tapi saat pertama kali ke sana tidak bisa memberikan izin bertemu.


“Aku ingin melihat perkembangan Brandon Brooks, apakah bisa?”


“Melalui rekaman CCTV, apa Anda mau? Pasien masih berada dalam ruang detoksifikasi.”


Selena mengangguk, tak masalah hanya dari sebuah layar. Setidaknya ia tahu bagaimana kondisi Brandon saat ini. “Boleh.”


Kaki Selena terayun mengikuti ke mana petugas medis itu melangkah. Ternyata di sebuah ruangan yang berisikan banyak sekali monitor.


Kedua bola mata Selena menyisir ke seluruh layar, mencari yang mana Brandon Brooks. Tapi, petugas medis itu sudah menunjukkan padanya.


Selena langsung terfokus pada layar yang ditunjuk. Matanya berkaca-kaca ketika melihat Brandon sedang membenturkan kepala di dinding. “Apa dia akan baik-baik saja? Bagaimana kalau sampai terluka?” Sebagai wanita yang memiliki hati lembut, rasanya tak tega menyaksikan pria itu menyakiti diri sendiri.


“Aman, Nona, dinding di sana sudah dilapisi busa, jadi tidak akan melukai kepala Tuan Brooks.”


Selena bisa bernapas lega mendengar penuturan tersebut. “Apa dia selalu seperti itu?”


“Ya, saat ini Tuan Brooks pasti sedang merasa gelisah dan bingung karena seharusnya tubuh mendapatkan asupan ekstasi lagi. Tapi, aliran zat adiktif itu sudah diputus, sehingga dia mengalami depresi sampai melukai diri sendiri.”


“Apakah akan berlangsung lama?”


“Nanti pasien akan merasa lelah sendiri. Jadi, kami memang membiarkan Tuan Brooks seperti itu. Ini wajar dialami oleh pemakai yang putus obat.”


“Kira-kira, berapa lama lagi Brandon akan sembuh dan bisa dijenguk secara tatap muka?”


...*****...


...Pernah mendengar Kota Zombie? Salah satu Kota di Amerika, Philadelphia namanya. Di sana tingkat pecandunya sangat tinggi sampai di tahap udah merusak fungsi kerja otak. Banyak banget tunawisma di pinggir jalan, kumuh banget tempatnya, segala alat buat make obat terlarang itu berserakan. Karena kecanduan dan gapunya duit alias pengangguran, banyak dari mereka yang jadi PSK dan pengedar....


...Kenapa disebut Kota Zombie? Ini kalian liat aja gambar di bawah, perilaku mereka, cara jalan, gesturnya udah kaya zombie di film-film. Tapi, gak menular dengan cara gigit loh kek di film. Mereka kaya gitu karena udah akut banget ketergantungan obat terlarangnya....


...Semoga menambah wawasan ya bestie...