Ecstasy

Ecstasy
Part 38



Dari lantai dua, Brandon melihat keluarga Pattinson sedang kumpul di mansion. Ia tersenyum saat menyaksikan kedekatan mereka semua. Rasanya masih sedikit canggung, mengingat perbuatannya pada keluarga itu sangatlah buruk. Terutama pada Alceena yang sudah ia fitnah secara global serta membatalkan pernikahan mereka secara sepihak hingga menjadi bahan gunjingan, dan Selena yang dinodai dengan kasar.


Tiba-tiba Brandon merasa kalau Selena mendongak ke atas dan menatap ke arahnya. Dari posisinya, bisa melihat kalau wanita itu melambaikan tangan seperti memberikan isyarat supaya ikut bergabung.


Tapi, Brandon menjawab dengan gelengan kepala. Tidak ingin merusak moment keluarga itu. Takut saja kalau masih ada sisa sakit hati akibat perilakunya di masa lalu. Meskipun ia sudah pernah minta maaf. Namun, rasa bersalah masih selalu menghantui.


“Sepertinya harus ku tunda sampai mereka selesai berkumpul,” gumamnya saat melihat sebuah kotak perhiasan yang di dalamnya ada sesuatu.


Brandon malu saja kalau menunjukkan selain pada Selena. Apa yang sedang berada di tangannya sangatlah tidak berharga, bisa dibilang murah.


“Hei, ternyata Brandon membawa kotak perhiasan, sepertinya dia mau melamar Selena.”


Brandon terkejut ketika tiba-tiba ada suara Dariush di belakangnya. Dia tak sadar kalau pria itu naik ke atas.


“Oh, ya? Kalau begitu, turunlah, Selena ada di sini. Apa lagi kami sedang berkumpul semua, lebih seru, romantis, dan terkesan macho jika kau melamar di depan keluarga secara langsung.” Itu suara Alceena. Memang dua sejoli itu kompak sekali.


Kepala Brandon menggeleng pada Dariush. “Aku belum siap, di dalam sini tidak ada cincinnya, aku belum beli.”


Tapi, Dariush tidak percaya karena jelas sekali melihat Brandon sudah siap. “Kau membawa benda itu, tandanya sudah ke toko perhiasan karena sudah pasti di sana menjual itu. Jadi, lamarlah Selena sekarang.”


“Hanya kotaknya saja, dalamnya tidak ada cincin.”


Brandon ingin menggeleng, tapi jawaban itu sangatlah bohong. Jelas saja di hati masih ada perasaan pada mantan calon istrinya, meskipun hanya sedikit. “Kau jangan salah paham.”


“Supaya aku tak salah paham, maka lamarlah Selena sekarang. Kotak perhiasan sudah ada, wanitanya di bawah, keluarganya lengkap. Tunggu apa lagi?” tantang Dariush seraya menggerakkan kepala menengok ke lantai bawah.


Brandon memenuhi paru-paru dengan banyak oksigen, dan mengeluarkan secara kasar dalam bentuk karbondioksida. Dia memang berencana melamar Selena, tapi persiapan belum matang seratus persen.


“Oke, aku akan lamar sekarang.” Brandon tidak ingin dianggap masih berharap pada mantan calon istrinya, apa lagi Alceena sudah hidup bahagia bersama Dariush.


“Bagus, sebagai pria harus berani menghadapi situasi apa pun.” Dariush memberikan semangat, menepuk pundak Brandon. Dia mendahului turun ke bawah.


Brandon membuka dan melihat isi kotak perhiasan yang dibawa. “Pasti semua orang akan menertawakan apa yang ada di dalam ini.”


Kembali menutup kotak kecil itu, dia meremas sebentar supaya memberikan dorongan keberanian seperti kata Dariush.


Kaki Brandon perlahan melangkah, menuruni satu demi satu anak tangga. Setiap hembusan napas yang keluar, artinya sedang mencoba menurunkan debaran di dada yang semakin beritme cepat.


Tibalah Brandon di ruang keluarga, dia berhenti tepat di depan Selena yang tengah menggendong Hedwig. “Selena Eisten, sebagai Mommy dari Hedwig Brooks, maukah kau menikah dengan pria yang banyak kekurangannya ini?”


Brandon membuka kotak perhiasan itu. Dia tak yakin semua orang akan terpukau dengan isinya. Sebab, keluarga Pattinson justru tengah membulatkan mata ketika tahu apa yang ia bawa.