
Semua keluarga Pattinson jadi menengok ke arah meja yang ditunjuk oleh Selena. Mama Gwen baru mau memberikan Hedwig pada putrinya. Merasa kalau memang perlu memperkenalkan si mungil itu pada kakek dan nenek satu lagi.
Dengan menggendong putranya, Selena kembali menghampiri mertuanya. Ia duduk bergabung di meja yang ada paling ujung. “Tampan, ayo kenalan dengan kakek dan nenekmu. Mereka orang tua dari Daddymu.” Sembari berceloteh, dia memperlihatkan wajah Hedwig ke arah Tuan dan Nyonya Brooks.
“Namanya Hedwig Brooks, mungkin kalian ingin coba menggendong?” Brandon yang memperkenalkan sekaligus memberikan penawaran.
Orang tua Brandon terlihat mengulas senyum ketika melihat cucu mereka untuk pertama kali. Si mungil itu terlihat menggemaskan.
“Boleh.” Nyonya Brook meletakkan tas bermerk Louis Vuitton ke atas meja supaya tangan bisa menggendong cucunya.
Selena lalu memberikan putranya untuk merasakan dekapan seorang nenek yang berbeda. Pelan-pelan supaya tidak membangunkan tidur siang Hedwig.
“Cucuku tampan sekali, wajahnya mirip Brandon saat kecil,” puji Tuan Brooks seraya jemari keriput itu mengusap pelan pipi bulat nan mungil.
Sedang asyik membangun perasaan dan kedekatan dengan cucu, tiba-tiba Hedwig menangis dengan suara begitu kencang. Bahkan mulut mungil itu sampai terbuka lebar, tangan dan kaki pun bergerak seolah memberontak atau mungkin merasa tidak nyaman.
“Mungkin cucuku haus, kau bisa memberinya ASI dulu,” ucap Nyonya Brooks. Dia hendak mengulurkan Hedwig pada menantunya.
Tapi, Mama Gwen tanpa diundang pun langsung datang dan berdiri di belakang Nyonya Brooks karena ia mendengar sang cucu menangis. “Sedang kondisi di luar, Hedwig biasanya minum susu menggunakan dot.” Dia memasukkan benda yang digunakan sebagai alat bantu menyusi anak itu ke mulut mungil yang nampaknya memang haus karena langsung dihisap.
“Peganglah.” Mama Gwen melanjutkan memberikan perintah pada besannya yang sedang mendongak dan menatapnya dengan wajah terkejut.
Mama Gwen menepuk pundak putrinya sebentar, lalu ikut duduk di meja itu. Tak berselang lama, anggota keluarga Pattinson yang lain juga menghampiri untuk menyambut kedatangan orang tua Brandon.
“Sepertinya, ini pertama kali keluarga kita bertemu,” ucap Mama Gwen dengan suara sangat ramah.
Tentu saja hal itu membuat Tuan dan Nyonya Brooks saling pandang karena mereka sedang berkomunikasi atas kebingungan harus menjawab apa.
“Kenapa mereka tegang sekali?” Siapa lagi yang berani menyeletuk kalau bukan Dariush.
Cathleen menggeleng pelan dengan kelakuan suami dari kembarannya. Ia menyenggol lengan Alceena dan membisikkan sesuatu di telinga. “Suamimu, Ceen, tolong dikondisikan.”
“Biarkan saja, supaya keluarga Brandon mau memulai berbicara. Sudah sampai di Helsinki tapi mereka tidak ada niatan untuk mengobrol dengan keluarga menantunya.” Alceena justru membebaskan Dariush agar semakin mengeluarkan kata-kata yang bisa membuat keluarga Brooks tidak seperti orang sariawan lagi. Bahkan kelakuan suami istri itu mirip. Dia juga mengucapkan kalimat tersebut dengan suara yang tak pelan.
Tuan Brooks mulai berdeham. Dia menendang rasa malu karena sudah seperti ini kondisinya. Dihadapkan dengan keluarga Selena. Mau bagaimanapun usaha yang dilakukan untuk tak bertemu, tapi mungkin memang orang yang bersalah harus minta maaf baru hidupnya akan tenang.
...*****...
...Beuhhh cocok kali lah mulut si rambut singa samaku, sama-sama suka nyeplos. Bolehlah Dar aku dijadiin istri kedua, gak akan nyesel kamu, palingan aku cuma malu-maluin dikit ajalah gak banyak...