Billionaire Twins Baby Boy

Billionaire Twins Baby Boy
Kembali sekolah



Jasmin tiba di kantor Papa nya dan tanpa permisi langsung masuk ke dalam. walaupun Papa nya sedang mnelpon, tapi saat Jasmin datang , dia langsung mematikan telpon nya dan menghampiri Jasmin.


" Ada apa pagi - pagi sudah datang kemari ? " tanya Papa nya.


" Aku sudah tidak sabar ingin segera melenyapkan wanita gila itu , Papa ! "


" Sikap suami ku semakin hari semakin dingin padaku."


" Syang...sayang..dengarkan Papa.." papa Jamin memeluk pundak Jasmin.


" Kau harus bersabar. Papa sudah janji padamu akan membantu mu melenyapkan wanita gila itu. " sambung Papa Jasmin sambil mengusap rambut Jasmin untuk menenangkan nya.


" Tapi , Pah..aku tidak mau kalau nanti Saga lebih dulu menemukan kebnaran nya" Rengk Jasmin.


" Aku tidak mau nanti dia meninggalkan ku begitu saja saat tau kalau anak itu adalah anak nya."


" Itu tidak akan terjadi , sayang. Papa janji padamu." Papa Jasmin menenangkan nya.


" Tapi bagaimana kalu sampai terjadi? Aku tidak mau kehilangan Saga , Pah.." Jasmin mulai menangis manja di pelukan Papa nya .


" Kau harus tenag dan tunggu saja. Aku pasti akan menyingkir kan wanita itu secepatnya." wajah Papa Jasmin langsung berubah serius.


" Aku sangat mencintainya , Pah."


" Ppa tau , sayang.. Papa tau.." Ppa Jasmin memeluk nya dengan penuh kasih sayang .


*****


" Sial ! kenapa aku jadi tidak bisa berkonsentrasi seperti ini ?! " Sagara melempar balpoint yang di pegang untuk tanda tangan berkas.


" Kenapa aku terus memikirkan Hana. " Sagara menyandarkan tubuh nya di kursi kerja nya.


" Aku harus benar- benar tau apa mereka adalah anakku atau bukan. "


Sagara menelpon seseorang dan menanyakan perkembangan penyelidikan yang di lakukan.


"Bagaimana?apa kalian sudah mendapatkan informasi yang aku butuhkan?" tanya nya.


"Maaf, Bos. Kami belum menemukan apapun yang anda butuhkan."


" Lakukan lah dengan cepat!!" teriak nya dn menutup tepon dengan kasar.


" Dasar sial !!!"


****


Pria suruhan Sagara menutup telpon nya dengan wajah ketakutan.Dan ternyata Al ada di sebelah nya, mengancam nya dengan sebuah pisau kecil yang dia tempelkan di leher sang informan.


"Aku sudah mengatakan semua yang kau inginkan. Jadi biarkan aku pergi." kata si Informan sambil memberikan ponsel nya pada Al.


Al mengambil nya dengan kasar dengan tatapan tajam nya.


Mereka Ada di sebuah tamanyang tak jauh dari rumah Hana.


" Tidak ada lagi. Aku udah memeberikan semua nya padamu." Kata si Informan yang ketakutan karena dia sudah babak belur di hajar Al.


Al memeriksa semua kantong baju dan celana si Informan hhingga dia menemukan sebuah ketas di saku celana nya. Al membuka dan membaca tulisan di kertas tersebut.


Ternyata itu adalah nformasi tentang Hana dan si kembar. Al ;angsung membkar dan membuang nya.


"Ingat baiik-baik,jangan sampai kau mengatakan apapun pada Sagara!' Ancam AL.


"kalau sampai dia tau sesuatu,itu berarti kau yyang memberi tahu nya.""


Al sedikit menusukan ujung pisau ke leher si informan dengan tatapan tajam nya.


" Dan aku akan langsung menghabisi mu! mengerti?"


" A..aku mngerti. Aku mengerti!" si informan ketakutan sekalian kesakitan karena leher nya sedikit mengeluarkan darah.


Al mendorong nya dengan kasar dan menyuruh nya untuk segera pergi dari tempat itu.


"Sagara,,,rupanya dia masih penasaran dan tidak percaya dengan perkataan ku." Al tersenyum menyeringai.


"Om sedang apa di sini?" tanya Kafi yang tiba - tiba ada di belakang Al.


" Kafi? mau pergi kemana?' tanya Al yang heran karena Kafi sudah memakai pakaian yang agaak lusuuh dengan sendal jepit dan membawa karung di tanagn nya.


" Aku akan mulai mengambil barang bekas lagi , om." kata Kafi dengan senyumm polos nya.


"Apa??" Al terkejut dengan jawaban Kafi.


"Tidak,,tidak! kau tidak boleh bekerja seperti itu lagi." Al mencob mengambil karung yang di bawa Kafi.


" Tapi kalau aku tidak bekerja,baagaimana dengan Ibu?Dia tidak bisa makan nanti." katanya denagn polos.


" Kau lupa?Om ada di sini. Om tidak akan membiarkan kalian kelaparan." kata Al.


" Tapi, om..."


"Sudah sekarang buang itu dan masuklah ke dalam untuk bersiap-siap." All menggambil karung nya dan melemparnya.


" Siap-siap?" Kafi tidak menegrti maksud Al.


"Ya. Kau akan kembali lagi ke sekolah bersama adik mu."


"Tapi om,,Kafi tidak mau merepotkan om." Kafi tidk setuju.


" Kau ikuti saja apa yang aku katakan .." ata Al dengan nada serius.


Kafi terlihat takut mendengar ketegasan Al.


" Bagaimana?" tanya Al.


dengan agak ragu Kafi pun menyetujui nya.