Billionaire Twins Baby Boy

Billionaire Twins Baby Boy
Dapat Traktiran makan.



Di sekolah Dasar Tunas Bangsa.


Palu sudah sampai di pintu gerbang sekolah untuk menjemput pak Solihin satpam di sekolah tersebut.


Palu dan Obeng keluar dari pintu mobil bersamaan. Tiba tiba Palu mendekati seorang anak kecil, berpakaian seragam sekolahyang sedang menangis sambil memegang perutnya. Anak kecil itu yang tak lain adalah Kafa Arrayan.


Palu jongkok di hadapan Kafa dan bertanya. Tak lama, Obeng mengikuti Palu dan berdiri di belakangnya.


"Eeh kon nangis."


Kafa mengangat wajahnya seraya mengusap air mata di pipinya.


"Sakit pelut om.." ucapnya dengan suara khas Kafa, tidak bisa menyebut huruf R.


"Sakit perut, kenapa? Belum makan?" Tanyanya lagi sambil tersenyum lebar, sempat melirik ke arah Obeng yang menggarul kepalanya.


Kafa mengangguk, dengan polosnya ia menceritakan mengapa bisa sakit perut.


"Tadi pagi makan sedikit..telus nggak di kasih jajan. Nenek nggak punya uang..."


Palu tertawa kecil sambil menggaruk pelipisnya, lalu menoleh ke arah Obeng.


"Ada uang kecil ga?" Tanya Palu.


Obeng merogoh saku celananya, lalu mengambil dompet. Membuka dan memeriksa apakah ada uang kecil yang terselip di dompetnya.


Tiba tiba.


Puk


Puk


Puk


Kafi yang baru saja datang langsung memukul tubuh Palu dan Obeng menggunakan tas miliknya.


"Jangan macam macam sama adek!"


Palu berdiri dan menatap wajah Kafi. Mereka berdua menatap tajam Kafi dan Kafa.


"Kembar?!" Ucap mereka serempak.


"Awas ya, jangan ganggu adek!" Seru Kafi lantang dan mengepalkan tangannya ke arah Palu dan Obeng.


"Kakak..meleka bukan olang jahat."


Kafi merangkul bahu Kafa lalu mendekapnya erat.


"Tenang ya, om nggak jahat. Adek kamu lapar." Kata Obeng.


Kafi menoleh ke arah Kafa.


"Adek lapar?" Tanya Kafi.


Kafa mengangguk.


"Ya sudah, om ajak kalian makan mau?" Tanya Obeng lagi.


Kafi dan Kafa menatap ke arah Palu dan Obeng. Jelas terlihat raut wajah ragu.


"Tenang saja, om baik kok!" Timpal Palu yang mengerti keraguan kedua anak itu.


Setelah di bujuk, Kafa dan Kafi mau diajak makan oleh mereka berdua. Kemudian Palu membawa mereka masuk ke dalam mobil.


"Beng, pak Solihin bagaimana?" Tanya Palu.


Tak lama kemudian, Obeng kembali sendirian dan memberitahu Palu kalau pak Solihin sudah lama tidak bekerja di sekolah itu lagi. Akhirnya Palu dan Obeng memutuskan untuk membawa Kafi dan Kafa ke rumah makan terdekat.


Sepanjang di dalam mobil, Obeng dan Palu memperhatikan mereka berdua yang terlihat gembira dan sepertinya untuk pertama kali mereka naik mobil mewah. Obeng dan Palu tersenyum memperhatikan mereka berdua.


Tak lama mereka sampai di depan rumah makan. Palu dan yang lain keluar dari dalam mobil melangkah bersama memasuki rumah makan.


Palu memesan makanan untuk Kafi dan Kafa. Tak lama makanan sudah tersaji di atas meja.


Obeng dan Palu memperhatikan mereka makan dengan lahap. Apalagi Kafa yang sedang lapar.


"Sepertinya mereka tidak pernah makan enak.." bisik Obeng di telinga Palu.


Palu menganggukkan kepalany.


"Kalian siapa namanya?" Tanya Palu.


"Aku, Kafi Arrayan. Dan ini, adekku namanya Kafa Arrayan!" Sahut Kafi sambil mengunyah makanan.


"Arrayan?" Ucap Obeng menoleh ke arah Palu.


"Om, Kafa kenyang!" Seru Kafa sambil mengusap mulutnya dengan tangan.


"Eh, kan jadi belepotan!" Ucap Obeng lalu berdiri menghanpiri Kafa dan mengambilkan tisu dan menyekanya dengan lembut.


"Aku juga kenyang, om.." kata Kafi.


"Ok, sekarang om antarkan kalian pulang." Kata Palu.


Kafi dan Kafa mengangguk, lalu mereka keluar dari rumah makan setelah membayarnya.


Di perjalanan menuju rumah, Palu bertanya di mana rumah Kafi dan Kafa. Setelah mendapatkan arah petunjuk, akhirnya mereka sampai di depan gang yang sempit.


Obeng dan Palu saling pandang sesaat. Mereka teringat saat tetakhir mengantarkan Hana dulu.


"Beng..." ucap Palu.


Obeng mengangguk.


"Bagaimana non Hana sekarang ya?" Tanya Obeng pada Palu.


Palu hanya menggelengkan kepala.


"Om, bantuin Kafa!" Seru Kafa tidak bisa membuka pintu mobil.


Palu segera keluar dari dalam mobil dan membantu si kembar.


"Om, maksih yaa..." ucap Kafi tersenyum sambil mengusap perutnya.


"Tunggu sebentar!" Palu meminta uang kepada Obeng untuk di berikan pada Kafi dan Kafa.


"Nih, buat kalian jajan ya.." kata Palu memberikan masing masing seratus ribu rupiah.


"Om, makasihhh!!" Ucap Kafi dan Kafa sambil berlari menuju gang sempit.


Palu kembali masuk ke dalam mobil.


"Beng, gimana kalau kita cari tau keadaan non Hana sekarang?" Tanya Palu.


"Lain kali saja, aku takut tuan Saga menunggu.' Kata Obeng.


Palu menganggukkan kepalanya lalu mereka memutuskan untuk kembali pulang.