Billionaire Twins Baby Boy

Billionaire Twins Baby Boy
Pengakuan.



Jasmin mulai resah, setelah mengetahui kalau Al berbelot dan mengingkari janjinya. Ia mulai merasa terancam karena Al berada di pihak Hana.


Jasmin menghubungi papanya untuk meminta saran, ia tidak ingin Saga mengetahui yang sebenarnya.


Saat Jasmin tengah berbicara serius di telpon. Tanpa ia sadari, Sagara mendengarkan perbincangan mereka. Sagara merebut ponsel di tangan Jasmin dengan tatapan tajam bertanya pada istrinya.


"Siapa yang hendak kau lenyapkan?"


"Ah sayang, bukan apa apa. Aku hanya bercanda sama papa.." jawab Jasmin seraya merebut ponsel miliknya lagi namun Sagara tidak mau memberikannya.


"Katakan padaku, siapa yang hendak kau bunuh?" Tanya Sagara lagi.


"Aku bercanda sayang, berikan ponselku.." Jasmin kembali mencoba merebut ponsel miliknya, namun Sagara tetap mencegah usaha Jasmin lalu membuka semua pesan singkat yang ada di ponsel istrinya.


"Hana?"


"Berikan!" Jasmin mulai membentak suaminya sendiri karena kesal sekaligus panik.


Namun Sagara menolak untuk memberikan ponsel milik Jasmin. Ia membuka layar ponsel dan membaca chat penting yang tersimpan.


"Kau tau tentang Hana?" Tanya Sagara mengalihkan pandangannya tajam kearah Jasmin.


"Hana, Hana mana yang kau maksud?" Jasmin balik bertanya.


"Jangan berbohong, jelas di sini ada alamat dan foto Hana. Sekarang juga, aku harus menemuinya."


"Kau salah paham!" Seru Jasmin seraya berlari mengejar Sagara dan ikut masuk ke dalam mobil.


Sagara langsung memacu mobil dengan kencang tanpa menghiraukan perkataan Jasmin.


" Sayang kau dengarkan dulu penjelasanku. Aku sama sekali tidak tau apa maksudmu." Jasmin terus mencoba menjelaskan.


" Aku tidak mengenal siapa Hana. "


Sagara tak bergeming. Walaupun Jasmin terus menjelaskan, tapi dia sama sekali tidak mengatakan apapun.


Jasmin ketakutan karena Sagara memacu mobil dengan kencang dengan wajah serius.


Setelah beberapa lama berkendara, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah sederhana tapi terlihat nyaman dan sepi.


Sagara segera turun dan langsung menuju ke rumah tersebut setelah beberapa saat diam memperhatikan kondisi rumah tersebut.


Jasmin yang melihat Sagara pergi dan tak memperdulikan dirinya langsung menyusul Sagara.


Tapi dalam hati Jasmin sangat khawatir. Dia takut semua rahasia nya akan terbongkar.


TOK..TOK..TOK.


Perlahan tapi pasti, Sagara mengetuk pintu rumah tersebut.


Tak ada tanda - tanda keberadaan seseorang .


TOK..TOK..TOK..


Sagara kembali mengetuk pintu sedikit kencang agar terdengar penghuni rumah.


Tak berapa lama terdengar langkah kaki dari dalam dan seseorang membuka pintu.


Seorang anak berusia sepuluh tahun membuka pintu dan menatap Sagara dan Jasmin.


" Ya. Cari siapa?" Tanya nya.


Seorang anak yang tampan dengan wajah lembut dan rambut hitam yang di tata rapi.


Mata besar dan bibir yang tipis membuat dia terlihat sangat tampan.


Sagara menatap anak itu dengan tatapan lembut dan juga sedih.


" Apa dia anak ku?" Batin nya.


Ingin sekali dia langsung memeluk anak ini. Tapi dia menahan nya karena dia takut salah.


Baru saja Sagara akan menjawab, tiba - tiba seorang anak kembali datang menghampiri.


" Kakak." Panggil nya seraya berlari ke arah pintu.


Mata Sagara terbelalak.


Anak ini...kembar ! Pikirnya.


Terlihat sedikit senyuman di wajah Sagara. Hati nya merasa sangat senang saat melihat anak kembar di hadapan nya.


Sagara berlutut di depan kedua anak itu lalu mengelus rambut kedua anak itu.


" Kalian..." Sagara langsung memeluk kedua nya dan dia hampir meneteskan air mata.


"Siapa nama kalian?" Tanya nya.


Mereka saling berpandangan tak mengerti kenapa orang itu memeluk nya.


" Siapa nama kalian, nak ?"


" kafa, Kafi..siapa yang datang?" Tanya seorang pria yang datang dari dalam rumah.


Sekali lagi Sagara terkejut karena mengenali siapa pria tersebut.


" Al !! "


Ternyata pria itu Al , Om Sagara. Adik dari Ayah nya.


Al pun tak kalah terkejut melihat Sagara di depan rumah nya.


" Kau..." Al melirik ke arah Jasmin yang terlihat dari wajah nya sangat khawatir dengan keadaan saat ini.


" Al..kenapa kau ada disini?" Raut wajah Sagara langsung berubah serius.


" Sayang...kalian masuk ke dalam dulu , ya." Al menyuruh Kafa dan Kafi masuk dan mereka menuruti nya.


Sagara melihat Kafa dan Kafi pergi dan seakan tak rela melihat mereka pergi.


" Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau kemari?" kata Al.


" Dimana Hana ?" Tanya Sagara.


" Kenapa? Untuk apa kau mencari nya?" Tanya Al acuh tak acuh.


" Sudahlah. Kau tak perlu menghalangiku bertemu Hana." Sagara mulai kesal.


" waahhh...hebat. " Nada bicara Al seperti mengejek.


" Kau datang tanpa permisi ke rumah orang, dan sekarang kau memaksa bertemu dengan istri orang." Al tersenyum mengejek.


" Apa??" Jantung Sagara serasa berhenti mendengar kata - kata Al.


" Apa maksudmu dia istrimu?" Sagara menegaskan.


" Ya dia Istriku. Kenapa? Apa ada masalah ?" Al menantang.


" Jangan bercanda kau!" Sagara mencengkram kerah baju Al.


Jasmin yang melihat Sagara emosi langsung berusaha memisahkan mereka.


" sayang hentikan !" Teriak nya.


Tapi Sagara seperti tak mendengar perkataan Jasmin dan tetap menantang Al.


Al pun seperti nya tak takut dan hanya tersenyum mengejek.


Tiba - tiba mata Sagara tertuju pada seseorang yang berdiri di belakang Al.


Hana !!!1