
Al menatap wajah Jasmin tanpa mengedip selama beberapa detik, membuat Jasmin ketakutan dan melangkah mundur hingga dinding ruangan.
"Katakan, apa hubungan lo dengan Hana?" Tanya Al.
"Apa kau sudah menemukan Hana?" Jasmin balik bertanya.
"Jawab."
Jasmin diam cukup lama, ia berpikir keras bagaimana caranya menjelaskan pada Al. Jika ia berterus terang kalau Hana adalah istri pertama Sagara, ia takut semua rahasianya akan terbongkar.
Jasmin tersenyum lebar lalu berbicara pelan pada Al.
"Hana itu mantan sekertaris suamiku, dia hendak menipu dengan berkata bohong. Kalau, kedua anaknya adalah anak Sagara."
Jasmin memberikan keterangan palsu dengan memutar balikkan fakta. Seolah olah Hana adalah wanita yang tidak baik.
"Hana cuma mau harta, nggak lebih."
Al terdiam mendengarkan penjelasan Jasmin, entah apa yang Al pikirkan saat ini. Tiba tiba dari arah belakang, Saga yang baru saja pulang dari kantor menarik kerah baju Al.
"Ngapain kamu dekati istri ku?"
Al menoleh ke belakang dan menepi menperhatikan Jasmin mendekati Sagara dan bergelayut manja.
"Tidak ada apa apa sayang, Al hanya mau pinjam uang." Kata Jasmin berbohong.
Al hanya diam, seolah olah meng-iyakan perkataan Jasmin.
"Uang, kenapa kau tidak bekerja dari pada mondar mandir nggak jelas."
Al mendengus kesal mendengar ucapan Sagara. Namun ia enggan untuk membantah apalagi berdebat.
"Kau butuh uang, baik aku akan berikan. Tapi jauhi istriku dan pergunakan uang yang aku beri untuk kau bangun usaha atau apalah. Tapi jangan kau hambur hamburkan untuk membeli minuman alkohol." Jelas Sagara panjang lebar, kemudian ia mengajak istrinya untuk ke ruang kerjanya.
Al masih diam di tempatnya seolah olah sedang berfikir. Tak lama kemudian, Jasmin kembali datang menemui Al dengan sejumlah uang di dalam amplop.
"Ini." Jasmin memberikan uang di dalam amplop. Namun saat Al hendaj mengambilnya, Jasmin menariknya kembali.
"Ingat, uang ini tidak cuma cuma. Kau harus melakukan apa yang aku perintahkan." Ancam Jasmin.
Al tersenyum sinis dan merebut amplop coklat di tangan Jasmin. Setelah itu ia beranjak pergi dari rumah tersebut.
***
Sementara di tempat lain. Dr Arga yang sudah lama di rawat di rumah sakit akibat mengalami koma, setelama satu tahun lebih. Dr Arga kembali sadar dan mendapati Maya, tunangannya duduk di kursi.
"Kau jangan bergerak dulu," ucap Maya menahan bahu Dr Arga yang hendak bangun.
"Apa yang terjadi?" Tanya Dr Arga.
Maya diam sesaat lalu menceritakan apa yang terjadi pada Dr Arga selama ini.
"Kau mengalami kecelakaan setelah mengantar wanita tua itu kepasar."
"Wanita tua?" Ucap Dr Arga mengulang, dan berusaha mengingat kejadian terakhir.
"Ya!"
"Aku tidak ingat sama sekali.." kata Dr Arga mencoba mengingat semuanya namun kepalanya terasa sangat sakit.
"Kau sendiri siapa?" Tanya Dr Arga pada Maya.
"Kau tidak mengingatku?" Tanya Maya balik.
"Jangan di paksakan, sebaiknya kau istirahat. Biar aku panggilkan Dokter." Maya beranjak pergi tempat duduknya lalu menekan tombol di sampingnya.
Tak lama kemudian Dr datang bersamaan dengan kedua orang tua Dr Arga.
"Dok, kenapa Arga tidak bisa mengingatku?" Tanya Maya.
"Biar saya periksa, kalian silahkan menunggu di luar." Kata Dokter.
Maya menganggukkan kepalanya, kemudian mereka beranjak pergi dari ruangan menunggu dengan cemas.
Tak lama kemudian Dr keluar dari ruangan menemui Maya dan kedua orang tua Dr Arga.
"Bagaimana Dok?" Tanya Alan.
"Pasien mengalami amnesia, hanya mengingat keluarganya saja." Jelas Dr.
"Apakah itu permanen dok?" Tanya Maya mulai khawatir.
Dr diam sejenak.
"Pasien bisa sembuh dari amnesianya, harus rutin untuk di periksa setelah kondisinya pulih."
Maya menarik napas khawatir, sementara kedua orang tua Dr Arga merasa lega, karena putranya bisa mengingat mereka.