Billionaire Twins Baby Boy

Billionaire Twins Baby Boy
Pramudya.



Pramudya, seorang pembisnis yang sukses di usia muda. Memiliki keluarga yang sangat sempurna di mata orang lain.


Orang tuanya selalu ikut campur dalam hal pekerjaan putranya termasuk pribadi. Keluarga Dirgantara, keluarga keturunan darah biru. Yang selalu memperhatikan latar belakang pasangan Pramudya, itu sebabnya kedua orang tua Pramudya memaksanya untuk menceraikan Hana tanpa ada kesalahan dari pihak Hana.


Hanya karena keluarga miskin, mencintai Pramudya begitu juga sebaliknya. Mereka menikah meski tanpa restu orang tua Pramudya. Namun seiring waktu, akhirnya Pramudya menyerah dan meninggalkan Hana.


Namun, pikiran dan perasaan Pramudya kembali di pertanyakan saat melihat Hana makan malam bersama seorang pria tampan.


"Apakah yang aku dengar tadi benar adanya?" Batin Pramudya duduk melamun di atas ranjang.


"Aku penasaran, siapa pria itu.."


"Mas!"


Pramudya menoleh ke arah Siska.


"Kamu mikirin siapa, sampai ga tau kalau aku sudah ada di sini." Protes Siska.


"Tidak ada, cuma pekerjaan." Kata Pramudya lalu berbaring dan menarik selimut.


"Mas, kamu jangan bohong. Jangan jangan lagi mikirin cewek gila itu."


"Ck! Sudah malam, sebaiknya kau tidur. Jangan buat aku pusing." Kata Pramudya lalu merubah posisi tidurnya membelakangi Siska.


Siska berdiri mematung memperhatikan perbedaan sikap Pramudya sepulang makan malam.


"Liat saja, kalau kamu berani datangin Hana lagi. Aku pastikan perempuan itu tidak baik baik saja." Batin Siska.


****


Pramudya berdiri mematung di depan halaman rumah Bu Sakiyah.


"Hana.." ucapnya pelan, memperhatikan Hana sedang duduk di kursi sambil mengusap perutnya yang semakin besar.


Hana menyadari kedatangan Pramudya. Perlahan berdiri, tangannya terulur di sertai deraian air mata.


"Mas..."


"Mas Pram.." ucap Hana berjalan menghampiri. Kedua tangannya menyentuh pipi Pramudya.


"Mas Pram, benarkah ini kamu, mas?"


Pramudya hanya diam menatap wajah cantik Hana.


"Mas..kenapa kamu pergi..kenapa mas!" Teriak Hana sambil meremas rambutnya sendiri.


"Kamu jahat!!"


"Mau apa kamu?!"


"Pergi!!' Pekik Bu Sakiyah.


Pramudya berjalan mundur.


"Pergi kamu!!" Usir bu Sakiyah.


Pramudya balik badan lalu beranjak pergi.


"Mas Praaaammm!!" Panggil Hana histeris hendak mengejar Pramudya. Namun bu Sakiyah mencegahnya lalu membawa paksa Hana masuk ke dalam rumah.


Pramudya tidak benar benar pergi. Ia berdiri menatap rumah Hana di dekat mobil miliknya.


"Hana..." batin Pramudya.


"Kau siapa?"


Pramudya menoleh ke arah suara. Nampak Dr Arga berdiri di sampingnya lengkap dengan pakaian Dokter.


"Bukankah pria ini yang kemarin makan malam bersama Hana?" Ucap Pramudya dalam hati.


"Kau siapa?" Tanya Dr Arga.


"Apakah kau suaminya Hana?" Pramudya balik bertanya.


"Aku calon suami Hana. Ada masalah?" Jawab Dr Arga tegas.


"Calon suami, berarti Hana belum menikah. Jadi, anak siapa dalam kandungan Hana?" Gumam Pramudya dalam hati.


"Oh, kau calon suaminya. Baguslah, jadi Hana tidak perlu mengejarku lagi."


Dr Arga menatap Pramudya cukup lama. Ia menduga kalau Pramudya adalah mantan suami Hana.


"Silahkan pergi, jangan menggangu ketenangan calon istriku." Pungkas Dr Arga.


Pramudya tersenyum sinis, tidak ingin berdebat dengan Dr Arga. Ia memilih untuk kembali pulang ke rumahnya.


Dr Arga beranjak pergi dari hadapan Pramudya menuju rumah Hana.


"Ah kenapa aku harus peduli, bukankah aku yang sudah meninggalkan Hana?" Gumamnya pelan.


"Tapi kenapa aku tidak terima?"