Billionaire Twins Baby Boy

Billionaire Twins Baby Boy
Bingung!



Sesampainya di rumah, Sagara langsung masuk ke kamar nya dan tanpa memperdulikan Jasmin.


Ia membuka jas dan meloggarkan dasi nya dengan sedikit kasar.


" Sayang." panggil Jasmin.


"Sekarang jelaskan padaku." Sagara menarik tangan Jasmin.


" Je..Jelaskan apa?" tanya Jasmin yang terlihat gugup.


" Kau tidak perlu bohong padaku. Kau mengenal Hana?" tanya Sagara.


" A..Aku tidak tau. " Jasmin berkelit.


" Aku sama sekali tidak tau apa maksudmu. Kenapa kau seperti ini padaku ??" Jasmin berkaca - kaca.


Sagara menatap tajam Jasmin. Tapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya menatapnya tajam membuat Jasmin mulai merasa tidak nyaman.


" Saat aku mengetahui semua nya, aku tidak akan melepaskan mu." Sagara langsung pergi keluar setelah mengatakan itu.


Raut wajah Jasmin berubah kesal setelah Sagara pergi. Dia membanting tas di tangan nya ke tempat tidur dengan kencang.


" Sialan !!" teriak nya.


" Semua karena wanita gila itu !" mata Jasmin memerah karena amarah yang dia tahan.


" Aku tidak akan melepaskan wanita itu. Aku tidak ingin Saga tau tentang kebenaran anak itu."


" Tapi apa yang harus aku lakukan?!" Jasmin terduduk dan menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


Dia terlihat sangat putus asa.


TIT..Tut..Tit..


Ponsel Jasmin berdering.


" Papa !" seru nya karena papa nya yang menelpon.


" Papa ! kebetulan sekali papa nelpon." katanya dengan girang Tapi memelankan suara nya.


"Ada apa , sayang? apa ada masalah?" tanya Papa Jasmin.


"Apa Sagara menyakiti mu ?"


" Tidak Papa, bukan Saga....Tapi wanita gila itu!" Jasmin terdengar sangat kesal.


" Apa maksudmu , sayang?" tanya Papa Jasmin.


" Apa.?"


" Ya Papa ! dia melihat foto Hana dan kedua anak nya dan mendengar kalau itu adalah anak nya ." Jasmin menjelaskan dengan nada kesal.


" Lalu apa yang Sagara lakukan?"


" Tentu saja dia langsung pergi ke rumah wanita itu , papa !" Jasmin seperti anak yang mengadu pada Ayah nya.


" lalu...Apa wanita itu mengatakan yang sebenar nya ?" tanya Papa Jasmin.


" Syukurlah dia tidak mengatakan apa - apa. Sepertinya wanita itu masih tetap tidak waras , papa."


" Lalu...Apa yang akan kau lakukan selanjutnya, sayang?"


" Aku tidak akan diam saja, papa." Raut wajah Jasmin kembali berubah serius.


" Aku tidak akan membiarkan Saga mengetahui semua nya. " katanya.


" Akan ku lakukan apapun, bahkan aku akan melenyapkan mereka jika itu memang di perlukan!"


Sementara itu Sagara masih terus memikirkan apa yang tadi terjadi. Rasanya semua terjadi begitu cepat.


Dia juga masih tak mengerti apa maksud Hana yang menunjuk ke dalam rumah.


Apa Hana akan menunjuk kedua anak itu?


Apa Hana sebenar nya akan memberi tahukan apa yang sebenarnya terjadi?


Pikiran Sagara terus berkecamuk.


Bagaimana jika kedua anak itu adalah anak ku?


Dalam hati Sagara terlintas rasa senang jika si kembar adalah anak nya karena dia masih belum punya anak semenjak menikah dengan Jasmin.


Sagara menarik nafas panjang.


Tiba - tiba dia teringat dengan Al. Kenapa Al ada di sana dan mengatakan kalau Hana adalah istrinya.


Apa mereka sudah menikah? atau jangan - jangan anak itu memang bukan anak ku?


Semua pertanyaan itu memenuhi pikiran nya dan lamunan terhenti saat Jasmin datang dan memeluk nya dari belakang.


"Sayang...Apa kau tidak ingin kita punya keturunan?" tanya Jasmin yang membuat Sagara terdiam.