Billionaire Twins Baby Boy

Billionaire Twins Baby Boy
Penghinaan



Hari di mana kesepakatan telah diambil oleh kedua belah pihak. Antara keluarga Abraham Arrayan dan Wijayakusumadiningrat.


Akhirnya, Sagara dan Jasmin melangsungkan pernikahan. Semua yang hadir di pesta pernikahan terlihat bahagia. Begitu juga dengan kedua anggota keluarga termasuk Jasmin.


Namun hanya satu orang yang terlihat tidak bahagia, yaitu Sagara. Di hari pernikahannya, ia kehilangan dua orang kepercayaannya. Sekaligus pernikahan yang tidak di inginkannya.


Usai pernikahan, Sagara dan Jasmin terbang ke Negeri Paman Sam. Untuk berbulan madu selama satu bulan.


Sementara di lain pihak, Dr Arga terus berusaha untuk mengobati Hana tidak hanya dengan medis. Tetapi menyembuhkan luka dan trauma yang di alami Hana selama ini. Mudah? Tentu saja tidak. Ada banyak kendala yang harus Dr Arga hadapi, terutama orang tuanya dan Maya.


Maya semakin membenci Hana dan terus menghasut orang tua Dr Arga supaya mau membantunya untuk menjauhkan Hana dan Dr Arga. Akhirnya Sukma termakan hasutan Maya dan mau membantunya untuk menjauhkan putranya sendiri dengan Hana.


***


Tepat pukul satu siang, Sukma dan Maya mendatangi rumah Hana. Kebetulan, bu Sakiyah dan Hana sedang menemani kedua putranya makan setelah pulang sekolah.


"Permisi!" Seru Sukma berdiri di depan pintu yang terbuka.


"Permisi!"


Tak lama mereka menunggu, bu Sakiyah keluar dari dalam rumah menemui mereka. Melihat dua wanita di hadapannya, bu Sakiyah menatap mereka dengan kedua alis bertaut.


"Iya, cari siapa bu?"


"Apa betul, ini rumahnya si Hana yang gila itu?" Tanya bu Sukma menghina.


Bu Sakiyah menarik napas panjang.


"Putri saya tidak gila, kalau ibu datang ke rumah saya hanya untuk menghina putri saya. Lebih baik ibu pergi dari rumah saya," balas bu Sakiyah mundur selangkah dan hendak menutup pintu rumah namun di tahan oleh Maya.


"Miskin belagu, tidak sopan!"


"Kalian yang tidak sopan, datang ke rumah orang cuma mau menghina. Kalian tau apa hah?!" Jawab bu Sakiyah mencoba menekan amarah di dalam dadanya.


"Heh, kami ke sini mau bertemu Hana. Bukan dengerin ocehanmu yang ga penting!" Sungut Maya.


"Katakan saja ada apa?" Tanya bu Sakiyah.


Bu Sukma membuka tasnya lalu mengambil uang dalam amplop.


"Kau butuh uang kan? Makanya kau suruh anakmu buat memikat putraku."


"Tante jahat!" Seru Kafi matanya melotot ke arah Sukma dan Maya.


"Heh diam kamu anak kecil!" Seru Maya pada Kafi.


"Makanya jadi orang jangan belagu, bilang saja dekati anakku karna uang kan?" Kata Sukma mengambil uang dalam amplop lalu di lemparkan ke arah Hana.


Uang berhamburan ke lantai, Kafa langsung memungut uang itu dengan gembira.


Sementara Kafi berlari ke arah Sukma dan menggigit tangannya.


"Aaaaaaaaa!"


Tubuh kecil Kafi di dorong Sukma hingga terpental dan jatuh ke lantai. Hana bereaksi menolong putranya dan menatap marah ke arah Sukma dan Maya. Ia membantu Kafi berdiri lalu mengambil sapu yang ada di dekat meja.


Buk


Buk


Buk


Sapu di pukulkan ke tubuh Sukma dan Maya.


"Dasar orang gila!" Pekik Maya berlari keluar rumah di ikuti Sukma


Hana mengejar mereka sampai halaman rumah, membuat Maya dan Sukma ketakutan.


Setelah itu, Hana kembali masuk menatap ke arah Kafa yang memeluk uang di tangannya.


"Ayam goleeng!" Serunya sambil tersenyum lebar.


Hana tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Bu Sakiyah bergegas menutup pintu dan memastikan apakah Kafi baik baik saja.


"Sayang, uang itu bukan milik kita." Kata bu Sakiyah pada Kafa.


"Bialin, tante tadi ngebuangnya. Adek cuma mungut," jawaban Kafa yang polos membuat Bu Sakiyah tertawa kecil.


"Adek nakal!" Seru Kafi.


"Bialin, yang penting ayam goleng!" Katanya lagi sambil berlari ke dapur.