Billionaire Twins Baby Boy

Billionaire Twins Baby Boy
Ingatan Dr Arga



Dengan wajah senang dan secangkir kopi di tangan nya, Jasmin berniat merayu Sagara agar tidak memikirkan Hana lagi.


Tapi langkah nya terhenti saat di depan pintu kamar dia mendengar Sagara sedang berbicara di telpon dengan seseorang.


" Lakukan semua dengan benar dan secepat mungkin. Aku ingin hasil nya segera." Kata Sagara yang langsung menutup telpon setelah pembicaraan nya selesai.


Dia terkejut karena Jasmin ternyata sudah ada di kamar nya.


" sejak kapan kau da di sana?" tanya nya acuh tak acuh seolah apa yang dia bicarakan tadi di telpon bukan lah Sebuah rahasia.


" Aku baru saja masuk." Jasmin berbohong dengan senyuman nya.


" Kenapa? apa ada sesuatu?" tanya Jasmin seolah tak tau apa - apa.


" Tidak ada ! " jawab Sagara sambil duduk di sofa samping tempat tidur.


" Oh iya, aku bawakan kopi. Ini akan membuat mu segar." kata Jasmin menyodorkan kopi di depan Sagara


" Ya terima kasih." Sagara menjawab sambil menutup mata nya tanpa melihat ke arah Jasmin.


" Sayang, bagaimana kalau kita pergi liburan?" Jasmin Bermanja dengan memeluk tangan sagara.


" Sudahlah lupakan saja. " Sagara melepaskan tangan Jasmin.


" Aku tidak akan pergi ke manapun sebelum mengetahui segalanya." Katanya sambil menatap tajam Jasmin.


" Ke..Kenapa kau melihat ku seperti itu?" Jasmin merasa terpojOk dengan tatapan Sagara.


" Tak ada ! jika memang kau tak tau apa - apa, itu berarti tak ada apa - apa !" Sagara bangun dan pergi begitu saja.


Jasmin mendengus kesal melihat Sagara begitu acuh tak acuh pada nya.


*****


Al dan Hana tiba dirumah sakit dan langsung menemui Dokter Arga. Kebetulan sekali saat mereka datang Dokter Arga masih berada fi lyar karena ada urusan memdadak.


Mereka pun harus menunggu di ruang tunggu yang tidak terlalu Ramai karena Hana tidak terlalu suka jika banyak orang memperhatikan.


Beberapa saat menunggu, sepertinya Hana terlihat gelisah.


Al yang langsung mengetahui nya, bertanya apa yang terjadi.


" Ada apa? apa ada sesuatu?" tanya Al.


Hana tidak menjawab, tapi dia sepetti celingak celinguk mencari sesuatu.


Tanpa berkata apapun, Hana lalu berdiri dan pergi . Al terkejut dan mengikuti Hana.


" Kau mau kemana ? Hana ! " panggil Al karena Hana berjalan cukup cepat.


Karena khawatir, Al pun dengan cepat mengikuti Hana. Tapi langkah Al terhenti saat dia berada di depan toilet wanita karena Hana masuk ke sana.


Al menunggu Hana tak jauh dari toilet. Entah berapa lama dia menunggu dan tiba - tiba dua irang wanita yang akan masuk ke dalam toilet berlari kembali keluar dan berteriak.


" Kebakaran !!' teriak dua gadis itu.


DEG...


Jantung Al berdegup keras.


Hana !!!


Dia langsung berlari ke dalam toilet dan menemukan banyak asap di dalam toilet.


Beberapa orang pegawai datang untuk melihat keadaan dan sama terkejutnya dengan Al.


Al menutup hidung dengan lengan kanan nya dan menerobos masuk ke dalam toilet.


Dia tidak tau pusat dari asap nya dimana karena dia sama sekali tidak melihat ada api.


" Hana !!!" panggil Al.


Tapi tak da jawaban.


Satu persatu pintu toilet di buka tapi Hana masih tidak ada. Saat pintu terakhir dan paling ujung tak bisa di buka, Al yakin Hana ada di sana.


DUK..Duk..Duk..


Al menggedor pintu namun tak ada jawaBan hingga akhirnya Al mendobrak pintu toilet.


Al benar - benar terkejut saat pintu terbuka dan Hana tak sadarkan diri di lantai toilet!


***


40


Dokter Arga baru saja masuk ke dalam rumah sakit dan heran karena orang - orang kelihatan panik.


" Tunggu. Apa yang terjadi?" tanya nya pada salah satu perawat.


" Tadi toilet kebakaran , dok. Dan ada seorang wanita pingsan., jawab perawat.


" Kebakaran? dimana wanita itu sekarang?"


" Di IGD , dok."


" Baik, terima kasih ."


Entah kenapa setelah mendengar ada seorang wanita menjadi korban kebakaran membuat hati Dokter Arga tidak tenang.


Rasanya ingin sekali dia melihat nya. Lalu tanpa pikir panjang dia pun pergi ke IGD.


" Apa benar korban kebakaran tadi ada di sini ?" tanya nya pada seorang dokter junior.


" ah iya Dok. Sedang di tangani. " jawab dokter junior.


Dokter Arga melihat dari kejauhan korban tersebut sedang di tangani. Tapi tiba - tiba matanya melihat seseorang yang dia kenal.


Jangan - jangan...


Dokter Arga langsung berlari dan meyakinkan pikiran nya.


Hana!


Ternyata benar itu Hana. Dokter Arga langsung mendekat dan Hana masih belum sadarkan diri.


" Apa yang terjadi Al ?" Tanya Dokter Arga.


" Aku tidak tau pasti apa yang terjadi. Tapi seperti nya ada yang sengaja ingin mencelakai Hana." jawab Al dengan sikap yang dingin.


" Apa maksudmu sengaja?" Dokter Arga penasaran dan khawatir.


" Maaf ,Dok. Anda tidak perlu tau terlalu jauh tentang apa yang terjadi dan tentang Hana." Al pergi setelah mengatakan itu.


" Sikap nya selalu seperti itu." Sikap Al membuat Dokter Arga sedikit kesal.


" Tapi apa yang terjadi sebenarnya."


*****


" Om Al.!" Kafa dan Kafi datang ke rumah sakit setelah di beri tahu kalau Hana harus di rawat sementara waktu.


" Ibu kenapa ?" tanya Kafi.


" Tidak apa - apa. Ibu kalian hanya perlu istirahat sebentar ." jawab Al.


Kafa mendekati Hana yang masih belum sadarkan diri. Dia mengusap rambut Ibu nya dan mencium kening Ibu nya.


" Ibu jangan sakit, ya." katanya.


" Ibu halus sembuh." Kafa memeluk Ibunya.


Kafi mengusap rambut Kafa dan tersenyum.


" Gak apa - apa, dek. Ibu pasti baik - baik saja." katanya menenangkan Kafa yang mulai meneteskan air mata .


Kafa mengangguk dan mengusap air mata nya.


" Anak pintar." kafi mengusap pipi Kafa.


Kafi bersikap dewasa daripada Kafa yang masih seperti anak kecil. Walaupun mereka kembar, tapi perbedaan sikap sangat terlihat jauh berbeda.


Kafa seperti adik kecil yang harus dia jaga, padahal umur Kafa dan Kafi sama.


" Kenapa kalian tidak pulang saja dan istirahat di rumah." kata Al.


" Nggak mau. Aku mau sama Ibu. " kafa merengek.


" Ya Om. Biar kan kami di sini temanin Ibu." Kata Kafi.


" Baiklah." akhirnya Al mengijin kan karena tak tega melihat mereka yang sepertinya sangat khawatir tentang keadaan Hana.


Al keluar kamar dan berpapasan dengan Dokter Arga yang akan masuk ke kamar Hana.


" Ah kebetulan kau disini." kata Dokter Arga.


" Aku dapat informasi dari petugas disini, kalau asap yang ada di toilet berasal dari Ventilasi di atap toilet. " kata nya menjelaskan


" Mereka bilang itu seperti seseorang dengan sengaja menyimpan bom asap di sana."


Al mendengarkan tanpa ekspresi dan dengan diam.


" seperti kata mu, seperti nya ada seseorang yang ingin mencelakai Hana dan mengikuti gerakan Hana."


" Jadi...Mungkin lebih baik kalau kita...."


" terima kasih atas informasi nya walaupun itu tidak berguna untuk ku." Al memotong perkataan Dokter Al.


" Dan untuk Hana, Aku yang akan menjaga nya dan kau tak perlu ikut campur " kata Al.


" Urusan mu hanya sebatas Dokter dan Pasien. Tidak lebih." Al pergi setelah mengatakan itu.


Dokter Arga tidak mengerti sama sekali apa yang ada di pikiran Al. Dia benar - benar orang yang aneh dan misterius.


Dokter Arga masuk ke kamar dan melihat si kembar sedang di dekat Hana.


" Hai jagoan. Kalian ada di sini?" katanya.


" Selamat malam pak Dokter." Kafi memberi salam dengan sopan.


" Apa kalian akan menginap di sini.?" tanya Dokter Arga.


" Ya pak Dokter. Kami akan menemani Ibu sampai dia banguN." jawab Kafi.


"Jangan khawtir, Ibu kalian akan segera sembuh." Dokter Arga mengelus kepala kedua anak kembar itu.


" Biar pak Dokter periksa dulu Ibu kalian."


Kafa dan Kafi mengangguk.


Dokter Arga memdekati Hana yang masih belum sadar. Saat akan memeriksa keadaan Hana, Dokter Arga tertegun dan memandangi wajah Hana.


Dia melihat wajah Hana yang tertidur dan terlihat cantik. Dia berpikir apa dia orang yang sama yang dia rawat selama ini.


Saat sedang tidur, Hana terlihat sangat normal dan terlihat sangat cantik.


DEG..


Tiba - tiba jantung Dokter Arga berdegup kencang.


Apa yang terjadi dengan ku?


Apa aku benar - benar menyukai nya?