Billionaire Twins Baby Boy

Billionaire Twins Baby Boy
Rencana Al



Hana duduk di kamar nya menghadap jendela dengan tangan saling meremas dan pandangan lurus ke depan.


Dia berpikir mungkin sagara harus tau kalau anak kembar nya adalah anak sagara.


TOK..TOK..


Al mengetuk pintu kamar Hana yang sebenar nya memang sudah terbuka.


Hana hanya melihat sekilas ke arah Al. Al pun mengerti kalau Hana mengijinkan nya masuk.


Al memggeser kursi di dekat tempat tidur dan duduk di depan Hana.


" Kau baik - baik saja ?" Tanya Al.


Hana tak menjawab, dia terus menatap ke depan dan meremas tangan nya.


" Boleh aku mengatakan sesuatu?" Kata Al.


Hana hanya melihat sekilas.


"Apa kau ingin Sagara tau kalau si kembar adalah anak nya?" Tanya Al lagi.


Mata Hana menunduk dan melihat kesana kemari.


"Hana kau tau, Sagara dan keluarga nya bukan orang baik..." ucap Al pelan dengan tatapan tajam mengintimidasi.


" Mereka orang yang akan bisa melakukan apapun demi apa yang mereka inginkan." Al kembali meyakinkan Hana.


"Apa kau pikir Sagara ingin menganggap si kembar sebagai anak nya?"


" Aku tau kau mengerti maksudku." ucapnya lagi seraya menggeser tempat duduknya. Namun Hana tetap di posisinya dan semakin terlihat gelisah.


"Sagara tidak mungkin mau menganggap mereka sebagai anak nya."


"Bagaimana jika dia melenyapkan anak mu?"


Deg!


Mata Hana langsung terbelalak. Dia mengerti apa yang di katakan Al dan terkejut dengan apa yang dia dengar.


Hana langsung terbayang wajah kedua anak nya.


Mata dan tangan nya menunjukan kegelisahan nya.


" Atau bisa saja dia melenyapkan mu juga." Al terus mempengaruhi Hana.


" Kau tau apa yang sudah Sagara lakukan dulu pada mu , kan ?"


" Dia membuangmu begitu saja!"


Hana kembali terbayang apa yang sudah terjadi walaupun ingatan itu hanya sekilas dan samar.


"Dan apa kau pikir dia kembali untuk mu dan anak mu?"


Hana semakin gelisah.


" Dengar aky baik - baik Hana. Sagara sama sekali tidak menginginkan mu dan juga anak mu."


" Kau dan si kembar hanya menjadi batu penghalang untuk nya."


Hana mulai menutup telinga nya.


" Dia hanya akan mèlenyapkan mu dan anak mu saja saat kau sudah jatuh ke tangan nya."


Hana menutup telinga dan menggelengkan kepalanya.


" jadi jangan pernah mengatakan apapun pada Sagara tentang anak mu!"


" Atau kalau tidak, kau akan kehilangan semua nya!!"


Hana semakin menunduk dan menggelengkan kepala nya mendengar kata - kata Al.


Al hanya berdiri dan menatap Hana tanpa ekspresi saat melihat Hana sepertinya tak ingin mendengar kata - kata nya.


" Ibu."


Suara kecil memanggil nya membuat Hana tersadar dan langsung melihat ke belakang.


Kafa dan Kafi berdiri di sana. Hana langsung berlari ke arah si kembar dan memeluk mereka.


Hana menatap kedua anak nya, mengelus wajah mereka dan memeluk nya kembali.


Air mata pun jatuh dari mata nya.


" Tidak. Ibu..sayang Kafi..dan Kafa.." katanya sambil memekuk anak nya.


" Ibu ada apa ?" Tanya Kafi.


" Ibu nangis?" Tanya Kafa seraya mengusap air mata Ibu nya.


Hana menggeleng beberapa kali lalu memeluk mereka kembali.


" Ibu kalian hanya lelah." Kata Al .


" Ibu mau tidur ?" Tanya Kafi.


" Ibu mau aku temani ?"


Hana mengangguk. Kafa dan Kafi menggandeng tangan Hana dan membawa nya ke tempat tidur.


Hana berbaring bersama dengan Kafa dan Kafi yang menemani nya di kedua sisi nya.


Lagi - lagi Al menatap mereka tanpa ekspresi apapun. Lamunan Al buyar, saat mendengar suara mobil. Ia bergegas keluar dari kamar Hana untuk memastikan siapa yang datang.


Sementara di halaman rumah, mobil milik dokter Arga berhenti di depan rumah Hana yang terlihat sepi. Sebelum turun Dokter Arga cek kembali makanan yang dia bawa.


" Mudah - mudahan Hana belum tidur " gumam nya karena dia lihat sudah pukul 9 malam.


Dia pun keluar dan mengetuk pintu.


Tok..Tok..Tok..


Tak berapa lama pintu terbuka dan Al yang membuka kan pintu.


" Dokter? ada apa malam - malam kemari?" tanya Al.


" Aku kesini untuk bertemu Hana. " jawab Dokter Arga dengan sopan dan senyum yang sedikit di paksakan.


" Bukankah ini sudah terlalu malam ?" kata Al yang masih belum mempersilahkan Dokter Arga masuk.


" Yah memang ini sudah malam. " Dokter Arga sepertinya menyerah.


" Baiklah, aku titip ini untuk Hana dan anak - anak." Dokter Arga memberikan makanan yang di bawa nya .


" tapi tolong jangan lupa, besok Hana harys ke rumah sakit utuk peeriksaan rutin nya." lanjut Dokter arga.


" Tentu saja." Jawab Al dengan sikap dingin nya.


Dokter Arga berpamitan lalu pergi walaupun dengan langkah berat karena sebenarnya dia ingin bertemu Hana.


Al menunggu di depan pintu sampai mobil Dokter Arga pergi. Al lalu melempar makanan dari Dokter Arga ke tempat sampah.