Billionaire Twins Baby Boy

Billionaire Twins Baby Boy
Ketakutan Jasmin



Al berada di dalam toilet tepat di tempat dimana Hana pingsan. Dia mencari ke semua sudut untuk memcari petunjuk yang mungkin tertingal.


Tapi sampai beberapa saat, dia sama sekali tidak mememukan apapUn. Dia berdiri dan terlihat mematung untuk sesaat.


Siapa? siapa yang akan sengaja melakukan semua ini?


Sagara?


Jasmin?


Atau...


Al keluar dengan seribu pertanyaan di pikir nya.


sementara di kamar Hana, Dokter Arga sedang memeriksa nya dengan teliti di temani si kembar.


Saat tengah di periksa, terdengar erangan tanda Hana mulai sadar.


" Hana?" Dokter arga membangun kan nya perlahan.


" Hana, apa kau mendengarku?"


Hana tak menjawab hanya tubuh nya mulai bergerak namun mata nya masih belum terbuka.


Tiba - tiba dia bangun dan menjerit - jerit ketakutan.


" Hana tenanglah." Dokter Arga memcoba menenangkan dengan memegang kedua lengan Hana.


Namun Hana sepertinya masih belum sepernuh nya sadar dan terus berteriak.


Dokter Arga langsung memeluk Hana. Walaupun Hana sempat memberontak, tapi akhirnya dia diam di pelukan Dokter Arga.


Al masuk tepat saat Dokter Arga memeluk Hana . Terlihat dari raut ajah Dokter Arga kalau dia memeluk Hana dengan penuh perasaan Cinta.


Al langsung mendekat dan memegang tangan Dokter Arga.


" Sudah cukup. Dia sudah tenang sekarang." kata nya dengan tatapan tajam.


Dokter Arga membalas tatapan Al sesaat, kemudian dia kembali membaringkan Hana.


" Aku hanya menenangkan nya. Kau tidak usah bersikap kalau dia adalah milik mu." Dokter Arga sepertinya mulai benar - benar kesal.


" Lalu? apa itu masalah buat mu?" Al mulai menegang.


" Apa sebenar nya maksudmu ?" tanya Dokter Arga.


Mereka saling menatap tajam untuk beberapa saat hingga Kafa berlari ke arah Hana.


" Ibu." panggil nya.


Tanpa Dokter Arga dan Al sadari ternyata Hana sudah sadar dan melihat mereka berdua bersi tegang.


" Ah Hana, kau sudah sadar ?" tanya Dokter Arga yang sikap nya langsung berubah lembut di depan Hana.


" Bagaimana keadaanmu? merasa baikan?"


Lama Dokter Arga bertanya barulah Hana mengangguk pelan dan hampir tak terlihat, Walaupun tatapan mata nya entah melihat kemana.


" Baiklah, aku akan memberikan obat dan kau harus istirahat kembali agar cepat pulih."


Dokter Arga memanggiln perawat dan menyuruh nya membawa obat untuk Hana.


Setelah meminum obat, Hana pun kembali beristirahat.


" Sepertinya semua sudah selesai, dan anda bisa pergi sekarang." Kata Al yang Sedari tadi menunggu pemeriksaan yang di lakukan Dokter arga.


Dokter Arga seperti akan mengatakan sesuatu tapi tidak dia lakukan dan langsung pergi.


Kafa dan Kafi terus menjaga Ibu nya dan tidur di samping Ibu nya.


Jam menunjukan pukul 11 malam dan Al masih terjaga. Dia masih menjaga Hana dan si kembar. Setelah lama berpikir, Al pun pergi keluar.


Dia mengambil ponsel dan menelpOn seseorang.


Satu kali telpon tak di angkat. Dua kali telpon tak juga di angkat sampai ke empat kali pun sepertinya telpon belum di angkat juga.


Akhirnya Al mengirimkan pesan teks yang singkat.


Aku tau kau yang melakukan nya !


Dia mengrim pesan tersebut untuk Jasmin !


****


Jasmin tidur dengan mencoba memeluk Sagara, namun Sagara seperti tak menyukai nya dan tidur membelakangi nya.


Saat akan tidur tiba - tiba ponsel nya bergetar karena ponsel dalam menu getaR.


Jasmin langsung melihat nya dan ada Nama Al di ponsel nya. Dia langsung mematikan ponsel nya takut kalau Sagara mendengar nya.


Ponsel kembali bergetar beberapa kali dan membuat Jasmin merasa tidak nyaman karena takut Sagara bangun.


Akhirnya dia keluar kamar agar bisa mematikan ponsel nya yang terus bergetar.


" Ada apa dengan orang ini?! malam - malam mengganggu saja."


Tit..Tit..


Pesan masuk saat ponsel akan di matikan.


Mata Jasmin terbelalak membaca pesan tersebut.


Aku tau kau yang melakukan nya !


***


Jasmin masih belum bisa tidur walaupun jam menunjukan pukul 2 pagi. Dia masih memikirkan chat dari Al. Dia masih duduk di sofa dibruang keluarga seorang diri.


Aku tau kau yang melakukan nya !


Jangan pernah melewati batasan mu atau aku akan membuat mu menyesal seumur hidup mu.!


Kenapa selalu gagal! batin Jasmin.


Aku harus lebih berhati - hati lagi karena si brengsek Al selalu ada di dekat Wanita gila itu !


Jasmin mengambil ponsel dan menelpin Papa nya.


" Halo, Pah. " katanya setelah apa nya mengangkat telpon.


" Kenapa menelpon malam - malam begini ?" tanya Papa nya yang sepertinya terganggu .


" Papa tau, rencana kita untuk melenyapkan wanita gila itu sepertinya gagal."


" Apa dia masih hidup.?" tanya papa Jasmin.


" Ya sepertinya begitu dan Papa tau apa lagi?" nada bicara Jasmin mulai terdengar kesal.


" Hmmm"


" Al mengancam ku !"


" Al ?"


" Ya, orang yang dulu aku suruh melenyapkan wanita itu !"


" tapi sekarang dia malah balik melindungi wanita gila itu."


" Lalu ?"


" Dia bilang akan mengatakan semua pada suami ku kalau aku terus berusaha mencelakai wanita itu. "


" Kita harus bagaimana sekrang?" Jasmin terdengar putus asa.


" Tenang lah, sayang. Aku akan memikirkan cara lain untuk menyingkirkan mereka." kata papa Jasmin.


" Papa harus bantu aku."


" pasti. Aku akan membantu mu sebisa ku. jadi sekarang tenang lah dan istirahat lah. "


" terima kasih , papah." Jasmin menutup telpon.


" Sedang apa malam - malam disini?"


Jasmin terkejut setengah mati karena tiba - tiba Sagara ada di Belakang nya.


" sayang !" Jasmin Sontak berdiri.


" Kenapa kau begitu terkejut?"


" Ah..Tidak ada apa - apa." jawab Jasmin sedikit gugup.


Jangan - jangan Saga mendengar percakapan ku dengan papa. Pikir nya.


" Aku...Aku tadi hanya tidak bisa tidur." kata nya lagi dengan senyum kaku nya.


" Baiklah. Istirahat lah ." Sagara pun pergi kembali ke kamar.


" Ya. Aku akan menyusul mu." Jasmin menarik nafas lega.


Sepertinya Sagara tidak mendengar pembicaraan kami. Batin nya.


Tapi di balik pintu kamar, Sagara berdiri dengan tatapan tajam.


****


Hana sudah sembuh dan bersiap untuk pulang ke esokan hari nya. Al sudah siap membawa Hana dan si kembar keluar dan Dokter Arga tiba - tiba datang.


" Hana,,biar aku mengantar kalian pulang." katanya.


Seperti biasa Hana tidak mengatakan apapun.


" Tidak perlu, aku sudah panggil taksi dan kami sudah siap berangkat." Dengan nada dingin Al menolak.


" untuk keamanan Hana bukankan sebaiknya orang yang di kenal yang mengantar?" kata Dokter Arga


" Tidak ! aku saja cukup menjaga nya." Al bersikeras.


" Jangan bercanda! kemarin saja kai tidak bisa berbuat apapun !" Dokter arga mulai panas.


" Apa maksudmu? kau pikir aku tidak bisa menjaga Hana?" Al merasa tersinggung dengan perkataan Dokter Arga.


" Om ayo pulang sekarang." ajakan Kafi membuyarkan suasana panas antra mereka.


" Ah ya. ayo pulang sekarang."


Kafa dan Kafi memegang tangan Hana dan Al mengikuti mereka dari belakang.


Dokter Arga tak bisa menahan mereka dan memaksakan kehendak nya untuk mengantar mereka.


Dia benar - benar jadi penghalang terbesar ku. Batin Dokter Arga


Sementara Al ,Hana dan si kembar menuju taksi yang sudah menunggu di luaR.


Al membiarkan Hana dan si kembar masuk terlebih dahulu dan dia melihat sekeliling , setelah di rasa aman dia pun masuk. Namun tanpa dia sadari seseorang mengikuti taksi yang mengantar mereka.