Billionaire Twins Baby Boy

Billionaire Twins Baby Boy
Terselamatkan



Cengkraman Sagara tiba - tiba melemah setelah melihat seseorang yang sangat dia kenal di belakang Al.


"Hana." Panggilnya.


Al pun langsung melihat ke belakang dan Hana tiba - tiba ada di belakangnya.


"Hana, ada apa? Kenapa keluar?" Tanya Al yang langsung menghampiri Hana.


Hana hanya diam. Kedua tangan nya saling meremas, matanya terus tertuju pada Sagara yang berdiri di luar pintu.


Badan Hana terus bergerak - gerak seolah menandakan dia ingin mengatakan sesuatu.


" Hana , apa kau masih ingat aku?" Tanya Sagara.


" Hana , kau harus istirahat." Al memotong pertanyaan Sagara.


Al mengajak Hana masuk, tapi Hana menolak dengan tubuh nya. Dia pun menggelengkan kepala.


Perlahan Hana mengangkat tangan nya dan menunjuk ke dalam rumah.


" ah.."


Dia menunjuk ke dalam rumah sambil melihat ke arah Sagara.


Sagara tidak mengerti apa yang di maksud Hana.


" Apa maksudmu , Han?" Tanya nya.


Saat Sagara akan masuk untuk mendekati Hana, Al langsung menghalangi nya dan membuat langkah Sagara terhenti.


"Kau pikir kau mau kemana?" Al sepertinya tak suka.


"Minggir!!" Sagara menatap tajam Al.


"Sayang sudahlah, ayo kita pergi." Jasmin yang selagi tadi diam saja mengajak Sagara pergi.


" kau dengar?Istrimu sudah mengajakmu pergi."


Sagara tidak suka dengan nada bicara Al yang seolah mengusirnya pergi.


" Kau.."


Belum sempat sagara bicara, Hana langsung pergi begitu saja ke dalam rumah.


" Hana!" Panggil Sagara.


Al Langsung menghalangi Sagara kembali.


"Aku tau kau menutupi sesuatu." Kata Sagara.


"Aku tau Mereka adalah anak ku." Lanjutnya.


" Apa kau sudah tidak waras?" Kata nya.


" untuk apa kau mengganggu istri orang?!"


" Istri orang? Tapi ada anak ku disini." Suasana kembali menegang.


" Jangan bercanda." Al mendorong Sagara.


" ingat ini baik - baik. " Al menunjuk wajah Sagara.


" Mereka anak ku bukan anak mu!"


Sagara menahan emosi nya.


" Dan Hana adalah istriku, bukan siapa- siapa mu lagi."


" Jadi sekarang pergilah !!" Al mendorong Sagara dengan keras hingga Sagara hampir terjatuh ke belakang.


Wajah Sagara memerah dan dengan segera dia bangkit dan mencoba membalas Al .


Namun jasmin menghentikan nya dengan menarik tangan Sagara.


" Sudah cukup ! " teriak nya.


Al langsung menutup pintu rumah dan Sagara hanya bisa diam menahan emosi nya.


Aku Tau dia menyembunyikan semua nya. Batin Sagara.


Sagara menepis tangan Jasmin dan langsung pergi ke mobil tanpa menghiraukan Jasmin yang kesulitan mengejar Sagara.


Sagara terdiam dengan wajah merah saat di dalam mobil. Dia memegang kencang stir mobil karena masih terbayang sikap Al dan maksud dari Hana.


"Aku sudah bilang percuma pergi kesini. Kau tidak dapat apa - apa selain melihat wanita itu masih gila, kan ?"


" Tutup mulut mu dan diamlah !!!" Bentak Sagara.


Jasmin terkejut dan langsung terdiam. Dia tau saat Sagara emosi, apapun tak akan bisa mempengaruhi nya.


Jasmin diam dan dia pun tak mengerti kenapa Al mengatakan semua itu.


Aku harus kembali memperbaiki rencanaku.


Aku tidak ingin sampai Sagara tau kebenaran anak itu.


Mungkin untuk saat ini apa yang Al lalukan menguntungkan ku.


Walaupun aku tak tau apa tujuan Al yang sebenarnya. Batin Jasmin.


Jasmin menarik napas panjang, ia menoleh ke arah Sagara yang tengah fokus menyetir. Jasmin tersenyum sinis dan kembali tatapannya ia alihkan ke jalan dan bernapas lega, setidaknya kali ini ia bisa selamatkan rumah tangganya.