
Hai para readers minthor terluvv..
Happy reading yahh Jangan lupa pencet tombol lopenya.
Stay Reading from the ghost busters
\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=
Pagi Pagi Ecca dan Nindy sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah karena hari ini keberangkatan menuju acara camping.
"Udah semua Ca." tanya Nindy memastikan jika kebutuhan yang sangat diperlukan tak sampai lalai tak terbawa.
"Udahh kok, yuk sarapan dulu."
"Let's go sarap-an." ucap Nindy terpotong hanya untuk menggoda Ecca.
Akhirnya Ecca dan Nindy pun sampai disekolah dengan diantar oleh Dion. Setelah menemukan keberadaan rombongan kelasnya Ecca dan Nindy pun segera bergabung.
"UNTUK ADEK-ADEK SEGERA BERBARIS SESUAI KELAS MASING-MASING AGAR KITA SEGERA MELUNCUR MENUJU BUMI PERKEMAHAN." Kata Askala sebagai ketua OSIS mengatur jalannya acara.
"Kak Aska kemarin gak kerumah, sibuk banget dia." celetuk Nindy, Ecca pun hanya mengangguk sempat Askala bercerita jika ketua acara adalah Revin salah satu sahabat Askala yang dikenal santai bahkan terlalu santainya sehingga membuat Askala dan yang lain tak mau ada kesalahan akibat saking santuy nya ketua acara itu.
"Cece udah dibilangin kan Ca." tanya Keke, karena atas perintah Dion untuk mengajak teman tak kasat mata mereka itu.
Cece saat berwujud Noni Belanda.
Setelah mendapat kan kursi duduk masing-masing didalam bus yang sudah disediakan oleh panitia Ecca dkk pun segera memasuki karena itu artinya mereka akan segera berangkat menuju lokasi kemah.
"Nahh Ca itu kak Askala sama siapa kok kayak sama anak kelas sebelah yah." celetuk Keke yang melihat jika Askala tengah membantu salah satu adik kelas yang nota Bene teman seangkatan Ecca.
"Gatau." jawab Ecca singkat namun dalam hatinya sudah terbakar melihat teman seangkatan itu seolah sedang tepe (tebar pesona) pada Askala.
"Halahh caper digedein tuhh." jawab Nindy, meskipun kini mereka sudah dalam bus namun mereka melihat jelas interaksi Askala dengan cewek gatel itu.
"Huhh terbakar nih bus kalau elo terus mandangin mereka." sahut Rara yang melihat aura Ecca sedang memancarkan api cemburu nya.
"Habisnya gatel banget tuh cewek." gumam Ecca namun mereka bisa melihat jelas dan merasa lucu dengan ekspresi Ecca.
Ecca sedang Cemberut.
"Huhh, udah dibuat HEPI aja, tuh cowok Loe juga nggak respect banget sama keganjenan tuhh cewek." sela Nindy memberikan semangat Ecca agar tak bad mood.
Tanpa mereka sadari jika Askala pun tahu saat ini dia yang sedang ketempelan jin ganjen itu pun merasa tak nyaman terlebih semua mata memandang nya saat ini.
"Loe kalau mau jadi panitia silahkan saya mundur, tapi kalau enggak balik kemana tempat Loe berada atau kita bakal tinggalin Loe." ucap Askala tegas.
"Ohhh kan kak Askala disuruh mama kak Askala jagain Rinai." ucap gadis yang selalu mengganggu dan menempeli Askala yang bernama Rinai.
"Loe udah gede gak usah ganggu gue buat minta jaga diri Lo." sahut Askala langsung meninggalkan gadis itu begitu saja. Sungguh saat ini Ecca bahkan merasa lega saat Askala tak lagi ditempeli cewek itu.
"Coba kalau lelembut udah dibakar tuh orang sama Ecca." Kelakar Keke menggoda sang sahabat tentu saja membuat Ecca langsung melotot padanya.
Singkat cerita perjalanan menuju tempat kemah mereka memakan waktu hampir 2 jam setengah. Cece bahkan sudah bergabung agar tak ketinggalan jejak Ecca saat perjalanan menuju lokasi.
Setibanya disana benar saja ekor mata Ecca sudah melihat para sekumpulan binatang tak kasat mata. Sosok hantu monyet yang meresahkan Dion.
"Ckkk, mana banyak banget lagi." gumam Ecca.
"Apanya."
"Hantu monyet dan sebangsanya."
"Hoalah, kan kita udah bawa daun Bidara. Sementara Jang turun dulu sebelum dijemput salah satu dari sahabat kak Askala." ucap Nindy, namun tak lama muncul Alvero yang bahkan saat berangkat mereka tak melihat keberadaan nya.
"Ra, yuk." katanya singkat.
"Ehh maksudnya apaan tuh."
"Lahh yang diajak Rara doang nih."
"Astaga."
"Udahh yuk ngekor aja."
Dengan terpaksa Ecca dan yang lain mengikuti Alvero menuju dimana titik lokasi tenda mereka. Dilain sisi Askala yang sedang mengatur denah pun sudah berada dititik lokasi tenda yang akan didirikan khusus untuk panitia OSIS dan tenda darurat untuk dijadikan UKS sementara.
Tak jauh sana Ecca yang sudah mendapati lokasi tenda nya pun sudah melihat keberadaan Askala yang sangat repot.
"Udahh yah silahkan didirikan tenda masing-masing sesuai kelompoknya." perintah Askala lalu dia segera menghampiri Ecca karena saking hectic nya ia bahkan sedikit tak memperdulikan kekasihnya itu.
"Huft, maaf yahh baru nyamperin."
"Heuumm it's okey."
"mana sini kakak bantu diriin tenda nya."
"Heumm, tuh udah dibantu kak Al." jawab Ecca sembari menunjukkan keberadaan Alvero yang sedang menata tenda Ecca dkk untuk didirikan.
"Masih aman kan." tanya Askala sudah pasti berhubungan dengan makhluk halus.
"Ohh udah ketemu tadi sama yang monyet."
"Hahh, kakak malah gak ngehh." jawab Askala lalu dia pun segera membuka mata batinnya, benar saja banyak berkeliaran makhluk berbentuk monyet.
"Trus gimana."
"Biarin aja kak kalau ganggu langsung Ecca musnahin." jawab Ecca santai tanpa ada toleransi.
"Baiklahh."