Beautiful Destiny

Beautiful Destiny
Reina



"Yeee, si Keke malah ngikut nangis." sungut Revin.


"Aelaahhh loe kaget gue."


"Kalian semua pasti bakal nyesek juga setelah denger ceritanya, Huaaaa." jawab Keke semakin terisak.


"Yaa amplop, gedek gue lama-lama."


"Husshhh jang gitu loe Vin."


"Taukk, kenak karma tau rasa loe."


"Mang apa karmanya."


"Jagain Keke sampai tua."


"Ogaahhh."


"Ciiihh, gue sumpahin ngebucin sampai mampuss loe." sungut Askala.


"Sumpah loe Kal sekali nyumpahin tembus ulu hati tau nggak."


"Huaaaaa. Nin."


"Kakkk." panggil Ecca pada Askala menghentikan aksinya menggoda Revin dan Keke.


"Iyaaa, sayang." gumam Askala lirih.


"Huuuu, situ yang ngebucin juga."


"Ini jadinya mo cerita apa gimana." potong Alvero.


"Sebentar kek nya kita butuh sesuatu."


"Apaan Nin."


Sementara Nindy sudah berlari entah mencari apa, meninggalkan para remaja yang penasaran dengan kelakuan ketiga gadis indigo itu.


Sekembalinya Nindy membawa berpack-pack tisue, dan menyerahkan beberapa pada Keke dan Ecca.


"Astagaa gue kira apa lohh."


"Calon kakak ipar loe random banget Kal." bisik Revin pada Askala namun masih bisa didengar yang lainnya.


"Ini buat apaan Nin."


"Jaga-jaga aja kak keknya kita bakalan butuh ini."


"Please jang nge gantung kita dong."


"Kita butuh tenaga kak buat ngedengerin cerita ini, kalau Nindy lihat bau-bau kesedihan sihh." jelas Nindy, melihat Ecca dan Keke masih merasakan kesedihan.


"Adohhh pusing dah gue."


"Ca, udahan nangisnya." ucap Askala sembari mengusap air mata Ecca.


"Ra loe juga gak mau bantu." tanya Nindy.


"Yang bisa gue lihat hanya mendung pekat, dan visualnya hanya Ecca dan Keke yang bisa jawab." jelas Raisa.


"Mendung."


"Ehmmm, apa artinya kesedihan yah." tanya Fierly berbisik.


"Pekat. Artinya kesedihan yang mendalam kak."


"Yaudah kita tunggu sampai Ecca dan Keke siap cerita."


"Aku yang akan cerita." sahut Ecca.


"Ehmmm.. Aku bingung mau cerita dari mana. Aku bingung mau melihat masa lalu dan masa depan kak Reina. Tapi ku pilih..." Ecca menjeda ucapannya, menarik nafas panjang.


"Begitu beratnya ku pilih masa depannya." ucap Ecca dan mereka pun setia menunggu lanjutan Kalimat Ecca lagi.


"Hiks, kak Reina tadinya mau pulang kerumah nya... Hiks nenek kak Re-ina sakit ker-*** makanya kak Reina di jalan ngg-aak konsen. Haahhh taaa-pi nenek kak Rei, hu hu huhuuu.."


"Hikss.. Hiks kok aku sedih lagi kaann." celetuk Keke.


"Huaaaa."


Bahkan cerita Ecca belum selesai mereka hampir sudah menangis semua.


"Tolooong banyak bawang."


"Hiks.. Slurrrp."


"Kenapa Ca."


"Hiks... hiks.. Ehmm nenek kaaak Rei meninggal." lanjut Ecca dan tangisnya semakin pecah, begitu juga lainnya. Menceritakan tentang hantu Reina sungguh menguras emosi para remaja terlebih Ecca yang telah terlihat masa depannya.


"Trusss gimana kak Rei selanjutnya Ca." tanya Daffa, karena hanya para cowok-cowok yang tak begitu terbawa emosinya.


Ecca menggeleng tak tahu harus bagaimana dengan nasib hantu Reina, jika dia tahu sang nenek bahkan tak selamat.


"apa nenek kak Rei meninggal karena tahu kak Rei kecelakaan." tanya Revan, Ecca hanya mengangguk sembari menuntaskan jalan nafasnya yang mampet karena lendir kesedihannya.


"ada satu pesan bisa kita ambil dari cerita kak Rei." sela Nindy, semuanya menoleh kearah Nindy.


"apa."


"sepanik apapun, atau sehectic apapun kondisi kita, kita harus tetap utamakan keselamatan dijalan." jawab Nindy, diamini oleh semuanya.


"Ca, ada Cece." celetuk Rara, Ecca mengangguk karena dia sudah tau maksud dan tujuan kedatangan Cece.


"gue udah bilang semua ke Cece, dan dia menjadi perantara buat kak Reina. Euuumm... Kak Rei, sudah ikhlas dan sekarang sudah pulang ke rumah,... Berkumpul dengan neneknya. Daannn." ucapan Ecca terjeda seakan ingin meraup dalam-dalam nafas.


"Mereka bakalan dimakamkan bersebelahan." lanjut Ecca, Askala mengusap kepala gadisnya lembut. Emosi Ecca sudah meluap sebegitu dalam hari ini. Cukup sudah dia menjadi jembatan antara hantu Reina dengan akhir kisah nya.


"Yuuuk bantu doa, semoga mereka diberi jalan yang terbaik dan ditempatkan disisi Tuhan YME, disurga nya." ajak Nindy sambil menengadahkan tangan, diikuti oleh Ecca dan yang lainnya.