Beautiful Destiny

Beautiful Destiny
Breathing



Hai para readers minthor terluvv..


Happy reading yahh Jangan lupa pencet tombol lopenya.


Mana nihh komenannya ditunggu terus yah sama Author.


Part panjang lagi..


Stay Reading from the ghost busters


\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=


Tiga hari setelah pemusnahan arwah Rudiyal, kini Ecca pun merasakan dapat bernafas lega.


Dion pun merasakan demikian setidaknya berkurangnya gangguan dihidupnya dengan sang adik.


Pelenyapan arwah Rudi hanya dilakukan pembacaan ayat pemusnah, bahkan sebelumnya mereka sempat menyiksanya.


Siksaan yang dilakukan yaitu dengan membungkus kendi tempat arwah Rudi dengan kain yang sudah dirajah ayat suci.


Sontak arwahnya pun seperti terbakar, dengan terus berteriak memohon ampun.


Hari ini Ecca berangkat dengan Nindy karena semalam Nindy datang menginap.


Sesampainya di sekolah Ecca berpapasan dengan gadis cantik yang dikenalinya saat MOS berlangsung.


Gadis itu bersama dengan dua temannya, melengos melihat keberadaan Ecca dan Nindy.


"Ciiihhh, dikira sok cantik apa." ceplos Nindy melihat ketiga kakak kelasnya itu berlalu, Ecca tak menghiraukannya lalu mereka berjalan menuju ke kelas.


"Ca, loe ngerasa nggak ada yang aneh dengan mantan queen." celetuk Nindy.


"Hahhh mantan queen, siapa." potong Keke.


"Emang kenapa Nin." tanya Ecca


"Ehh kalian pada bahas siapa sihh." sela Rara.


"Dengerin dulu, jadi pas kita ketemu si Mutiara sama anteknya kok gue merasa dia ada aura gelap dan putih dibagian kakinya." jelas Nindy, Ecca yang mendengar merasa aneh karena mendapati aura yang bertabrakan itu menunjukan hal tak wajar.


"Coba kalau ada Rara sihh ini." potong Keke.


"Dahhh lah ngapain mikirin orang." sela Ecca.


Benar saja tak lama bel masuk berbunyi, dan setelah 2 jam pelajaran Ecca dan para sahabatnya menuju kantin. Sebelumnya Askala telah memberitahukan akan menyusul dikantin.


"Mo pesen apa." tanya Nindy


"Samain aja Nin."


"Siomay sama jus alpukat aja." sahut Keke.


"Aku jus Mangga kalau ada yah Nin." jawab Ecca, Nindy mengangguk lalu mengajak Rara untuk memesan makanan dan minuman.


Tak lama setelah kepergian Nindy, Ecca yang sedang menunggu kedatang Askala terkejut.


Duggghhh...Nyeeess.


"Ahhhhkk, Aduhhh." ucap Ecca.


"Heyy gimana sih kak gak bisa jalan yahh." celetuk Keke saat melihat baju Ecca tersiram minuman dengan sengaja.


"Hehh lo buta apa katarak, jalan segini lebarnya masih nabrak orang hahhh."teriak Keke, sedangkan Ecca sudah mencoba meredamkan amarah Keke namun tak bisa.


"Kok jadi lo yang nyolot sih." ucap Friska kakak kelas mereka.


"Apa, lo sengaja nyiram Ecca gue gak buta."


"Berani loe ya." teriak Friska dan hendak melayangkan tangannya ke muka Keke, namun sigap ditangkap Keke dia sengaja agar bisa melihat visual kejadian sebelumnya.


"Siyalan kalian." gumam Keke, Ecca yang mendengarnya langsung menarik Keke.


Askala yang setibanya didepan pintu kantin melihat keributan, dan matanya melotot saat melihat gadisnya tengah basah kuyup seperti habis tersiram pun langsung menghampirinya.


"Ada apa ini Ca." tanyanya.


"Ehmmm." ucap Ecca bingung mau menjawab apa, tak lama Askala menarik tangannya membawa ke toilet. Sebelumnya Askala mengambil baju gantinya untuk dipakai Ecca.


"Pergi kalian sebelum terjadi masalah lagi." ucap Daffa pada teman seangkatannya.


"Ke, ada apa. Ecca kemana." tanya Nindy bingung menatap sahabatnya itu seperti sedang kesal.


"Makan dulu, Ecca bakal marah kalau loe terus terbawa emosi." ucap Rara yang melihat aura Keke merah kehitaman.


"Loe aura gelap Ke, jangan mancing penghuni sini buat Ecca tambah celaka." lanjut Rara, mendengarnya Keke menarik nafas dalam itupun tak luput dari tatapan sahabat Askala.


Tak lama Ecca dan Askala kembali, Nindy melihat Ecca pun merasa lega.


"Sayangkuh sini makan dulu." ucap Nindy, Ecca duduk dan disebelahnya Askala.


Askala melihat raut muka para sahabatnya, mereka seolah tak ada yang ingin membuka suara.


"Mending ngadepin makhluk halus daripada berurusan dengan manusia berhati iblis." celetuk Keke, Ecca mendelik berniat mengkode sahabatnya itu agar tak melanjutkan.


"Maksudnya apa Ke." tanya Revin.


"Teman kakak itu berniat jahat ke Ecca." jawab Keke, Askala menoleh melihat kearah Keke.


Ecca menyadari Askala menyikapi perkataan Keke pun mencoba mengalihkan perhatiannya.


"Kak, Aaakk." ucap Ecca menyodorkan makanan Askala ke mulutnya.


Askala menerima suapan Ecca namun dia tetap fokus pada perkataan Keke.


"Lanjutkan Ke." ucapnya.


"Ada yang menyuruhnya untuk mengganggu Ecca."


"Siapaa...??" ucap Fierly dan Davina bersamaan.


Ecca menyerah dia meletakkan sendoknya merasa sudah tak bernafsu.


"Kakak akan tau sendiri nanti." jawab Keke, Nindy dan Rara sedari tadi diam berniat untuk membiarkan Keke mengeluarkan unek-unek.


"Kamu lihat visualnya Ke, lalu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya." tanya Daffa.


Keke melirik kearah Ecca dan tak luput dari sorotan Askala.


"Kak Askala tolong jangan sampai lengah mereka punya niatan jahat, yang Keke tahu mereka punya rencana, tapi Keke gak bisa lihat masa depan seperti Ecca." jelas Keke.