Beautiful Destiny

Beautiful Destiny
Masuk Kembali



Setelah dua hari beristirahat dirumah, kini hari pertama Ecca masuk sekolah lagi. Berangkat bersama Askala yang hari ini menjemputnya, kebetulan dia tidak ada rapat pagi walaupun OSIS akan ada kegiatan penting.


Mengingat Ecca masih baru beberapa bulan menjadi siswi SMA. Kegiatan OSIS pun masih banyak agenda bagi seorang Askala.


"Ahh ketos ku bakalan sibuk nih." ucap Ecca saat mereka berada diperjalanan menuju sekolah.


"Hemmb."


"Emang mau ada apa kak." tanya Ecca.


"Nanti kamu juga tau."


"Dihh, pelit sama pacar sendiri."


"Biarin."


Tak lama mereka memasuki gerbang sekolah meskipun belum ramai, namun sudah banyak yang datang.


"Kak ini Ecca ngerasa sesak banget." ucap Ecca seketika Askala menoleh.


"Kenapa."


"Gerah kak, disini pada ngumpul kayaknya." jawab Ecca, Askala pun paham jadi keberadaan mahluk halus lah yang membuatnya sesak.


"Kakak harus gimana." tanya Askala.


"Heal me." jawab Ecca lalu mengulurkan tangannya, Askala pun segera membuat perisai untuknya.


Setelah memastikan Ecca merasa nyaman, Askala mengantarkannya ke kelas. Benar saja saat Askala membuka mata bathinnya banyak sekali sosok berlalu lalang disekolah.


"Nanti kalau ada apa-apa langsung telp kakak." ucap Askala.


"Ini kayak ada pasar deh kak." sahut Ecca.


"Pasar ghaib."


"Hemm, sepertinya ada yang ngundang." jelas Ecca.


"Jadi ada yang mancing kesini gitu." tanya Askala serius.


"Ecca diskusikan sama Nindy dulu yah kak, takut Ecca salah."


"Hati-hati yahh jangan sampai bahayain kamu." pesan Askala, lalu meninggalkan kelas Ecca ketika Ecca sudah berada didalam kelasnya.


"Eccaaaa."


"Caa, dah sehat loe."


"Soryy ya Ca gak bisa jenguk."


"Iyaa gak papa kok." jawab Ecca, kala teman-teman sekelas menyapa.


Tak lama Nindy dan Keke datang.


"Caaaaa."


"God, sumpah Ca blue shield." tanya Nindy.


"Iyaa masuk gerbang nyesek Nin, kak Aska bikin Shield akhirnya." jelas Ecca.


"Ramek yah Ca."


"Kalian ngomong apa sih." tanya Keke.


"Banyak makhluk disekolah." jawab Nindy santai.


"Kan emang banyak."


Tuuuk, Nindy menjitak pelan Keke.


"Sakit Nin."


"Abisnya lemot banget loe, sebanyak-banyaknya hantu tapi kalau udah bikin Ecca gak nyaman berarti terlalu banyak." jelas Nindy.


"Hai guys." sapa Rara.


"Hemmb, ramai full dikelas sebelah." jelas Rara.


"Ca, loe jangan buka visual please." cegah Nindy, agar Ecca terhindar dari hal bu.ruk.


"Kan gue punya Shield." sahut Ecca percaya diri.


Tak bisa dicegah Ecca pun menuntup matanya memulai mediasi membuka visual. Tanpa basa basi akhirnya Nindy membuat pagar ghaib untuk mereka berempat.


"Shitt, tega banget mereka." celoteh Ecca.


"Pasti ada yang gak beres."


"Auranya semakin kuat."


"Mereka menyedot aura para siswa, kalau dibiarin ada yang bakal jadi tumbal." jelas Ecca.


"Nin bikin pagar gaib buat sekelas kita." Ucap Ecca.


Sedangkan Raisa memilih memutar ayat suci di ponselnya. Nindy sudah membuat pagar gaib, bahkan beberapa teman Ecca nampak sudah lemas.


"Guys yok kita sholawatan bersama." ajak Raisa pada temannya.


"Ehh ada apa."


"Kenapa Ra."


"Biar dingin aja nih kelas kek banyak hantu." sahut Keke, dan tanpa banyak tanya sholawat badar, sholawat nariya pun disenandungkan.


Ecca mencoba menghubungi Askala, namun sangat susah. Akhirnya Raisa pun mencoba menghubungi ponsel Alvero.


"Hallo kak."


"Ada apa Ra."


Ponsel Raisa direbut oleh Ecca.


"Kak hallo ini Ecca. Aku hubungin kak Askala ponselnya susah sinyal."


"emangnya ada apa Ca."


Mendengan Alvero menyebut nama Ecca Askala sontak melotot ditempatnya.


"Disini ada ritual persembahan pesugihan kak, di kelas sebelah kelas Ecca."


"Damm, trus gimana Ca."


Ecca pun menjelaskan pada Alvero, mereka pun paham. Askala bergerak menuju ruang guru, bukan saatnya bertanya sebab dan alasan namun lebih utama adalah akibatnya akan ada korban berjatuhan.


Pihak sekolah mengumpulkan semua siswa aula dan mengadakan pengajian doa bersama.


Dan dari sekian banyaknya murid ada satu yang membuat Ecca menyorot padanya. Seorang Gadis dengan lebih dari 10 mahkluk astral lebih disekitarnya. Bahkan gadis itu sepertinya juga menjadi perantara.


"Ca jangan mencolok." peringat Raisa, karena sosok yang dibawa itu terus memperhatikan gerak-gerik mereka berempat.


"Mereka gak akan bisa liat gue, makanya mereka curiga tapi mereka gak bisa tembus Shield yang dibuat kak Aska.


"Sumpah gue enek banget." ucap Keke.


"Keysa kenak Ca." ucap Nindy, lalu dia menetralisir tubuhnya menarik aura negatif dari ujung kepala ke kakinya.


Beruntung beberapa ustad sudah datang dan segera memulai pengajian.


Belum lama pengajian dimulai gadis yang membawa para mahkluk itu pun jatuh terkapar tak sadarkan diri.


Seketika aula gemuruh dengan suara teriakan. Bahkan membuat petugas OSIS dan PMR kalang kabut mengatasi mereka yang pingsan.


"Caa, you okey." Askala menghampiri Ecca ketika aula semakin tak terkendali.


"Ecca gak papa kak, shield yang kakak buat udah ngebantu banget." jawab Ecca, setelah siswa yang pingsan dievakuasi dan mendapat pertolongan Ecca mendekat kearah gadis pembawa sosok pesugihan.


"Jangan mendekat nduk."