Beautiful Destiny

Beautiful Destiny
Siapa Dia



Hai para readers minthor terluvv..


Happy reading yahh Jangan lupa pencet tombol lopenya.


Stay Reading from the ghost busters


*********************@@*********************


Setelah kondisi Ecca pulih kini dia sudah bisa beraktivitas lagi, berangkat sekolah seperti biasanya. Seperti tak ada trauma, Ecca nampak begitu kuat setegar karang karena sudah ditempa badai kehidupan.


Meskipun demikian Ecca tak bisa mengabaikan keselamatan, kini dia lebih mengedepankan jaga dirinya.


Setibanya dihalaman sekolah Ecca memarkirkan mobilnya, dia pun dapat melihat jejeran mobil pribadi milik Askala dan para sahabatnya. Askala mengatakan jika hari ini dia berangkat pagi karena akan ada rapat OSIS.


"Ccaaa.." teriak seseorang dari arah belakang, Ecca menemukan para sahabatnya.


"Sudah sehat nona muda." tanya Keke.


"As you Seen."


Jawab Ecca dan mereka berempat pun segera menuju kelasnya. Dari sekian murid yang berada dikelas menyapa Ecca dan menanyakan kondisinya.


"Makasih yah, Ecca udah sehat kok." Ucap Ecca pada para temannya.


Beberapa jam mengikuti pelajaran, kini mereka sedang menuju kantin.


"Kenapa ini cacing-cacing pada gleyotan sihh, padahal tadi sarapan." ucap Keke garing.


"Emang loe perut gentong gak akan ada kenyangnya." sahut Nindy, Ecca dan Raisa pun tersenyum mendengar ocehan kedua orang itu.


"Ini perasaan gue apa emang bener hawanya jafi gak enak yahh." celetuk Nindy tiba-tiba.


"Heeemm, daritadi kok." jawab Rara sambil tersenyum.


"Sudah gak usah buka, Ecca dah liat kok. Hanya penghuni baru yang nyasar." Ucap Ecca saat melihat Nindy akan membuka mata bathinnya.


"Keke gak penasaran gitu." tanya Nindy pada Keke mengkode untuk melihat visual Ecca.


"Ogahh, gue mau makan dulu." sahut Keke.


Mereka berempat masuk ke kantin dan mendapati Askala dan seteamnya sudah duduk di meja, namun karena meja mereka penuh Ecca dkk mencari meja cukup jauh dari meja Askala dan teman-temannya yang belum menyadari kedatangannya.


"Biar ajah gak usah deket dulu, biar gue sama Nindy yang pesen." ucap Ecca saat Keke bergerak menuju meja Askala, lalu menarik tangan Nindy.


Saat sedang menunggu pesanannya di depan booth kantin, dari ekor mata Ecca dia melihat sosok gadis cantik tinggi semampai sedang menuju kearah kantin. Lamunannya dibuyarkan saat mamang bakso memanggil karena pesanannya sudah siap.


"Silahkan pesanannya nona cantik." ucap Ecca pada sahabatnya yang sedang sibuk dengan ponselnya, tak lama Nindy pun datang dengan membawa pesanan minuman.


"Huaaa, haus banget buuuk." celetuk Keke yang melihat Ecca menyecap minumnya dengan semangat.


Sementara itu di meja Askala, Askala nampak sedang mencari-cari sosok Ecca, karena begitu padatnya kantin membuatnya susah mendapati kekasih hatinya itu.


"Gak kekantin mungkin Kal." celetuk Daffa pada Askala yang sedang mencari sosok pacarnya.


"Makan dulu, kalau kelar samperin dikelasnya." potong Alvero.


Sedangkan sikembar sedang asyik mengunyah makanannya, sambil sibuk dengan ponselnya.


"Askaaa.."


Askala dan para sahabatnya menoleh, mereka dikejutkan dengan kedatangan sosok yang sebenarnya tidak diinginkan keberadaan nya.


Sosok itu mendekat kearah Askala lalu memeluknya, Askala yang terkejut dengan kedatangan orang itupun hanya diam termenung.


Dimeja Ecca, pun sama terkejutnya dengan adegan didepan mata mereka. Ecca yang akan memakan baksonya pun urung.


Plukk...


"Kalau nanya mikir kek." bisik Nindy sambil menjitak dahi Keke.


Keke pun meringis antara nyeri dan tidak enak dengan Ecca. Ada sorot sedih dan bingung dimatanya. Rara melihat Aura Ecca penuh dengan kekalutan, menarik tangan Ecca dan mengkode para sahabatnya meninggalkan kantin.


"Nin.." kode Rara, Nindy pun mengangguk.


Dari sudut mata Alvero dia menemukan Raisa sedang menarik tangan Ecca keluar dari kantin.


"Daff." kode Al pada Daffa ke arah meja Ecca.


"Ekhemmm, Kal." panggil Daffa.


Askala tak menggubris, dia seolah tak ditempat.


"Ecca Kal." lanjutnya.


Mendengar nama Ecca Askala tersadar dan menoleh mencari-carinya, nihil karena Ecca sudah tak terlihat.


"Aku kangen sama kamu."


"Minggir, gue gak ada urusan lagi sama loe." ucap Askala sarkas, para sahabatnya tersenyum miris. Orang itu hadir lagi, apa berniat memporak-porandakan hidup sahabatnya lagi.


"Kok kamu gitu sih Aska, kamu gak seneng aku datang."


"Yang ada tuh si Kala enek sama loe, termasuk kita2." sindir Fierly.


"Mau ngapain lagi, gak puas loe bikin Askala gila, dengan ninggalin dia sama orang berduit, apa sudah habis harta tuh om-om loe porotin." teriak Davina, sedangkan para cowok mereka sibuk menyaksikan derama para gadis.


"Ehhh, maksudnya jaga yahh omongan loe." jawab orang itu sambil menunjuk-nunjuk Davina.


"Gak usah nunjuk-nunjuk cewek gue." potong Revan.


"Kal, kejar Ecca dia sempat lihat." bisik Daffa pada Askala.


Askala beranjak lalu meninggalkan kantin, sebelumnya dia melihat disalah satu meja ada makanan yang nampak masih utuh hanya beberapa yang mungkin baru dinikmati.


Sementara itu di lorong Ecca dan para sahabatnya yang sedang menuju kelasnya pun berada dalam pemikirannya masing-masing. Nindy dkk menatap sendu sahabatnya itu.


"Mending ke taman aja dehh." Ucap Rara, Nindy menoleh kearah Raisa detik kemudian dia paham dengan tujuan Rara.


Askala yang sudah menuju kelas Ecca tak mendapati keberadaan Ecca, menghubungi para sahabatnya untuk mencari Ecca.


"You Okee Ca." tanya Nindy basa-basi, lalu dia menoleh ke arah Keke memerintahkan nya melakukan sesuatu.


"Yaaa Tuhan." ucap Keke spontan.


Ecca mengangguk, bersamaan dengan jatuhnya bulir bening dimata cantiknya.


"Dia mantan kak Aska, bahkan mantan terindah nya. Dan yahh seperti yang Keke lihat, Ecca dapat kalau dia berniat kembali pada kak Askala. apapun caranya." jelas Ecca, lalu mengalir lah cerita dari Ecca dari apa yang dia lihat dimasa lalu dan kedepannya gadis yang menjadi mantan kekasih Askala itu.


"Aku gak tau apakah kak Askala masih ada perasaan dengan mantannya itu yang meskipun sudah nyakitin dia, Karena aku gak bisa baca isi hatinya." ujar Ecca sambil menangis tersedu, ketiga sahabatnya menjadi pendengar setia tak mampu berkomentar. Nindy dkk membiarkan Ecca meluapkan segala isi dihatinya, berharap setelahnya ia menjadi tenang.


"Yaudahh yukk balik, bentar lagi masuk. Nanti cerita-cerita dirumah aja." potong Nindy.


"Iyaa nih, tuhh mbak Kunichan juga seneng banget dapet temen disini." celetuk Keke.


Ecca dan ketiga sahabatnya beranjak dari taman, mereka tak tahu jika kini mereka sedang dicari-cari Askala dan para sahabatnya.


Setibanya di kelas mereka dikejutkan dengan teriakan dari salah satu temannya.


"Aaakkkkhhhh."