
Harap Bijak Membaca Part Ini 17++
Hingar binar tempat para pemuda untuk melakukan pesta kini dipenuhi oleh geng motor. Semua ikut memeriahkan atas kemenangan bos mereka. Gemerlap akan lampu warna warni menambah kesan makin asyik, untuk menikmati malam penuh mengairahkan.
Bau akh*hol sangat menyengat dari mulut para pria yang tengah asyik menari. Dj terus mengalunkan musik, hingga semua puas mengoyangkan badan. Botol dan kacang kulit terus berserakan disembarang meja khusus. Tiger hanya diam melihat aksi anak buah yang terus saja gembira. Tawa mereka terdengar sangat membisingkan.
Tangan kanan kiri merangkul bahu wanita sewaan. Mereka begitu sexy, memperlihat bagian dada dan mulusnya paha. Banyak tubuh ditutupi oleh kain kurang bahan. Siapa yang memandang tidak akan pernah lepas untuk diajak bermesraan. Bahkan mencium bagian bibir dan leher adalah hal biasa. Bagi para perempuan itu, yang penting ada uang tip tambahan agar bisa mengisi penuh kantong mereka. Bahkan ada yang minta untuk diajak bermain dipojokkan, siap layani dengan santai.
"Dih, mereka ini. Sudah mabok berat, masih saja kuat minum."
"Apa tidak takut ambruk efek kebanyakan minum," Tiger hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala melihat tingkah polah para teman.
Diskotik dipenuhi oleh anak buah. Tidak ada satupun yang terlewat untuk tidak ikut. Tiger orangnya royal, jadi berapun uang yang dia punya tidak masalah jika dihambur-hamburkan. Bagi dia, selagi muda harus selalu happy dan menikmati rasanya hidup senang. Beban pikiran jangan terlalu dibuat pusing, semua ada cara jitu walau dengan meluapkan dengan minum-minum.
"Tambah lagi, Bos. Jangan sampai kamu kalah dari kami. Minuman ini enak dan bikin nagih. Ayo tambah sebotol lagi," tantang anak buah.
"Kalian saja yang menikmati pesta. Malas jika nanti mabuk berat."
"Jangan gitulah, Bos. Kamu orang terpenting disini, jadi jangan disia-siakan pesta kita kali ini."
"Bila perlu nikmati 'tuh tubuh molek para gadis cantik itu. Mereka gratis, siap layan, dan pastinya tambah nikmat merasakan kemolekan, hahaha!" simbat yang lain.
"Ayo, Bos. Nikmati hidup dengan bebas."
"Benar itu, sayang. Aku bisa memuaskamu sampai pagi. Gimana, kalau kita mojok saja? Tubuhmu sangat perfeck dan pasti nikmat jika mencicipinya," Goda salah satu gadis yang duduk didekat Tiger.
Urat malu sudah putus. Tangannya yang gemulai meraba halus dada bidang pria yang tak terkalahkan itu. Begitu centil dan terus mengoda.
"Sorry banget, ya. Walau kamu secantik bidadari ataupun bisa memuaskan diriku diranjang, namun sayangnya aku tidak tertarik sama sekali sama wanita terlalu murahan kayak kamu. Lebih baik kamu menyingkir dari sini, sebelum kulukai kulitmu yang mulus itu. J*l*ng yang kurang kerjaan," ancam tidak senang.
Mulut sudah cemberut, akibat dihina sangat keterlaluan.
Anak buah memberi aba, agar gadis malam itu pergi dari hadapan Tiger. Takut kalau Bos mulai keluar tanduk, maka semua pesta dan anak buah akan dihajar habis-habisan, hanya karena ulah satu oramg yang bikin mood ambyar.
Dunia malam adalah tempat bagi Tiger untuk menenangkan diri, akibat banyak tugas yang dia emban dari ayah angkat. Berkat kekuasaan sang ayah, dia jadi pria yang sangat ditakuti. Melakukan tugas berat hal mudah dan biasa.
Diluar, bagi teman-temannya hanya anak polos yang suka berfoya-foya, namun dalam dunia gelap ditakuti, jika melihat pisau yang biasa terpakai selalu belumuran darah. Kerjaan berat yang dia emban selalu rapi, sehingga jejak susah dikenali.
Hueeek, anak buah dari para remaja mulai ada yang muntah. Ada yang tergolek, dengan mulut terus merancau tidak jelas. Semua telah dibayar tunai, jadi mereka bebas mau minum maupun menikmati para gadis sewaan.
Drtzzzt, tiba-tiba gawai bergetar.
[Hallo, paman. Ada apa?]
[Apa kau belum puas untuk menikmati pestamu malam ini, sehingga sampai selarut ini tidak pulang. Sekarang balik ke markas, sebab ayahmu sedang mencari]
[Baiklah, aku akan segera kesana]
[Jangan lama-lama, bisa-bisa ayahmu akan marah besar]
[Tenang saja, paman. Aku tidak dalam keadaan mabuk, jadi sepuluh menit cukup untuk diriku sampai markas]
[Ok, akan kami tunggu, sebab ini sangat penting]
[Sipp]
Jaket kulit berwarna hitam terbenahi ahar kesan cool tetap melekat. Bersiap untuk pergi sesuai perintah. Meneguk sebentar bir yang ada dibotol.
"Hei, Bos Tiger. Kamu mau kemana? Pesta belum selesai."
Teman sudah mabuk, sampai-sampai berbicara terdengar melemah.
"Kalian lanjutkan saja. Aku ada urusam penting."
"Tapi tidak akan asyik jika tidak ada kamu."
"Lain kali saja kita akan berpesta lagi. Kerjaan penting sedang menunggu."
Anak buah tidak menjawab lagi saat sudah teler, dan tidak kuat lagi untuk menopang tubuh sendiri sehingga dia ambruk. Langkah Tiger melompati semua teman yang tertidur dilantai, ketika kebanyakan dari mereka sedang tak sadarkan diri.
Duduk di atas motornya yang berwarna hitam. Dia segera mengenakan perlengkapan berupa sarung tangan dan tak lupa helm. Lelaki itu mulai menggeber gas, sampai menimbulkan suara berisik. Asap mulai menyengat hidung. Mulai melesat kencang dengan kuda besinya.