
*azza yang merasa kehausan, keluar dari kamarnya tujuannya menuju dapur, tanpa melihat lihat azza langsung turun, tapi naas tangga pertama di atas licin membuat azza terjatuh, tapi azza dapat meraih tiang di sisinya buat berpegangan dan tidak jatuh sampai bawah.
tapi mami azza melihat sang putri bergelantungan di tangga langsung menghampiri azza tak memperdulikan sang anak
"mami jangan kesini"teriak azza berusaha berdiri, tapi naas sang mami terjatuh menimpa azza, azza yang sudah tidak berpegangan ikut terjatuh.
dengan sisa kesadarannya azza membawa sang mami ke rumahsakit di bantu satpam dan pembantu, karena melihat banyak nya darah yang keluar dari area paha maminya membuat nya panik.
tapi dokter menyatakan kandungan maminya azza tidak bisa di selamatkan dan sang mami dalam keadaan kritis, membuat azza langsung ambruk di tepat,
hanya berbekal satpam dan pembantu azza mengurus dirinya dan maminya di rumah sakit, sedangkan papinya mungkin akan sampai nanti tengah malam karena kondisinya yang sedang jauh .
selang beberapa jam, setelah azza mengobati dirinya, dapat kabar dari dokter bahwa sang mami telah meninggal, dan hal itu membuat nya shok.
kedatangan papinya yang terlambat membuat jenazah maminya azza masih di rumah, azza belum berani menguburkan maminya dan adiknya tanpa adanya papi.
pukul 1 dini hari papi azza baru datang ke rumah nya, dia berlari ke dalam saat melihat bendera kuning tertancap di depan pagar rumahnya
"papi" seru azza saat melihat sang papi memeluk sang papi
"papi, adek nya azza sangat ganteng, tadi azza lihat, dia mirip azza pi"riang azza
papinya sangat tau, putrinya sangat terpukul akan peristiwa ini, meskipun cape dia hanya bisa memeluk azza erat.
"ikhlaskan mami dan adek mu ya nak, masih ada papi di sini" kata papi dan tak berselang lama Isak tangis keluar dari mulut azza
tetangga yang sebagian masih ada di rumah azza merasa sangat iba, dengan apa yang terjadi pada keluarga azza, para pembantu membantu azza mengurus jenazah sang mami dan menemaninya di ruang tengah
setelah melihat azza mulai tenang, ustadz di sana menanyakan akan di kuburkan nya jenazah.
"kuburkan sekarang saja ustadz, kasian istri dan anak saya" jawab tegar papi
"papi" ucap azza menggelengkan kepala
"kalian boleh menciumnya terlebih dahulu di kening untuk terakhir kalinya, dan pak mohon maaf sebaik nya jenazah anak anda di kasih nama sebelum di kuburkan" jelas pak ustadz*
" GAVIN PUTRA DANUARTA, *itu nama anak saya ustadz" jawab papi
flashback off
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...
"apa meninggalnya mami ada yang di sengaja?" gumam azza
"gue harus bantu papi, biar gue sendiri yang cari tau" lanjut azza
melihat jam masih pukul jam 7 malam, azza berniat untuk ke rumah sakit yang di inap cece
karena terburu buru azza gak melihat kanan kiri nya, sehingga ia menubruk seseorang di depannya
bruk
kejadiannya sangat cepat tapi azza terhipnotis dengan tampang wajah orang yang ia tabrak, seperti di film film saling lihat dulu seperkian detik sampai tiupan di wajahnya menyadarkannya
fiuuuhhhh
"udah mbak pegel nih tangan saya" kata lelaki itu, sedangkan sang temen yang ada di sampingnya hanya senyam senyum
"ehh sorry, sorry banget" ucap tulus azza memperbaiki posisinya, tanpa dia sadari pipinya merah merona membuat lelaki tadi tersennyum simpul
"gue Miftah" kata lelaki tadi
"eh gue , Azzalea Michelle" jawab azza gugup
"gue kenan" kata seseorang di samping Miftah menyadarkan azza
"azza" bales azza malu karena tadi tidak menyadari keberadaan nya
"lo mau pake lift ini kan? bareng aja kalo gitu, masih muat ko untuk bertiga
"iy iya" jawab gugup azza, "ya Alloh suaranya laki banget, jantung gue deg de
gan gini, gak kaya biasanya" jerit azza dalam hati
"ayo Michelle" ajak Miftah
"hah? Michelle?" cengo azza
"nama Lo Azzalea Michelle kan? gue panggil Michelle gak papa kan?" tanya miftah
"ouh gak papa" jawab azza merasa bodoh
"maaf dengan tindakan gue" kata Miftah
"ouh iya, makasih sudah lindungin gue" jawab azza gugup
dengan berani Miftah merangkul bahu azza merapat dengan nya, sedangkan azza hanya berdiam bodoh
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di sini azza sekarang, di rumah sakit tempat cece di rawat,
"kenapa Lo za?" tanya cece
"gue udah gila ce" jawab azza
"kan Lo udah dari dulu gilanya" jawab Adit
"rese Lo dit, eh si Roni mana?" tanya azza
"ada rapat penting di markas" jawab Adit
"ouh" jawab azza tak banyak tanya karena tidak tau seputaran dunia mereka
"ouh iya, gue pindah ke apart" kata azza membuat Adit dan cece kaget
"kenapa?" tanya cece
"panjang cerita nya, dan intinya ini perintah papi gue" jawab azza
"eh bentar, gue katanya di suruh ke markas penting kata si Roni, si Roni udah nyuruh Bima sama Galang buat temenin kalian di sini" kata Adit
"ada apa dit?" tanya cece
"gak tau gue, gue berangkat sekarang, si duo Curug bentar lagi sampe, hati hati kalian" pamit Adit
"kalo ke sini lagi bawa makanan dit" pesan azza yang di ancungi jempol oleh Adit
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sedangkan di markas galaksi, semua anggota inti galaksi sedang rapat
"ada seseorang pengusaha minta bantuan kita" kata kenan
"Gerald Danuarta, ini rekan kerja gue Ken" kata Miftah saat membaca CV orang tersebut
"iya mif, dia minta bantuan nyari rekaman cctv di rumah nya yang hilang pas jatuhnya anak dan istrinya, coba kalian lihat dulu rekaman cctv yg di kirim pak Gerald" titah kenan melihatkan rekaman di laptopnya
"anjir.. itu azza, temen gue" kaget Roni
"Michelle, cewe tadi di lift?" tanya miftah
"Michelle?" bingung Roni
"Azzalea Michelle Danuarta nama aslinya, target utama nya, karena semua kekayaan Danuarta jatuh pada Michelle tepat nya nanti saat usia 20 tahun" jelas kenan
"sorry bang, si Adit sahabat nya azza boleh di kasih tau soal ini? tanya Roni hati hati
"suruh dia kesini?" jawab Miftah
"kita urus masalah ini, dan untuk pak Gerald, biar gue yang ngomong" final Miftah
"sabar Sam" celetuk Rayan si mulut lemes
"kenapa? tanya miftah
"Lo gak tau mif, tuh cewe alasan dia gak mau di jodohin, tapi cewe nya hanya nganggep si Sam teman" jawab si Rayan tertawa
"sorry Sam gue gak tau" kata tulus miftah membuat semua orang yang ada mengernyitkan keningnya "gue udah suka sama Michelle saat pertama kali" lanjut Miftah membuat semua orang kaget
"no problem bro, toh gue hanya kagum sama dia, dia bener gue bakalan nyesel kalo kalo gue sebenernya sudah ada rasa sama Icha" jelas sam
"sabar bro" tenang rayan pada Sam, yang di angguki Sam
"sorry gue keluar bentar" ijin Sam
"azza .. berapa cowo lagi Lo bikin patah hati tanpa Lo tau" gumam Roni tapi di dengar semua orang
"pesona doi kuat Ron, pantes lah sampe Sam dan ketu kita pada naksir, wajar juga kalo sampai banyak orang yang patah hati" jawab Rayan
"kalo di katakan berlian, lebih dari berlian ini mah" tambah kenan