
Hari Sabtu rumah azza sudah di penuhi dengan banyak orang tak lupa cece Adit dan Roni ada ingin menyaksikan secara langsung acara siraman
Menjelang hari pernikahan, prosesi siraman pun dilakukan. Prosesi ini bertujuan agar menyucikan calon mempelai wanita secara lahir dan batin.
acara di mulai dengan istilah Ngecakeun aisan
Prosesi ini akan dimulai dengan keluarnya calon mempelai wanita dari kamar yang digendong secara simbolis oleh sang ibu, Sementara sang ayah berjalan di depan membawa lilin menuju tempat sungkeman
karena azza sudah tak memiliki ibu jadi bi asih sang asisten keluarga yang selalu membantu mengurus azza sedari kecil yang menggendong azza
"bibi kuat gak, azza gak tega" kata azza kepada sang asisten
"bibi kuat kok neng, malah bibi senang bisa gendong neng jadi inget neng waktu kecil" jawab bi asih
"dit Lo di samping gue ya, jaga jaga " kata azza yang langsung di anggukan kepala
jepretan sedari tadi tak berhenti saat azza di gendong bi asih ke tempat acara yang di lakukan di halaman belakang
kenan sebagai kamera men yang langsung di hubungkan ke Miftah langsung, keluarga Miftah menyaksikan di layar lebar yang pasang Miftah
mama Wina yang sedari tadi sudah gatal ingin segera ke rumah sang menantu tapi di tahan oleh sang papa
kemudian acara di lanjutkan dengan ngaras Merupakan permohonan izin calon mempelai wanita yang dilanjutkan dengan sungkem serta mencuci kaki kedua orang tua
suasana begitu terharu saat azza meminta ijin dan menangis di pangkuan sang papi, bukan hanya azza yang menangis banyak yang menangis terharu sampai sampai mama Wina yang melihat di layar besar pun tergugu di samping suami
Kemudian kedua orang tua mencampur air yang berasal dari tujuh macam bunga wangi atau disebut dengan bunga setaman
Diiringi musik kecapi dan suling, calon mempelai wanita menuju tempat siraman dengan menginjak 7 helai kain. Prosesi siraman akan dimulai dengan ibu, ayah, lalu dilanjutkan para sesepuh. Jumlah penyiram haruslah ganjil berkisar antara 7, 9, sampai 11 orang
karena papi dan mami nya yang anak tunggal dan orang tua dari papi dan mami nya juga sudah tiada jadi azza di siram dengan para asisten yang setia pada keluarga azza sedari kecil hingga cece dan Adit pun ikut dalam menyiramkan air siraman
karena tabu bagi Adit sehingga Adit mengguyur azza seperti mengguyur kucing saja membuat azza kelabakan ..
"Lo mau bikin gue mati dit" keluh azza tapi sontak membuat yang nonton pada ketawa
"tuh bocah acara serius masih ada kocak nya" kata Rayan tertawa melihat bareng bersama keluarga Miftah
di lanjut kan dengan acara ngetik ataupotong rambut
Pada prosesi pernikahan adat Sunda ini, rambut dari calon mempelai wanita akan dipotong sedikit sebagai lambang mempercantik diri lahir dan batin.
Dilanjutkan dengan prosesi Ngeningan, yakni menghilangkan semua bulu-bulu halus pada wajah, kuduk, membentuk amis cau atau sinom, membuat godeg serta membuat kembang turi
sudah seperti karung beras azza di bopong 3 orang laki laki menuju kolam renang
dengan ijin dari papi azza Adit menyeburkan azza ke dalam kolam
byur
sontak mereka tertawa puas akan menceburnya azza, bukan nya langsung menepi tapi azza malah langsung berenang, dasar aneh si azza
Mikhail yang tak tega berniat menolong azza terlebih azza memakai baju adat dan bisa di pastikan sulit untuk bergerak
"za sini, gue bantu naik ke atas" kata Mikhail menyodorkan tangan nya
azza pun mendekatinya dan melirik Adit dan Roni bergantian, paham akan lirikan azza mereka pun mendekat dan saat azza menjulurkan tangan nya dorongan dari belakang hingga mereka semua masuk ke kolam
byur...
bukan hanya Mikhail yang tercebur, Roni dan Adit pun ikut tercebur sang pelaku malah tertawa dengan aksinya
"om..." teriak mereka barengan
sedangkan papi Gerald yang mendorong mereka tertawa bersama azza dan yang lainnya
"tadinya om juga mau dorong juga nih sahabat sahabat kamu, tapi yang cewe pada hamil jadi kalian doang yang om ceburkan" katanya sambil tertawa
sontak mereka malah jadi bahan tertawaan orang orang yang ada di sana
Mikhail mendesah kesal, karena niat baik nya malah di bales dengan dirinya yang ikut berenang
kegiatan mereka tak luput dari kamera kenan yang belum di matikan itu, di keluarga Miftah di buat tertawa dengan aksi papi Gerald yang ikutan jail
Adit pun naik guna ingin membalas perbuatan papi gerald, dengan gerakan tak terduga papi Gerald ikut tercebur saat Adit langsung menarik tangan papi Gerald
byur
"bocah tidak tau di untung" kata papi Gerald membuat mereka tertawa bersama
hingga akhirnya di sore hari mereka habis kan dengan berenang bersama
jarang jarang papi Gerald berenang bersama putrinya yang kini akan di bawa orang