
Kamis sore kediaman azza sudah ramai oleh teman temannya, di kira nya hanya para cewek yang datang ternyata para cowok pun ikut hadir kecuali Adit dan Roni yang sedang bekerja
"cieeeeeee calon manten" kata cece terkekeh
"cieeeeeee manten basi" ejek azza kembali membuat semuanya tertawa sedangkan cece manyun
"sibuk banget nih rumah" kata Rayan mengedarkan pandangan nya
"acara hari Minggu kan za?" tanya kenan penasaran karena dekoran sudah hampir selesai
"akad nya sih hari Minggu pagi langsung resepsi, tapi besok Jumat besok santunan sembari pengajian dan Sabtu nya acara siraman" jelas azza
"dan sekarang bridal shower" lanjut cece
"ganti baju za, daster kalo ada" kata Alma terkekeh
"sialan ini mah gue di kerjain" dengus azza
"eh gak papa lah, untuk terakhir" kata cece mendorong azza
dengan nurut nya azza mengganti pakaiannya menjadi daster rumahan, bukan nya terlihat jelek tapi malah terlihat manis di badan azza
"gue ikutan rias dong" kata Rayan mendekati para cewe
"emang bisa?" tanya azza tak percaya
"kan emang di jelek jelekin za" kata Rayan dengan PD nya
"bentar pake ini dulu" kata Alma mengeluarkan selempang dengan tulisan calon manten"
"niat bener ini mah" kata azza pasrah
"ikutan dong" kata Sarah mendekat
"sini, Icha juga sini Cha, ikutan ngerjain calon manten" ajak cece
"Icha manis ya pakai hijab" kata azza melihat Icha sedangkan Icha sudah merah merona di puji azza
"azza juga cantik, jadi ke pengen Icha jadi calon manten" kata Icha berbinar
"wah kode bang Sam" celetuk rayan sedangkan Sam sudah tersenyum simpul
"abis di dandanin di suruh apa nih?" tanya kenan
"kita suruh belanja di indoapril ya, belanja Snack juga kasih tau orang orang kalo Lo calon manten nya Miftah" usul Alma
"setuju" jawab nya serempak
"enggak lah gila, malu gue" tolak azza
"gak bisa, harus "kata cece membuat azza mendengus
dengan menurut azza pasrah dengan apa yang mereka mau, mereka tertawa dengan penampilan azza sedangkan azza mendengus kesal
"ayo let's go ke indo April" ajak kenan siap dengan kamera nya
"wah itu ngapain kamera?" kata azza panik
"gak papa lah say, sekali kali Lo di giniin" kata cece tertawa
dengan pasrah azza mengikuti mereka yang sedang menjailinya
dengan 2 mobil mereka berangkat ke minimarket terdekat, azza turun dengan ragu, wajah nya yang di coret abis abisan dan hanya memakai baju daster selutut tapi sukses membuat mata kaum pria melihatnya karena kulit putih mulus nya itu membuat pria lain tergiur
selempang yang tulisan calon manten mbuat orang orang paham dengan azza yang sedang di kerjai teman teman nya
tak lupa kenan yang membuntinya dengan kamera, mengabdikan momen konyol calon istri sahabat nya
dengan tak perlu memilih lagi azza membawa beberapa Snack dan minuman tak memperdulikan orang orang yang tersenyum azza malah ikut tersenyum menandakan ia akan bahagia dengan pernikahan nya
"mbak lagi kerjain teman ya" tanya ibu ibu yang sedang mengantri
"iya nih Bu, pesta gadis" kata azza terkekeh
"wah mau menikah ya, semoga lancar ya mbak" ucap nya tulus
"makasih Bu" jawab azza tersenyum
"gak beli obat kuat nya mbak sekalian" tanya seseorang dengan jail nya
"saya sudah kuat mas, mau di goyang sampai pagi pun tetap kuat" jawab azza sukses membuat kenan yang sedari tadi memvideo nya tertawa
"udah ya selesai" kata azza setelah di depan mobil mereka
"aduh bentar, keram perut gue" kata cece menarik nafas perlahan
"wah mau lahiran mungkin" kata Rayan panik
"gak usah panik, bukan lahiran tapi kualat dia" jawab Sam
"gak papa Lo ce?" tanya Rayan memastikan yang di jawab gelengan oleh cece
"i'm oke" kata cece mengelus perut buncitnya
"udah yuk balik, malu gue di sini" ajak azza memasuki mobilnya
sedangkan di tempat lain Miftah tengah uring uringan karena unggahan dari Rayan saat azza di kerubuti orang orang di minimarket
bukan masalah wajah azza yang di Corat coret full oleh mereka tapi dengan pakaian azza yang hanya memakai daster se lutut dan bagian leher nya keliatan
berulang kali Miftah menelpon azza tak di angkat nya karena azza tak membawa ponsel nya
dengan tak ada pilihan lain miftah menelpon kenan
"halo bos" jawab kenan mengangkat telpon dari Miftah
"kenapa gak bilang pada ke rumah azza?" tanya Miftah
"pengen ikutan lah pesta gadis dan besok buat Lo bos pesta bujang" kata kenan terkekeh
"coba alihkan ke vc, gue mau liat bini gue" titah Miftah yang langsung di lakukan oleh kenan
"nih bos bini Lo" kata kenan setelah mengalihkan ke video call
"hai sayang" sapa azza tersenyum
"hai by, mereka ngerjain kamu by?" tanya Miftah pada azza
"iya, tapi tak apa lah sekali kali" jawab azza tersenyum
"hai bos, mau ke sini?" tanya Rayan duduk di samping azza
"ray, Lo jangan duduk dekat azza" titah miftah melotot
"lah emang nya kenapa?" tanya Rayan pura pura tak tau sikap posesif ketuanya
"gue tau otak lo, sana Lo jangan Deket Deket bini gue" titah Miftah kesal
"ouh gini boleh ya" kata Rayan menundukkan kepalanya di bahu azza membuat Miftah kesalnya minta ampun
"Rayan sialan gue bunuh Lo ya" murka Miftah melihat Rayan malah menikmati bahu azza
bugh
bantal sofa mengenai wajah Rayan, dan pelaku nya tidak jauh darinya
"Lo malah nyari penyakit" kata Sam sang pelaku lempar bantal sofa
"hajar aja Sam, sampai mampus" kata Miftah di seberang telepon
"ya elah iri aja Lo Sam" jawab Rayan mengembalikan bantal sofa
"Lo nya nyari penyakit sih Ray" timpal kenan
"bos udah dulu ya, kita kita mau pesta" kata Rayan langsung mematikan telepon nya
"wah Lo bener bener ya" kata kenan takut, dan benar lagi Miftah langsung menelponnya kembali
"jangan di angkat Ken" cegah Rayan, "biar si bos uring uringan dulu" kata Rayan dengan jailnya
"iya juga, sekali kali lah ketua geng galaksi di naikin " timpal cece yang di angguki oleh Rayan
dengan ikut jail nya kenan malah langsung menonaktifkan ponselnya,
"semuanya, matikan telepon kalian" titah kenan yang di turuti semua nya
sedangkan Miftah uring uringan sedari tadi apalagi sekarang di telpon pada gak aktif
mereka sengaja banget bikin ketua nya kesal